SUKA DUKA HIDUP DI NEGERI SAKURA ( bagian 2 ) Sarana transportasinya sudah tertata dengan sangat baik

Jika selama di Jakarta dan sekitarnya ( jabodetabek ) kita sering merasa kesal, stres, gerah, bahkan sampai mandi keringat karena harus terjebak dalam kemacetan jalan lalu lintas, suasana demikian sepertinya akan sulit kita temui di Tokyo Metro. Saya pilih Jabodetabek karena merupakan perbandingan yang sepadan ( apple to apple dengan tokyo metro ). Ibukota negara sama-sama berada di daerah ini.Tokyo metro saya pilih karena di sinilah saya tinggal sehingga informasi yang saya sampaikan merupakan apa yang saya ketahui.

              Sarana transportasi utama di Tokyo metro adalah kereta api. Perencanaan rail kereta apinya sudah sedemikian canggih sehingga membuat saya tidak berani untuk membandingkannya dengan kondisi rail kereta api di negeri kita karena sungguh sangat jauh tertinggal. Rail/ line kereta apinya sangat kompleks tapi tertata dengan rapi. Line tersebut mampu menjangkau seluruh bagian Tokyo Metro. Stasiun-stasiun dibangun dengan penuh perencanaan dan disertai oleh teknologi yang tinggi. Stasiun menjadi tempat yang sangat ramai dilalui oleh masyarakat bahkan salah satu stasiun tersibuk bisa disinggahi oleh 2 juta orang setiap harinya. Daerah di sekitar stasiun menjadi daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi favorit bagi banyak orang untuk bisa tinggal di sana.

              Gerbong kereta apinya sangat nyaman dilengkapi dengan kursi-kursi yang empuk dan bersih. Yang jelas tidak membuat kita gerah ( untuk yang terakhir perlu informasi lebih lanjut karena sampai saat saya menulis ini, di Jepang/ Tokyo Metro sedang musim dingin. Kalau ada perubahan di musin lain akan saya informasikan kembali ). Informasi tentang jadwal keberangkatan kereta api bisa dilihat di papan informasi yang di pasang di beberapa lokasi. Dalam kondisi normal ( bukan bencana alam ), kereta dipastikan akan datang dan sampai di tempat tujuan sesuai dengan jadwal. Pada jam-jam sibuk seperti jam berangkat dan pulang kerja/ sekolah, maka jadwalnya menjadi sangat padat bisa tiap 2 atau 3 menit. Di luar jam-jam sibuk jarak antara jadwal kedatangan dan keberangkatan menjadi lebih jauh bisa tiap 5 menit, 6 menit dan seterusnya. Asalkan kita paham dengan jadwal kereta, maka tidak ada alasan bagi kita untuk datang terlambat pada suatu acara atau kegiatan karena semuanya dapat diprediksi. Tidak seperti alasan klasik yang sampai saat  ini masih menjadi primadona bagi Warga jakarta yang selalu digunakan jika terlambat datang ke suatu acara yakni M A C E T. Pada jam-jam sibuk tersebut, jumlah penumpang kereta sangat banyak sehingga tentu saya lebih banyak yang berdiri dibandingkan yang duduk. Kondisi berdiri di saat-saat ini bisa sangat berdesakan tapi tentu saja kita masih bisa bernafas dengan nyaman dan masih bisa memastikan kalau kaki kita tetap berdiri di tempat yang seharusnya, tidak di atas kaki orang lain seperti yang sering terjadi di kereta Jabodetabek. Kenyamanan kereta masih tetap terasa.

              Masyarakat yang menggunakan kereta di Tokyo Metro sepertinya hampir dari semua kalangan. Tua, muda, cantik, tampan, berdasi, berjas, dan sebagainya. Pokoknya komplit,plit,plit. Pintu kereta dioperasikan secara otomatis. yang akan membuka ketika sampai di tujuan dan menutup saat akan berjalan. Dan tidak akan ada penumpang yang naik ke atap kereta. Di setiap stasiun akan ada banyak petugas yang siap membantu apabila kita dalam kesulitan. Ada yang bisa berbahasa Inggris, tapi jauh lebih banyak yang bisa bahasa Jepang.

              Untuk membeli tiket kereta, semuanya sudah dilakukan dengan mesin. Di depan gerbang masuk stasiun selalu ada mesin-mesin yang menjual tiket. Kita tinggal pilih rute dan membayar sesuai dengan harganya maka tiket akan keluar. Petunjuknya dalam bahasa Jepang dan ada sebagian yang dalam bahasa Inggris. Kalau kita menemukan kesulitan karena tidak mengerti caranya, kita bisa meminta bantuan pada petugas stasiun atau kepada masyarakat yang ada di sekitar kita ( calon penumpang lain ). Orang jepang sangat welcome jika dimintai bantuan.

              Jika kita menggunakan jalur kereta untuk sesuatu hal yang rutin seperti pergi ke kantor dari Senin sampai Jum’at atau Sabtu, sebaiknya kita menggunakan kartu langganan. Ada beberapa jenis kartu langganan antara lain SUICA, PASMO, dll. Dengan berlangganan ongkos kereta akan menjadi lebih murah jika dibandingkan dengan apabila kita membeli tiket setiap kali akan menggunakan kereta. Contohnya saya, tiap hari ke kampus ( Senin – Jum’at atau Sabtu ). Jika saya beli tiket tiap saat maka total ongkos yang harus saya bayar bisa mencapai 14.000 yen, tapi dengan berlangganan pakai kartu SUICA nilai yang harus saya bayar menjadi 9.450 yen ( kurs saat ini 1 yen = 100,14 rupiah ). Dengan kartu ini kita boleh bolak-balik sepuasnya sampai bosan pada jalur langganan kita ini tampa harus membayar lagi. Cukup dengan menempelkan kartu pada sensor yang ada pada pintu gerbang masuk stasiun kereta. Keuntungan lain dengan menggunakan kartu langganan adalah kita menghemat waktu untuk membeli tiket. Tapi kalau kita hanya menggunakan jalur tersebut sekali-sekali misalnya untuk jalan-jalan, tentu lebih baik dengan membeli tiket. Satu lagi keuntungan dengan kartu langganan adalah jika kita menunjukkan kartu pelajar ( mahasiswa S3 sekalipun ), kita akan diberi diskon sebesar 50%. Nilai yang sangat lumanyan. Anak-anak usia 6 tahun ke bawah tidak perlu membeli tiket alias gratis. Anak-anak yang lebih besar membayar separuh harga dewasa.

              Selain kereta di sini juga terdapat Bis. untuk bis saya belum pernah menggunakannya. Jumlah bis dari yang saya amati tidak terlalu banyak. Bisnya terlihat sama nyamannya dengan kereta.. Terminal bis biasanya ada di luar stasiun. Yang menggunakan bis biasanya orang-orang yang rumahnya cukup jauh dari stasiun. Terlalu jauh jika harus ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda, atau memang mereka tidak mau naik sepeda. Sarana transportasi lain yakni taksi tapi tarifnya mahal. Dari informasi yang pernah saya terima tarif buka pintunya sekitar 700 yen ( 70 ribuan ). Sopir taksi dan Bis di sini penampilannya keren-keren. Berjas dan berdasi, mirip dengan penampilan seorang manager atau direktur perusahaan di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: