YANG MUDA YANG KORUPSI

            Sepertinya begitu sulit negeriku tercintaIndonesiaini terbebas dari borok yang namanya korupsi. Entah cara apa yang bisa ditempuh agar borok tersebut dapat disembuhkan dengan paripurna dari bumi ibu pertiwi. Masih terngiang di telinga saya pendapat yang dilontarkan oleh beberapa komentator terkenal negeri yang saya sudah tidak ingat persisnya siapa saja mereka. Inti dari pendapat mereka yang sering dibahas beberapa tahun lalu sekitar masa-masa awal reformasi yang mengatakan bahwa untuk membebaskanIndonesiadari korupsi, maka salah satu caranya adalah pemangkasan satu generasi. Generasi yang mereka maksud adalah generasi tua yang pada saat itu sedang memegang kendali di negeri ini. Diharapkan dengan mengganti generasi tua tersebut dengan generasi baru yang belum terkontaminasi dengan sifat korupsi, diharapkan jalannya pengelolaan Negara tercintah bisa bersih dan akuntabel.

            Menyaksikan beberapa peristiwa yang beberapa waktu terakhir ini selalu menjadi berita utama di media masa, membuat saya meragukan kebenaran dari pendapat para pengamat tersebut.  Ditetapkannya Angelina Sondagh baru-baru ini menjadi tersangka korupsi yang didahului oleh teman separtainya, Muhammad Nazaruddin, membuat saya menjadi pesimis akan terlepasnya Indonseia dari korupsi. Kedua orang tersebut bisa dikatakan generasi muda yang pada saat reformasi bergolak, belumnya duduk sebagai pejabat di negeri ini. Tetapi meskipun belum dijatuhi vonis bersalah oleh hakim, tetap saja status mereka sebagai tersangka, telah membuat stigma yang muda yang tidak korupsi menjadi meragukan. Terlebih lagi apabila yang ketua umumnya yang sampai saat ini masih berstatus yang namanya sering dikait-kaitkan dengan kasus korupsi tersebut terbukti terlibat, maka semakin lengkaplah kebobrokan negeriku tercinta ini.

            Yang muda yang korupsi sebetulnya juga telah diberitakan dengan massif pada masa-masa sebelumnya. Siapa yang berani menolak untuk mengatakan jika Si Gayus Tabunan si pengemplang pajak adalah generasi muda yang terbukti melakukan korupsi. Dengan golongan yang masih terhitung golongan bawah, dia telah berhasil memperkaya dirinya sendiri dengan menyalahgunakan posisinya di dirjen pajak, meraup uang milyaran rupiah. Kasus lain adalah ditemukanya banyak rekening gendut pegawai negeri sipil muda (PNS muda). Rekening yang jumlahnya sangat tidak wajar jika ditakar dengan kedudukan mereka di posisi pekerjaan. Lagi-lagi korupsi dilakukan atau disangka diperbuat oleh generasi muda.

            Yang menjadi pertanyaan saat ini di benak saya adalah, apakah banyaknya perbuatan korupsi yang saat ini membelit orang-orang muda dikarenakan tindakan pemangkasan saru generasi seperti yang diusulkan oleh banyak pengamat tersebut tidak jadi dilaksanakan? Sehingga generasi tua yang telah terlumuri oleh kebiasaan korupsi telah sempat menurunkan tabiat tersebut kepada generasi muda di bawahnya? Ataukan memang karena korupsi tersebut telah menjadi semacam budaya di negeri ini sehingga harus dipelihara secara turun temurun seperti halnya budaya-budaya lain? Tentunya yang terakhir ini semoga tidak benar. Tentunya kita berharap jika korupsi tersebut hanya dilakukan oleh oarng-orang yang hatinya telah kotor dan lupa bahwa apa yang mereka perbuat di dunia ini akan dipertanggung jawabkan di hari akhir kelak. Semoga lembaga-lembaga anti korupsi baik yang berstatus LSM atau instansi resmi Negara bisa dengan cepat dan tegas membersihkan para tikus-tikus korupsi dari negeriku tercinta. Semoga korupsi akan segera enyah dariIndonesiaagar kesejahteraan dan kemakmuran segera menyapa rakyatnya yang telah begitu lama hidup dalam kemelaratan dan penderitaan.

About these ads

4 Tanggapan to “YANG MUDA YANG KORUPSI”

  1. susah memang kalo mau bersikap jujur
    btw salam kenal bang/kak/mas/om

  2. benar shbt,….

  3. prihatin …. teganya mengambil hak orang lain…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: