OBAT SALAH SATU PENYEBAB KEMATIAN UTAMA DI DUNIA

               Saat kita menderita suatu penyakit, maka salah satu yang langsung terlintas dalam benak kita adalah obat. Kita tentunya berharap bahwa dengan memakai/ menggunakan obat, penyakit yang kita derita dapat disembuhkan. Apa yang kita fikirkan tersebut memang sudah seharusnya. Kalau kita lihat definisinya, obat diartikan sebagai bahan atau zat yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral maupun zat kimia tertentu yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit dan atau menyembuhkan penyakit. Tapi tahukah kita bahwa obat juga dapat menyebabkan seseorang menjadi sakit dan dirawat di rumah sakit atau bahkan menyebabkan kematian ?

              Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan oleh sejumlah peneliti dari universitas-universitas ternama di negara maju, menunjukkan angka yang cukup membuat mata kita terbelangak. Salah satu penelitian yang dipublikasikan tahun 2009 yang dilakukan oleh peneliti dari University of Toulouse, Perancis di tahun 2002 – 2003 menemukan bahwa 8,37 % penyebab orang dirawat inap di rumah sakit adalah karena reaksi obat yang merugikan ( Adverse Drug Reaction = ADR ) . Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa faktor-faktor utama yang menyebabkan ADR ini adalah : jumlah obat yang dikonsumsi, dalam arti bahwa semakin banyak obat yang dikonsumsi semakin besar peluang ADR ; pengobatan mandiri ( pemakaian obat tanpa resep dokter ); penggunaan obat antitrombotik ;  dan pemakaian obat-obat antibiotik. Penelitian lain dari University of Leicester ( Inggris ), menemukan bahwa dari jumlah total sampel yang diteliti, 14 %nya  mengalami permasalahan yang berkaitan dengan obat. 6,4% dari pasien yang dirawat di rumah sakit disebabkan karena obat. Obat-obat yang dikonsumsi untuk mencengah atau mengobati penyakit kardiovaskuler memberikan konstribusi sebesar 69% dari ADR yang terjadi, serta dengan persentase yang sama yakni 69% dari ADR tersebut sebetulnya dapat dicegah. Salah satu penelitian di negara yang sedang berkembang yakni oleh University of Cape Town ( Afrika Selatan ), yang dipublikasikan tahun 2008 mencatat bahwa 6,3% pasien dirawat di rumah sakit disebabkan oleh ADR, dengan persentase yang sama pasien mengalami ADR selama perawatan di rumah sakit dan dari total ADR tersebut 46,2%nya sebetulnya dapat dicegah.

              Di samping menjadi salah satu penyebab orang harus dirawat di rumah sakit, adverse drug reaction ini juga menyedot anggraran biaya yang tidak sedikit. Amerika Serikat sebagai salah satu negara yang memiliki kualitas pelayanan kesehatan yang terbaik di dunia, pada tahun 2002 mencatat bahwa : biaya rumah sakit yang disebabkan oleh ADR ini mencapai 76,6 milyar US Dolar, melebihi nilai pinjaman IMF saat indonesia mengalami krisis ekonomi di tahun 1998 yang besarnya 40 milyar US dolar;  menyebabkan 17 juta kunjungan ke unit gawat darurat; dan 8,7 juta pasien harus dirawat inap di rumah sakit. Angka kematian yang disebabkan oleh ADR ini pada tahun yang sama di Amerika Serikat menempati urutan ketujuh, melampaui jumlah kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan, bunuh diri dan AIDS. Bagaimana dengan kondisi di Indonesia yang masih termasuk kategori negara berkembang dengan kualitas pelayanan kesehatan yang masih sering menjadi pertanyaan ? Penelitian-penelitian berkenaan dengan ADR ini sepertinya belum ada di Indonesia. Tapi kalau kita lihat dari kualitas pelayanan kesehatannya,  kemudian kita bandingkan dengan kualitas di negara-negara yang sudah maju, adverse drug reaction ini tidak mustahil juga terjadi di Indonesia, bahkan mungkin lebih banyak. Untuk mengetahui secara pasti, sebaiknya penelitian-penelitian sejenis juga dilakukan di Indonesia.

              Adverse drug reaction adalah respon tubuh terhadap obat yang sifatnya berbahaya dan tidak diinginkan yang terjadi pada dosis yang normal digunakan sebagai profilaksis, diagnosis atau terapi suatu penyakit. Apakah  ADR sama  dengan  alergi obat atau efek samping?  Alergi merupakan bagian dari ADR  dimana alergi ini berhubungan dengan reaksi imunitas tubuh. Sedangkan efek samping merupakan efek obat yang memang sudah diketahui dan diperkirakan akan terjadi tapi bukan merupakan efek terapi yang diharapkan dari penggunaan obat. Tidak selamanya efek samping obat sifatnya berbahaya. Contohnya ketika seorang anak yang lagi sakit flue diberi obat antihistamin yang salah satu efek sampingnya adalah mengantuk. Efek mengantuk ini dianggap baik karena membantu anak untuk beristirahat. Berdasarkan tipenya ADR dibagi 2 yaitu tipe A merupakan efek tambahan dari kerja farmakologi obat yang dapat diprediksi. Contohnya efek mengantuk dari antihistamin, jantung berdebar karena pemakaian obat antihipertensi dan lain sebagainya. Tipe A terjadi pada 80% kasus ADR. Tipe kedua adalah ADR tipe B yang disebut reaksi idiosinkrasi yakni reaksi obat yang tidak dapat diprediksi dari kerja farmakologinya. Contohnya adalah seperti kasus yang pernah terjadi di suatu daerah dimana seorang pasien menjadi melepuh kulit di seluruh badannya setelah meminum suatu obat.

