OBAT GENERIK YANG BEREDAR DI INDONESIA

              Saat ini seiring dengan semakin majunya teknologi informasi tentunya sudah semakin banyak masyarakat yang mengetahui tentang obat generik. Sekedar mengingatkan kembali bahwa obat generik adalah obat yang penamaannya ditulis sesuai dengan nama bahan utama/ zat aktif/ zat berkhasiat obatnya. Misalnya tablet amoksisilin merupakan obat generik sedangkan amoxil atau amoksan yang keduanya mengandung amoksisilin adalah produk obat dengan nama dagang. Sekali lagi kami ingin mengingatkan di sini bahwa istilah obat paten yang selama ini dipahami masyarakat kurang tepat. Karena paten oleh sebagian masyarakat diidentikkan dengan lebih ampuh sehingga ada yang menganggap wajar jika harganya jauh lebih mahal dibandingkan produk generik. Obat dengan nama dagang yang namanya dipatenkan bisa kita kelompokkan menjadi dua. Obat orisinil yakni obat dengan nama paten yang merupakan produk pertama/ penemu obat tersebut. Yang kedua adalah obat dengan nama paten tapi bukan merupakan produk yang pertama untuk obat tersebut, obat ini kita sebut dengan obat generik bermerek. Contoh obat generic bermerek ini sangat banyak di Indonesia antara lain panadol, amoksan, kimoxil, santibi, dan lain sebagainya.

              Kembali ke persoalan obat generik. Obat generik adalah obat yang harganya diatur oleh pemerintah melalui peraturan menteri kesehatan ( permenkes ), tentunya peraturan ini bertujuan untuk mengendalikan harga obat generik agar tetap terjangkau oleh segala lapisan masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah. Dengan harga yang terjangkau diharapkan masyarakat tidak sulit untuk memperoleh obat saat mereka menderita suatu penyakit. Permasalahannya sekarang memang belum semua jenis obat diproduksi dalam bentuk generiknya. Beberapa faktor penyebabnya seperti belum berakhirnya masa paten suatu obat orisinil. Seperti yang kita ketahui bahwa pasa paten obat orisinil berlaku selama kurang lebih 20 tahun. Contohnya adalah Viagra. Masa paten Viagra yang belum berakhir tidak memungkinkan produsen obat lain untuk memproduksi obat dengan kandungan zat aktif yang sama baik sebagai obat generik maupun obat generik bermerek. Faktor lain adalah dari sudut pandang bisnis. Harga obat generik yang sangat murah terkadang tidak menarik perhatian produsen obat karena tentunya tidak akan memberi keuntungan yang menarik. Suatu alasan yang sepertinya masuk akal secara logika manusia.

              Sebagai konsumen pada dasarnya tentunya kita menginginkan murahnya biaya kesehatan khususnya biaya obat. Untuk itu tentunya kita perlu mengetahui obat-obat apa saja yang bentuk generiknya telah beredar di Indonesia. Dengan pengetahuan ini kita menjadi memiliki alternatif dalam memilih obat, apakah mau obat orisinil yang harganya kadang selangit, atau obat generik bermerek yang harganya terkadang tidak terpaut jauh dari obat orisinil atau obat generik yang memiliki khasiat sama dengan harga yang jauh-jauh lebih murah. Sekali lagi mengenai khasiat obat generik seperti yang selalu disosialisasikan oleh pemerintah bahwa obat generik memiliki khasiat yang sama dengan yang bukan generik. Jadi dalam hal ini jika terjadi sesuatu berkenaan dengan khasiat obat generik yang misalnya tidak memenuhi syarat, tentunya masyarakat berhak menuntut pemerintah selaku pihak yang memberi izin atas beredarnya obat generik tersebut.

              Departemen kesehatan Republik Indonesia pada bulan Januari 2010 telah mengeluarkan daftar obat generik yang beredar di Indonesia yang mencakup nama obat, bentuk kemasan dan harganya. Ada 431 obat dengan indikasi yang sangat beragam. Dari daftar tersebut terdapat obat untuk  penyakit-penyakit berikut : antimalaria, infeksi cacing, asam urat, penenang, depresi, epilepsi, batuk, hipertensi, asma, antibiotic, maag/ tukak lambung, wasir, migraine, Parkinson, aqua pro injeksi, analgesic/penghilang sakit, vitamin, asam folat, peluruh kencing, infeksi virus, tetes mata, krim berbagai indikasi, alergi, antimuntah, TBC, infeksi jamur, oralit, kencing manis, hipertensi, cairan infus glukosa, rematik, salep mata dan anti kolesterol. Untuk lebih detilnya silahkan di unduh/ download link berikut (http://www.binfar.depkes.go.id/data/files/1265667046_HK.03.01_MENKES_146_I_2010.pdf ).              

              Sebagai pengguna dan calon pengguna obat, ada baiknya kita mengetahui daftar obat-obat generik ini. Kalau kita bisa sembuh dengan biaya yang murah kenapa kita harus membeli yang mahal. Sebagai contoh, sewaktu saya aktif masih aktif di apotek sekitar 2 tahun yang lalu, harga amoksisilin generik bermerek atau orisinil bisa mencapai 3 sampai 7 kali harga obat generiknya. Satu strip generik harganya tidak sampai lima ribu rupiah, sementara generik bermerek atau orisinilnya bisa mencapai 30 ribu rupiah atau lebih untuk jumlah yang sama.                            

Satu Tanggapan to “OBAT GENERIK YANG BEREDAR DI INDONESIA”

  1. Permisi. Mau nanya nih. Tau ngga nama2 paten obat yg buat enzim gitu? Mohon infonya yaa:) makasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: