BAHAGIA VS IKHLAS

KEBAHAGIAAN, yaa kebahagiaan mungkin merupakan salah satu dari sedikit hal yang paling didambakan oleh setiap insan. Tidak ada satupun orang yang tidak menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Seorang ayah akan bekerja banting tulang demi kebahagiaan anak-anak dan istriya. Seorang istri akan melakukan hal-hal yang akan membuat anak-anak dan suaminya bahagia. Para pencari kerja rela mengantri untuk mengikuti proses wawancara demi menjemput kebahagiaannya. Orang rela melakukan perjalanan jauh ke tempat-tempat wisata untuk mendapatkan apa yang disebut bahagia. Intinya apapun akan dilakukan orang untuk mencapai kebahagiaan hidup. Bahkan ada doa sapu jagad yang sangat terkenal yang memohon kepada Allah SWT agar selalu diberi keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Timbul pertanyaan apa sebetulnya kebahagiaan itu ?

Apakah kebahagiaan itu identik dengan harta yang melimpah, ilmu yang banyak, terpenuhinya segala keinginan yang bersifat duniawi? Kalau bahagia linear dengan melimpahnya harta, apakah bahagia itu tidak pernah dirasakan oleh orang yang sederhana atau kekurangan secara materi? Rasanya tidak juga. Banyak tawa dan canda justru terdengar pada keluarga-keluarga yang tinggal di rumah-rumah sederhana. Sementara di sisi lain berita-berita yang mengenaskan justru datang dari keluarga berpunya. Jadi sepertinya salah kalau kita mengartikan kebahagiaan adalah materi yang melimpah. Kalau materi sebagai salah satu alat untuk meraih kebahagiaan bisa diterima, tapi bukan merupakan faktor utama.

Salah seorang motivator spritual ternama pernah mengatakan( atau lebih tepatnya mengingatkan karena tentunya ia juga mendapatkannya dari suatu sumber ) bahwa bahagia itu identik atau linear atau dekat dengan keikhlasan. Kebahagiaan akan datang dengan sendirinya jika seseorang melakukan segala aktivitas kehidupannya didasarkan dengan ikhlas. Ikhlas artinya tanpa pamrih. Ikhlas artinya melakukan sesuatu dengan segala kesungguhan dan disertai niat karena Allah sang pencipta. Seorang suami akan bahagia ketika ia ikhlas mencintai istrinya. Seorang istri akan menemukan kebahagiaan manakala ia menyayangi suaminya dengan ikhlas. Seorang karyawan akan menemukan kebahagiaannya ketika ia bekerja dengan rasa ikhlas. Seorang murid atau mahasiswa akan merasa bahagia ketika belajar dengan ikhlas. Guru atau dosen akan bergembira hatinya apabila mereka mengajar dengan ikhlas. Seorang manajer akan berbunga-bunga hatinya alias bahagia jika ia bekerja dengan ikhlas. Seorang ayah akan ringan langkahnya manakala rasa ikhlas menyertainya. Seorang ibu akan riang gembira melakukan pekerjaan rumah tangganya ketika keihklasan itu ada di hatinya. Yaa ikhlas adalah kata kuncinya. Sekali lagi ikhlas berarti melakukan sesuatu dengan penuh kesungguhan dengan hanya mengharapkan keridhoan dari Nya. SO BE IKHLAS  FIRST AND THEN BE HAPPY

 

Satu Tanggapan to “BAHAGIA VS IKHLAS”

  1. Memang ikhlas itu mudah diucapkan tetapi kadang amat berat untuk dilakukannya, oleh karena itu jika kita ingin belajar lkhlas BUANG JAUH2 semua kata yang bertolak belakang dengan arti ikhlas itu sendiri, semoga pelan namun pasti kita bisa merengkuh dan meraih apa itu IKHLAS , semoga……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: