SEHAT ITU MAHAL

                Ketika tubuh kita masih segar bugar atau saat usia masih belia, barang kali kita tidak akan pernah berfikir mahalnya harga sebuah kesehatan. Karena secara umum penyakit akan mulai mengakrapi seseorang seiring dengan bertambah uzurnya usia. Usia-usia produktif atau usia muda adalah kondisi yang paling prima dalam kehidupan seseorang. Pada masa ini penyakit bisa dikatakan jarang menghampiri walaupun tidak mustahil. Karena toh banyak juga orang menderita penyakit di usianya yang masih sangat belia. Tentu saja ini merupakan kasus-kasus khusus.

                Kata mahal identik dengan nilai uang. Mahal berarti ada suatu harga tinggi yang harus dibayar. Terus timbul pertanyaan “ apa hubungannya sehat dengan mahal? Apakah benar sehat itu mahal?” Sekali lagi pertanyaan ini tidak akan terjawab ketika kita dalam keadaan sehat karena kita sering merasa bahwa sehat itu adalah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Mahalnya harga sebuah kesehatan baru akan terasa manakala sakit datang menyapa tubuh kita. Sakit di sini kita batasi saja dengan apa yang disebut penyakit fisik seperti sakit gigi, darah tinggi, kencing manis, diare, lepra dan banyak penyakit lainnya yang terus bermunculan. Dalam kondisi sakit seseorang akan berupaya untuk mendapatkan kesehatannya kembali. Segala cara akan dia tempuh untuk meraihnya. Mungkin dengan cara pengobatan tradisional ataupun modern. Mulai dengan pergi ke dukun, tabib, pengobatan alternative, maupun ke puskesmas, atau bahkan ke rumah sakit yang berlabel internasional. Untuk mendapatan sehat tadi, seseorang terkadang harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Bahkan untuk penyakit seperti kanker misalnya, uang yang harus dikeluarkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Itupun banyak kasus kanker yang tidak berakhir dengan kesembuhan melainkan kematian. Banyak pasien atau keluarganya harus menjual harta yang dimilikinya untuk membayar biaya rumah sakit. Apa bila kondisi seperti ini terjadi, barulah kalimat yang menyatakan bahwa sehat itu mahal menjadi sesuatu yang tidak bisa dipungkiri.

                Banyak penyakit-penyakit degenerative yang terjadi pada usia-usia senja merupakan hasil dari kebiasaan atau pola hidup yang kurang sehat di masa muda. Diantara penyakit-penyakit tersebut seperti kencing manis, darah tinggi, jantung, aterosklerosis, dan lain sebagainya. Penyakit-penyakit jenis ini pada umumnya memerlukan pengobatan jangka panjang yang berarti akan memperbesar pula biaya yang harus dikeluarkan. Ketika bekerja di salah satu apotek beberapa waktu lalu, saya menyaksikan betapa besarnya harga yang harus dibayar oleh pasien untuk membeli obatnya. Mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah untuk sekali menebus resep. Obat dengan harga tersebut terkadang hanya untuk persediaan setengah atau satu bulan. Beruntung bagi mereka yang biaya kesehatannya masih ditanggung oleh perusahaan tempat mereka bekerja atau oleh asuransi. Beruntung karena mereka tidak harus membayar harga obat itu sendiri, tapi tetap saja ada harga yang harus dibayar oleh pihak perusahaan atau asuransi. Bagi mereka yang biaya kesehatannya tidak ditanggunggung oleh instansi, penyakit menjadi sesuatu yang sangat menyiksa. Disamping rasa sakit yang diakibatkannya, juga uang yang harus disiapkan setiap kali melakukan pengobatan. Di sisi lain kualitas hidup yang menurun akibat penyakit yang diderita, turut mengurangi kemampuan untuk mendapatkan/ menambah pendapatan. Jadi ada dua hal yang menjadikan keterpurukan yaitu pengeluaran meningkat sedangkan pemasukan berkurang.

                Mengingat mahalnya harga sehat tersebut, maka langkah bijaksana yang harus kita lakukan sejak dini adalah melakukan upaya-upaya yang dapat mencegah timbulnya penyakit. Upaya tersebut antara lain melakukan olahraga secara teratur, konsumsi makanan yang bergizi baik, istrirahat yang cukup dan berkualitas tinggi, berupaya untuk selalu berfikiran positif, menghindari marah, iri hati dan sifat-sifat atau kebiasaan yang memancarkan energi negative lainnya, serta yang paling penting adalah lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT Sang Pencipta, Sang Pemilik kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: