MENIKMATI DETIK DEMI DETIK KEHIDUPAN ( first part )

Setiap manusia tentunya mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan adalah benda yang abstrak yang tidak bisa diukur dengan alat nyata. Kebahagiaan bersifat relatif, artiya hal yang sama bisa membuat sesorang menjadi bahagia tetapi tidak dengan orang yang berbeda. Kebahagiaan hanya dapat dirasakan dengan hati. Secara umum orang berfikir bahwa dengan memiliki harta melimpah maka mereka akan bahagia. Barang kali pendapat itu tidak salah tapi juga tidak sepenuhnya benar. Kalau kebahagiaan itu diukur dengan limbahan harta, maka timbul pertanyaan apakah kebahagiaan yang dirasakan oleh seseorang yang memiliki harta senilai 100 juta sama dengan 10 kalinya mereka yang punya harta 10 juta? Menurut saya jawabannya tidak. Terkadang justru orang yang memiliki harta yang lebih kecil merasakan kebahagiaan yang lebih besar dibandingkan kelompok yang lain. Kesimpulannya harta adalah salah satu sarana untukk meraih kebahagiaan tetapi bukanlah penentu utama kebahagiaan. Banyak contoh kehidupan yang merefleksikan hal ini, antara lain :

  1. Banyak orang kaya yang mengalami kehancuran rumah tangganya. Orang tua sibuk bekerja di luar rumah untuk mengumpulkan harta sehingga anak-anak tidak mendapatkan kasih sayang dari mereka. Anak-anak tumbuh dan berkembang tanpa kontrol sehingga menjadi anak-anak yang tidak punya pegangan hidup. Di sisi lain tidak sedikit pula yang berbahagia.
  2. Tidak sedikit keluarga yang kekurangan secara ekonomi mengalami kesembrautan dalam keluarga. Dalam upaya memenuhi tuntutan hidup ada sebagian yang memilih cara-cara yang tidak terpuji. Mencuri, berjudi, melacur dan sebagainya. Di sisi lain banyak juga yang tetap bertahan dengan keyakinan agama kuat untuk tetap hidup pada jalur yang benar
  3. Ada juga keluarga yang sederhana secara ekonomi yang juga mengalami ketidak bahagiaan hidup. Disi lain ada juga keluarga sederhana yang  rumah mereka selalui dihiasi dengan canda dan tawa anggota keluarga. Antara suami dan istri, antara orang tua dan anak dan antara kakak dan adik serta anggota keluarga lainnya. Anak-anak tumbuh dengan limpahan kasih sayang orang tua.

Dalam arti kata bahagia atau tidak bahagia bisa terjadi pada setiap orang dari berbagai kelas ekonomi. Kebahagiaan sepertinya lebih dominan ditentukan oleh keyakinan hidup seseorang dalam hal ini agamanya. Apabila agamanya baik, maka setiap permasalahan hidup yang dialaminya akan dia sikapi secara tenang. Mereka akan kembali kepada Tuhannya bahwa manusia wajib berupaya sesuai dengan kemampuan terbaiknya, dan segala hasilnya ditentukan oleh Tuhan. Hidup menjadi lebih indah dan bahagia jika setiap detik kehidupan kita diisi dengan upaya terbaik disertai dengan keikhlasan menerima segala ketetapan dari sang pencipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: