Arsip untuk pengalaman jepang

PENGALAMAN MENEBUS RESEP DI APOTEK TOKYO ( bagian 2 )

Posted in Dunia Farmasi, informasi kesehatan with tags , , , , , on Februari 10, 2010 by yardapoteker

                  Hari ini saya  berkesempatan mengunjungi salah satu apotek yang ada di tokyo. Ini merupakan kali kedua bagi saya melihat apotek di Tokyo. Apotek ini berada di lokasi yang sama dengan apotek yang pertama kali saya kunjungi. Sama-sama berada di sekitar rumah sakit Showa University Hospital. Apotek ini lebih kecil dibandingkan apotek Tenryu ( apotek pertama ). Swalayan farmasi yang ada di apotek ini tidak sebesar apotek tenryu, di counter swalayan farmasi ini hanya terdapat pajangan beberapa produk yang tidak selengkap apotek tenryu.

              Ketika pertama kali masuk, apoteker yang ada di konter langsung menyapa dengan hangat. Selanjutnya proses pelayan resep relatif sama dengan proses yang ada di apotek tenryu. Yang berbeda adalah kalau di apotek terdahulu kami diminta untuk mengisi form yang ditulis dalam bahasa Jepang, di apotek ini diberikan form yang ditulis dalam bahasa Ingris. Sebelumnya apoteker tersebut sempat menanyakan kepada kami apakah kami bisa mengerti dan menulis dalam bahasa Jepang atau Inggris. Form yang diberikan kepada kami berisi tentang beberapa informasi sebagai berikut :

  1. Data pasien ( nama, alamat, no telepon, nasionality, jenis kelamin, umur )
  2. Riwayat pengobatan ( obat apa yang pernah diminum dan apakah kondisi memburuk setelah minum obat tersebut )
  3. Riwayat penyakit ( Penyakit apa yang sedang diderita : hipertensi, hipotensi, jantung, asma, TBC, hati, ginjal, diabetes )
  4. Riwayat alergi ( alergi obat, pyren, makanan, susu, telur )
  5. Apa sedang menggunakan obat lain ( jika iya sebutkan )
  6. Kondisi pasien jika ia perempuan ( lagi hamil atau menyusui )
  7. Jika pasien anak-anak ( berapa berat badannya )

                   Obat yang telah selesai dikerjakan lalu diserahkan kepada kami. Informasi yang ada menyertai obat tersebut sama dengan yang diberikan oleh apotek tenryu. Pada etiket yang berupa bungkusan kertas terdapat informasi tentang aturan pakai, jenis obat ( antibiotik ) dan jumlah hari pemakaian. Dan ada satu lembar lagi informasi yang diberikan kepada kami yang sama dengan apotek terdahulu. Di apotek yang kedua ini saya melihat terdapat empat orang apoteker yang sedang bertugas dengan mengenakan jas putih yang mirip dengan jas praktek laboratorium mahasiswa. Jas tersebut berukuran sepanjang betis.

JEPANG NEGERI SEJUTA BURUNG GAGAK

Posted in NEGERI SAKURA NEGERI SEJUTA JULUKAN with tags , , , on Januari 29, 2010 by yardapoteker

Entah kerena saya jarang bepergian ke kebun binatang selama di Jakarta atau memang karena tidak ada burung gagak di sana, maka pertama saya melihat burung gagak secara live yaa di Kawasaki Jepang. Kalau di Jakarta saya sering melihat burung merpati atau burung gereja beterbangan di lingkungan sekitar tempat tinggal, maka di lingkungan sekitar tempat tinggal saya di Kawasaki, saya dengan mudah dapat melihat dan mendengar suara burung gagak yaitu burung bewarna hitam pekat dengan paruh yang runcing dengan ukuran badan yang jauh lebih besar dari burung merpati.

Burung gagak sering kita dengar di cerita dongeng yang menggambarkan burung gagak sebagai burung yang setia dan menjadi kesayangan nenek sihir. Tidak hanya di Kawasaki, bahkan di sekitar Kampus saya di Shinagawa Tokyo, banyak juga ditemui burung gagak. Kita akan sering mendengar burung tersebut berbunyi dengan suaranya yang khas “ kak, kak, kak “. Burung ini sering juga mengacak-acak sampah di tempat sampah. Jepang memang negeri yang dihuni oleh sejuta burung gagak.

JEPANG NEGERI SEJUTA PEJALAN KAKI

Posted in NEGERI SAKURA NEGERI SEJUTA JULUKAN with tags , , , on Januari 28, 2010 by yardapoteker

          Jika kepada saya ditanyakan pertanyaan seperti ini ”Bangsa mana yang paling benyak menempuh perjalanan dengan mengunakan kaki di daerah perkotaan? “. Maka saya akan menjawabnya dengan tanpa ragu “ bangsa Jepang “. Dari apa yang sering saya lihat selama beberapa waktu tinggal di salah satu wilayah di negara Jepang, masyarakatnya sangat sering melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki. Kalau kita melihat iklan pada agen-agen penyewaan apartemen, salah satu informasi yang mereka cantumkan di dalam brosur tersebut adalah berapa lama jarak yang ditempuh dari apartemen ke stasiun terdekat dengan berjalan kaki.

          Dari rumah menuju stasiun jika jarak tempuhnya masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, sepertinya orang Jepang akan menempuhnya dengan jalan kaki. Jika cukup jauh, maka mungkin mereka akan menggunakan sepeda. Jika lebih jauh lagi baru mereka akan menggunakan bis. Pernah saya coba mengikuti beberapa orang Jepang yang ingin pergi ke tempat kerjanya di pagi hari, dan ada sebagian dari mereka yang melakukan jalan kaki selama 10 menitan untuk menuju stasiun kereta api. Jarak antara apartemen saya dengan stasiun terdekat kira-kira tujuh menit dengan jalan kaki. Dan sangat banyak masyarakat Jepang yang saya lihat datang dari tempat yang lebih jauh dari saya untuk menuju stasiun yang sama.

          Berjalan kaki dilakukan oleh semua kalangan. Tua, muda, anak-anak, cantik, ganteng, dari mereka yang bertampang seperti orang biasa sampai yang berpenampilan mirip manager juga senang berjalan kaki. Cara jalan mereka sangat cepat, mirip seperti saya melakukan joging di pagi hari. Cara mereka berjalan seperti orang yang sedang bergegas. Barang kali aktivitas jalan kaki ini yang membuat saya agak sulit menemukan orang Jepang yang memiliki penampilan seperti orang obesitas atau overweight. Umumnya orang yang saya temui di sepanjang perjalanan dari rumah ke kampus atau ke tempat lain memiliki bentuk badan yang ramping, padat dan berisi. Saya kira jumlah orang yang saya perhatikan tidak sedikit karena waktu tempuh saya setiap hari dari apartemen ke kampus satu kali perjalanan kira-kira 45 menit, dua kali transit dengan menggunakan tiga kereta api yang berbeda. Satu kereta api bisa terdiri dari lebih dari 10 gerbong. Jadi saya berani mengatakan bahwa Jepang adalah negeri dengan sejuta pejalan kaki.

JEPANG、 NEGERI SEJUTA STASIUN

Posted in NEGERI SAKURA NEGERI SEJUTA JULUKAN, pengalaman di negeri sakura with tags , , , , on Januari 27, 2010 by yardapoteker

Ada gula ada semut, ada kereta api tentu ada stasiun. Kalau kita ingin Berfoto-foto dengan latar belakang stasiun yang apik, maka saya sangat merekomendasikannya untuk berfoto di Jepang. Kenapa? Karena memang di Jepang gudangnya stasiun-stasiun yang memenuhi kriteria tersebut. Tidak sulit bagi kita mencari stasiun sekaliber stasiun gambir  Jakarta di Jepang.

              Stasiun menjadi salah satu tempat yang paling sibuk di Jepang. Stasiun juga menjadi pusat bisnis. Pusat-pusat perbelanjaan seperti pertokoan konvensional atau pasar modern banyak berdiri di daerah sekitar stasiun demikian pula dengan pusat pelayanan masyarakat milik pemerintah. Bahkan di dalam stasiun-stasiun yang menjadi tempat transit antar line alias stasiun besar, terdapat toko-toko yang menjajakan barangnya. Hampir semua pusat belanja yang pernah saya kunjungi berada di sekitar stasiun. Stasiun menjadi tempat yang paling banyak dilalui oleh masyarakat. Bahkan ada stasiun yang dikunjungi oleh penumpang sebanyak 2 juta orang rata-rata perhari. Jam operasional stasiun umumnya sampai jam 01 dini hari.

              Stasiun dirancang sedemikian rupa sehingga enak untuk disinggahi. Papan-papan informasi berkenaan dengan kereta api banyak terpasang di beberapa tempat. Iklan-iklan dari perusahaan bisnis ikut menghiasi interior stasiun. Penerangan sangat baik. Petugas yang ada memberikan pelayanan dengan ramah dan cekatan. Jika kita butuh informasi, tidak perlu sungkan untuk bertanya. Sistem penjualan tiket dilayani dengan mesin yang terdapat pada setiap pintu masuk. Berkenaan dengan pintu masuk, perlu diingat jika kita ingin bepergian dengan melewati stasiun, ingat juga nama pintu keluarnya. Barat, Timur, utara atau selatan agar tidak bingung nantinya. Pokoknya Jepang memang negara sejuta stasiun.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.