              Beberapa faktor penyebab terjadinya adverse drug reaction adalah polifarmasi, interaksi obat dan medication errors. Polifarmasi merupakan penggunaan obat lebih dari satu macam. Semakin banyak jenis obat yang diminum, semakin besar peluang terjadinya ADR. Interaksi obat dapat terjadi apabila dua obat atau lebih diminum secara bersamaan. Interaksi obat bisa juga terjadi dengan obat herbal, ataupun dengan bahan lain seperti jus grapefruit ( sejenis jeruk ) dan sebagainya. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa jus tersebut yang diminum bersamaan dengan felodipin, dapat menyebabkan berkurangnya efek obat. Felodipine adalah salah satu contoh obat antihipertensi yang banyak digunakan. Ini berarti saat pasien menggunakan felodipin pada dosis terapi kemudian secara bersamaan dia juga minum jus grapefruit, maka efek yang diinginkan dari obat tersebut tidak tercapai dengan kata lain tujuan terapi dari pasien gagal. Kurang lebih dua puluh jenis obat dilaporkan berinteraksi dengan jus grapefruit ini. Medication error juga menjadi salah satu penyebab ADR. Dilaporkan bahwa 25% dari kasus ADR adalah akibat medication error. Medication error adalah kesalahan yang terjadi selama peresepan obat, pembacaan resep, penyerahan obat dan pemakaian obat. Jadi medication error dapat terjadi di ruang periksa dokter, di instalasi farmasi atau apotek saat akan menebus obat atau di rumah pasien ketika menggunakan obat.

              Mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya, langkah bijak yang harus dilakukan seseorang ketika menggunakan obat tentunya sangat diperlukan. Sudah saatnya pengguna obat mendapatkan informasi yang lengkap tentang obat yang sedang dikonsumsi atau obat yang didapatkan dari resep dokter. Penting bagi pengguna obat untuk mengetahui kemungkinan efek samping apa yang mungkin terjadi ketika ia menggunakan suatu obat. Informasi tersebut sebetulnya sudah disertakan dalam brosur yang terdapat pada  kemasan obat. Sumber informasi yang dapat digunakan oleh pasien tentunya dengan bertanya kepada dokter yang meresepkan obat, atau kepada apoteker yang ada di rumah sakit atau  apotek tempat mengambil obat. Jangan segan-segan untuk bertanya karena itu merupakan salah satu hak pasien. Langkah lain adalah mematuhi aturan pemakaian obat yang berkaitan dengan frekuensi, waktu, dosis, dan durasi ( lamanya pengobatan ). Laporkan segera kepada dokter atau apoteker jika anda mengalami sesuatu yang aneh/ tidak lazim selama menggunakan obat. Keselamatan pasien harus diutamakan sehingga WHO menetapkan tanggal 9 Desember sebagai hari keselamatan pasien sedunia. 

5 Tanggapan to “OBAT SALAH SATU PENYEBAB KEMATIAN UTAMA DI DUNIA”

  1. sangat membantu orang awam yg ta’ngerti masalah kesehatan
    thx

  2. thnx infonyaa… sangaad bermanfaat :)
    bolee minta g reff dari data penelitian yang dipublikasikan tahun 2009 yang dilakukan oleh peneliti dari University of Toulouse….dan data epidemiologi ttg ADR, saia sedang menyusun skripsi ttg ADR penyebab rawat inap px d rmh sakit… mohon bantuannya…_trmaksh_ :)

    • tks atas kunjungannya n senang sekali kalau tulisan yang saya buat ini bermanfaat. Referensi tersebut saya ambil di pubmed tapi sayang karena saya gak bisa download full text secara free jadi saya gak bisa bantu banyak. Kebetulan saya hanya membaca abstract nya saja. Judul lengkap dari jurnal tersebut “Hospitalizations because of adverse drug reactions in elderly patients admitted through the emergency department: a prospective survey” Silahkan dilihat di pubmed. Semoga risetnya lancar.

    • tks kembali n makasih sudah mampir dan senang sekali kalau tulisan ini bermanfaat. Saya doakan semoga segalanya lancar dan baik-baik saja. Berkumpul dengan keluarga di setiap saat tentunya merupakan kebahagiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: