PENGALAMAN MENEBUS RESEP DI APOTEK TOKYO ( bagian 2 )

                  Hari ini saya  berkesempatan mengunjungi salah satu apotek yang ada di tokyo. Ini merupakan kali kedua bagi saya melihat apotek di Tokyo. Apotek ini berada di lokasi yang sama dengan apotek yang pertama kali saya kunjungi. Sama-sama berada di sekitar rumah sakit Showa University Hospital. Apotek ini lebih kecil dibandingkan apotek Tenryu ( apotek pertama ). Swalayan farmasi yang ada di apotek ini tidak sebesar apotek tenryu, di counter swalayan farmasi ini hanya terdapat pajangan beberapa produk yang tidak selengkap apotek tenryu.

              Ketika pertama kali masuk, apoteker yang ada di konter langsung menyapa dengan hangat. Selanjutnya proses pelayan resep relatif sama dengan proses yang ada di apotek tenryu. Yang berbeda adalah kalau di apotek terdahulu kami diminta untuk mengisi form yang ditulis dalam bahasa Jepang, di apotek ini diberikan form yang ditulis dalam bahasa Ingris. Sebelumnya apoteker tersebut sempat menanyakan kepada kami apakah kami bisa mengerti dan menulis dalam bahasa Jepang atau Inggris. Form yang diberikan kepada kami berisi tentang beberapa informasi sebagai berikut :

  1. Data pasien ( nama, alamat, no telepon, nasionality, jenis kelamin, umur )
  2. Riwayat pengobatan ( obat apa yang pernah diminum dan apakah kondisi memburuk setelah minum obat tersebut )
  3. Riwayat penyakit ( Penyakit apa yang sedang diderita : hipertensi, hipotensi, jantung, asma, TBC, hati, ginjal, diabetes )
  4. Riwayat alergi ( alergi obat, pyren, makanan, susu, telur )
  5. Apa sedang menggunakan obat lain ( jika iya sebutkan )
  6. Kondisi pasien jika ia perempuan ( lagi hamil atau menyusui )
  7. Jika pasien anak-anak ( berapa berat badannya )

                   Obat yang telah selesai dikerjakan lalu diserahkan kepada kami. Informasi yang ada menyertai obat tersebut sama dengan yang diberikan oleh apotek tenryu. Pada etiket yang berupa bungkusan kertas terdapat informasi tentang aturan pakai, jenis obat ( antibiotik ) dan jumlah hari pemakaian. Dan ada satu lembar lagi informasi yang diberikan kepada kami yang sama dengan apotek terdahulu. Di apotek yang kedua ini saya melihat terdapat empat orang apoteker yang sedang bertugas dengan mengenakan jas putih yang mirip dengan jas praktek laboratorium mahasiswa. Jas tersebut berukuran sepanjang betis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: