SUKA DUKA HIDUP DI NEGERI SAKURA ( bagian 4 )

SUKA DUKA HIDUP DI NEGERI SAKURA ( bagian 3 )

Sarana perumahan sudah tertata dengan sangat apik

Kalau di Jabodetabek kita masih bisa menghitung dengan jari jumlah apartemen atau rumah susun ( tipe hunian dengan pengembangan ke atas ) dan akan kesulitan jika diminta untuk menghitung rumah dengan tipe pengembangan ke samping ( rumah berdiri sendiri ), maka kondisi terbalik akan kita jumpai di Tokyo metro. Sebagian besar masyarakat Tokyo metro tinggal di hunian seperti apartemen atau rumah susun. Hampir sejauh mata memandang, kita akan melihat jejeran aparteman atau rumah susun yang menampung jutaan masyarakat Tokyo Metro untuk tinggal di dalamnya. Rumah-rumah berdiri sendiri biasanya milik orang-orang kaya karena harga tanah di sini sangat mahal.

Apartemen atau rumah susun di Tokyo Metro sangat beragam. Dari segi ukuran ada yang sangat besar dengan jumlah unit yang banyak dan jumlah tingkat yang juga banyak, ada juga yang hanya terdiri dari dua tingkat dengan jumlah unit yang kurang dari sepuluh. Ada yang mewah ada pula yang sederhana dan ini tentunya akan sangat menentukan berapa harga sewa sebuah unit di apartemen. Unitnya ada yang terdiri dari satu ruangan, dua ruangan, dan seterusnya. Tiap-tiap unit minimal dilengkapi dengan fasilitas dasar sebuah tempat tinggal seperti air, listrik, dan gas. Ketika kita akan menyewa salah satu unit apartemen, maka fasilitas dasar tersebut dipastikan bisa digunakan. Untuk fasilitas lain seperti furniture dan peralatan memasak, pada sebagian apartemen bisa disediakan, lagi-lagi ini sangat tergantung dengan harga sewa sebuah apartemen.

Pembangunan hunian sangat tertata dengan apik. Jalan-jalan antar bangunan sudah dirancang dengan baik sehingga akses menjadi mudah. Biasanya di sekitar kawasan hunian tersebut selalu dilengkapi dengan lapangan terbuka yang bisa digunakan oleh umum sebagai tempat untuk bermain dan dilengkapi dengan beberapa sarana permainan anak-anak seperti ayunan, perosotan, gelantungan dan sebagainya. Kondisi apartemen atau rumah susun berbeda dengan rumah susun yang ada di Jakarta yang cenderung terkesan kumuh. Menurut informasi salah seorang teman saya, kecepatan air pada unit paling atas sama dengan kecepatan pada unit yang paling bawah. Sampai saat ini saya belum menemukan lokasi rumah-rumah kumuh seperti yang banyak dijumpai di Jakarta.

Untuk bisa menyewa suatu unit apartemen/ rumah susun di sini biasanya melalui  suatu agen. Agen-agen ini lah yang selalu menawarkan iklan-iklan tentang apartemen yang akan disewakan. Di daerah sekitar stasiun atau pusat keramaian bisa dijumpai agen-agen ini. Dalam lembaran iklan biasanya dimuat informasi tentang tipe unit ( ukuran, jumlah ruangan, alamat dan sebagainya ) serta harga sewa per bulan. Informasi yang penting juga diingat saat ingin mencari tempat tinggal adalah jarak dari apartemen ke stasiun. Semakin dekat jarak ke stasiun tentunya akan lebih baik. Informasi ini biasanya berupa berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berjalan kaki dari apartemen ke stasiun misalnya 10 menit jalan kaki ke stasiun A. Satu menit setara dengan 80 meter ( barangkali ini kecepatan rata-rata orang jepang berjalan setiap menitnya ). Lamanya waktu tempuh ini tidak termasuk waktu yang diperlukan untuk berhenti saat lampu merah ketika akan menyeberang jalan di persimpangan ( traffick light ). Disarankan ketika ingin menyewa suatu apartemen, calon penyewa melakukan uji coba dengan berjalan dari lokasi apartemen ke stasiun terdekat.

Harga sewa suatu apartemen sangat beragam, tergantung pada tipe apartemennya. Semakin bagus dan semakin dekat jaraknya ke stasiun atau pusat kota tentunya harganya semakin tinggi. Berdasarkan pantauan saya harga termurah 1 unit apartemen ukuran 1 kamar yang saya temui di iklan agen yaitu 30 ribu yen ( baru satu kali ketemu yang seharga ini ). Harga sewa lain bervariasi antara 56.000 sampai di atas seratus ribuan yen. Harga sewa apartemen yang saya tempati 57.000 yen dengan ukuran 1 kamar ( luas 14,5 m2 ) dilengkapi air, gas, listrik, kulkas kecil satu pintu, AC tampa tempat tidur. Saya beli tempat tidur lipat seharga 14,500 yen. Apartemen saya berjarak kira2 5 menit jalan kaki menuju stasiun yaitu di daerah kawasaki. Sedangkan harga sewa satu unit apartemen di stasiun dekat kampus saya di Tokyo rata-rata di atas 66 ribuan yen.

Untuk menyewa satu apartemen umumnya kita harus menyiapkan 3 sampai 5 kali nilai sewanya. Pengalaman teman-teman biasanya 4 kali. 1 x nilai sewa untuk komisi agen, 1 x sebagai uang kunci bagi pemilik apartemen, 1 x untuk jaminan dan 1 x untuk sewa bulan pertama. Uang jaminan bisa dikembalikan pada akhir sewa setelah diperhitungkan dengan kerusakan apartemen selama masa penyewaan. Dari informasi yang saya dengar, uang jaminan ini biasanya habis untuk keperluan perbaikan kerusakan selama kita menempati apartemen tersebut. Pembayaran air, gas, dan listrik menjadi kewajiban penyewa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: