MUSUH DARI MUSUHKU ADALAH TEMANKU ( IBLIS MUSUH ABADI MANUSIA )

Benar kata syair lagu yang menyatakan bahwa hidup ini adalah perjuangan. Begitu pula tentunya dengan apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa perjuangan melawan hawa nafsu akan tetap berlangsung sampai ajal menjemput seorang anak manusia. Perjuang melawan nafsu bisa berlangsung pada setiap detik kehidupan manusia. Hal ini disebabkan oleh adanya makhluk yang bernama Iblis atau Syetan. Misi dari makhluk tersebut adalah bagaimana mencari teman sebanyak-banyaknya agar bisa bersama-sama dengannya nanti di akhirat kelak di dalam neraka. Makhluk ini tidak akan berhenti berupaya untuk menggoda manusia agar ingkar kepada Allah dan mengikuti jalannya. Setiap helaan nafas kita selalu menjadi incarannya. Rasulullah pernah berkata bahwa iman seseorang akan bergerak fluktuatif, kadang naik ataupun turun. Ketika godaan Iblis bisa diatasi maka imanseseorag  cenderung naik dan sebaliknya manakala rayuan syetan lebih kuasa terhadap diri manusia, maka saat itulah imannya akan turun. Jadi perjuangan terberat bagi manusia adalah melawan hawa nafsu dunia yang sengaja dikipas oleh musuh abadi umat manusia ini.

Iblis dan syetan adalah musuh abadi dan nyata bagi manusia. Ada kalimat yang mengatakan bahwa musuh dari musuhku adalah temanku. Kalau kalimat ini kita bawakan ke dalam konteks hubungan antara manusia dan syetan, maka jelaslah bahwa seluruh manusia di dunia ini tanpa memandang dari mana mereka berasal adalah bersaudara. Kenapa? jawabannya adalah karena kita memiliki musuh yang sama yaitu Iblis atau syetan. Sehingga ketika kita mungkin merasa kesal saat melihat manusia lain berbuat sesuatu yang tidak pantas baik menurut ukuran manusia terlebih lagi menurut standar agama, maka sebenarnya kita harus merasa kasihan dan prihatin karena sebenarnya orang tersebut sedang berada dalam pengaruh musuh abadi bersama kita. Tidak semestinya kita membencinya, memperkunjingkannya, atau menjauhinya. Kenapa ? karena dia teman kita yang ada dalam pengaruh musuh kita. Langkah terbaik yang harus kita lakukan tentunya melindungi teman tersebut dari pengaruh musuh kita. Kalau kita tidak bisa menegurnya secara langsung, maka tidak salah kalau kita selalu mendoakannya agar teman kita tersebut dibukakan mata hatinya oleh Allah dan segera tersadar bahwa dia sedang di dalam pengaruh musuh abadinya. Tentu sangat tidak bijaksana kalau kita malah mempergunjingkan teman kita tersebut tanpa melakukan langkah-langkah yang bisa menariknya kembali ke jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Sekali lagi karena memilikii musuh yang sama maka kita manusia adalah bersaudara.

Etika dalam sebuah persaudaraan atau pertemanan tentu saya harus selalu  kita pegang. Seorang akan senang ketika melihat temannya bahagia. Ia akan gundah manakala menyaksikan temannya menderita dan bukan sebaliknya. Seorang teman akan selalu siap mengulurkan tangannya ketika temannya memerlukan bantuannya. Ia akan turut merasakan sakit di saat temannya merasakan kepiluan. Kebahagian dan kesenangan yang ia rasakan ingin juga di bagi kepada temannya. Sementara ketika dirinya sendiri sedang dalam kesusahan ia tidak ingin kesusahan tersebut menghampiri temannya. Alangkah indahnya kehidupan ini jika rasa persaudaraan dan etikanya bisa terjaga dalam hubungan sesama manusia. Tidak akan ada pertengkaran, kericuhan, kemiskinan dan penderitaan. Mari kita selalu mengingat bahwa manusia adalah bersaudara karena memiliki musuh yang sama yaitu Iblis  atau syetan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: