KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SAW

Ketika melaksanakan sholat Jum’at di Balai Indonesia Jepang kemarin, Khatib menyampaikan khotbahnya tentang khotbah terakhir Rasulullah SAW. Bergetar rasanya hati ini mendengarkan khatib tersebut membacakan isi khutbah terakhir junjungan kita yang mulia tersebut. Rasa haru dan sedih yang dirasakan oleh umat Muslim yang hadir secara langsung mendengarkan khotbah beliu tersebut sempat mengiris hati ini. Khatib juga mengingat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah kepada jama’ah yang hadir ketika itu agar setiap mereka menyampaikan apa yang beliuu khotbahkan kepada umat muslim dan umat manusia lain. Untuk itu melalui blog ini saya ingin pula menyampaikan kepada saudara-saudara yang kebetulan membaca blog saya ini agar pesan nabi kita tersebut bisa terlaksana. Agar tidak salah menyampaikan maka isi khotbah beliau saya kutip dari situs yang saya cantumkan pada referensi. Semoga kita semua menjadi umat yang mendapat syafaat beliu di akhirat nanti, amin.

Khotbah Nabi Muhammad SAW untuk yang terakhir kalinya disampaikan pada 9 Zulhijjah Tahun10 Hijriah di lembah Uranah, Gunung Arafah. Hingga saat ini pada tanggal 9 Zulhijah menandai telah dimulainya ibadah haji, yakni menjalankan rangkaian ritus paling penting dari ibadah haji sebagai peristiwa ziarah terbesar dalam sejarah agama-agama.

Berikut petikan khotbah terakhir Rasulullah SAW:
Wahai manusia, dengarkanlah baik-baik apa yang hendak Ku katakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini. Oleh karena itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah kepada orang-orang yang tidak dapat hadir di sini pada hari ini.

Wahai manusia, sebagaimana engkau menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci.  Kembalikan harta yang diamanatkan kepadamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah engkau sakiti siapapun agar orang lain tidak menyakitimu. Ingatlah bahwa sesungguhnya engkau akan menemui Tuhan-mu dan Dia pasti membuat perhitungan atas segala amalan kalian. Allah telah mengharamkan riba, oleh sebab itu segala urusan yang melibatkan riba tinggalkan mulai sekarang.

Waspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agamamu. Dia telah putus asa untuk menyesatkan kalian dalam dosa besar, maka berjaga-jagalah supaya kalian tidak mengikutinya dalam dosa kecil.

Wahai manusia, sebagaimana kalian menpunyai hak atas isteri kalian, mereka juga mempunyai hak di atas kalian. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kalian maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kalian dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka karena sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kalian yang setia. Dan hak kalian atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kalian tidak sukai ke dalam rumah kalian dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia, dengarkanlah dengan sungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kalian, kerjakanlah ‘ibadah Haji’ sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahwa setiap Muslim adalah saudara atas Muslim yang lainnya. Kalian semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh.

Ingatlah, bahwa kalian akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggung- jawabkan di atas segala apa yang telah kalian kerjakan. Oleh karena itu waspadalah agar jangan sekali-kali kalian keluar dari landasan kebenaran setelah ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang setelahku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh karena itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kalian. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, yang sekiranya kalian berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah ya ALLAH, bahwa telah aku sampaikan risalah Mu kepada hamba-hamba Mu. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (referensi www.gp-ansor.org)

2 Tanggapan to “KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SAW”

  1. tulsan yang bagus…

  2. setelah saya membaca tulisan ini saya sangat terkesan sekali, mudah2 kita akan selalu mengingat dan melaksanakan apa yg sdh dilakukan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. pada kutbahnya yg terakhir Nabi juga menegaskan tidak akn ada lagi Nabi sesudah nabi Muhammad tp kl kita lihat sekarang ini ada saja org yang mengaku bahwa dia adalah Nabi Siapa yang salah dalam hal ini?. Apakah cuma dia atau sistem yang salah?? Marilah kita sama tetap dijalan ALLah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: