BUNDA/ AMAK/ MAMA/ IBU adalah PREDIKET YANG MULIA

KASIH IBU SEPANJANG JALAN. Pribahasa ini sangat terkenal dan sering diucapkan. Peribahasa ini seratus persen benar adanya. Walaupun akhir-akhir ini ada saja kasus yang dimuat di media massa tentang bagaimana seorang ibu tega menjual anak bayinya, atau ada ibu yang tega menjual anak gadisnya. Kasus-kasus tersebut memang turut mewarnai dunia keibuan. Saya berharap kasus-kasus seperti ini sangat sedikit jumlahnya atau kalau bisa lambat laun bisa dinolkan. Bagi saya seorang  Ibu ( saya memanggilnya Amak ) tetap merupakan sosok yang mulia, sosok yang penuh dengan kasih sayang, seorang yang rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya, sosok yang rela menahan rasa lapar asalkan anak-anaknya kenyang, rela menahan dahaga asalkan anak-anaknya tidak kehausan, seorang yang selalu mendoakan ana-anaknya dalam setiap sholat dan do’anya, selalu bangun paling pagi demi mempersiapkan segala sesuatu demi buah hatinya, selalu siap menemani permata hatinya kemanapun dibutuhkan, sosok yang tidak pernah mengharapkan materi dari anaknya walaupun anak tersebut berkecukupan, sosok yang rela menghadang bahaya untuk melindungi anak-anaknya dan segala keikhlasan dan kemuliaan lainnya.

Sorga di telapak kaki ibu. Agama mengajarkan hal tersebut. Suatu kebenaran yang tidak mungkin kita sangkal. Semua orang jika ditanya kemana dia ingin dimasukkan pasti akan menjawab masuk surga. Sekasar apapun orang pasti dia akan takut dengan yang namanya neraka. Jika ingin masuk ke dalam kelompok penghuni sorga maka kuncinya adalah memuliakan ibu karena di dalam restunya lah sorga itu berada. Banyak kisah-kisah di zaman Rasulullah SAW yang mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memuliakan seorang Ibu. Ketika beliau ditanya oleh salah seorang sahabat tentang siapa orang yang harus dimuliakan dalam hidupnya, Rasulullah menjawab pada waktu itu Ibumu sebanyak tiga kali berturut-turut dilanjutkan dengan ayahmu pada urutan keempat. Betapa beliau menggambarkan mulianya prediket seorang ibu.

Betapa besar jasa seorang ibu ( Amak ) bagi kehidupan seorang anak. Sembilan bulan dalam kandungannya, sekian tahun dirawatnya sampai datang masa dimana anaknya harus berumah tangga. Anak wanita ia serahkan kepada suaminya sedangkan anak laki-lakinya ia titipkan tanggung jawab untuk membina menantu dan cucu-cucunya. Sampai di situkah kasih seorang Ibu? Ternyata tidak. Ketika anaknya menemukan kesulitan hidup dalam berumah tangga, ibu akan menjadi orang pertama yang siap memberikan pertolongan. Saat cucunya lahir, ibu pula yang paling sibuk mengurusi anak dan cucu barunya. Seperti pepatah di awal bahwa kasihnya sepanjang masa.

Bagi kita selaku seorang anak, marilah kita berbakti kepada ibu. Jangan pernah kita menyakiti hatinya. Jagalah perasaannya agar selalu merasa bahagia. Marilah kita berkata dengan sopan di hadapannya. Marilah kita merawatnya di masa-masa tuanya. Sayangilah ia seperti ia menyayangi diri kita sejak masa kecil kita. Mari kita do’akan ia dalam setiap sholat dan do’a kita. Kalau beliu jauh dari kita secara fisik, mari kita selalu menjaga kontak dengannya. Betapa senangnya hati seorang ibu ketika anaknya yang jauh menyapanya baik melalui telepon atau surat. Mari kita menanggung kehidupannya secepat dan semampu kita. Bukankan Rasulullah pernah bersabda bahwa seorang anak laki-laki walaupun sudah bekeluarga adalah milik ibunya baik jiwanya maupun hartanya sementara seorang anak perempuan yang telah bersuami maka harus atas seijin suaminya. Alangkah indahnya hidup manakala sepasang suami istri saling mengingatkan pasangannya untuk selalu berbakti kepada ibu baik ibu kandung maupun ibu mertua. Yaa Allah aku ingin menjadi anak yang selalu mendapatkan restu dari ibu dan berikanlah aku kesempatan untuk bisa merawatnya langsung dengan tanganku.

 

3 Tanggapan to “BUNDA/ AMAK/ MAMA/ IBU adalah PREDIKET YANG MULIA”

  1. boleh minjem tulisannya?, buat catatan di facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: