OBAT ANTIBIOTIK HARUS DIGUNAKAN SECARA TEPAT

Salah satu kelompok obat yang paling banyak diminum/ digunakan oleh masyarakat adalah antibiotik. Antibiotik ini sepertinya sudah dikenal baik oleh khalayak umum. Walau secara nama sudah dikenal tetapi beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa ternyata masih banyak terjadi penggunaan yang salah atau tidak tepat dari obat jenis ini. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa saat ini banyak bermunculan kuman-kuman yang sudah resisten terhadap beberapa jenis antibiotik. Apakah antibiotik itu ? Apa yang harus diperhatikan ketika kita menggunakan obat kelompok ini? Pertanyaan-pertanyaan seputar antibiotik ini barang kali sering muncul di tengah-tengah masyarakat terutama yang awam dalam dunia kesehatan.

Secara sederhana antibiotik dapat diartikan sebagai kelompok obat yang penggunaannya ditujukan untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh kuman dikenal dengan istilah penyait infeksi, misalnya infeksi saluran nafas, infeksi saluran kencing, infeksi hati dan lain sebagainya. Penyakit-penyakit jenis ini akan cepat disembuhkan apabila kuman yang menyebabkannya dapat dibunuh dengan tuntas disamping pengobatan yang dilakukan terhadap efek-efek ikutan yang ditimbulkannya seperti batuk, rasa nyeri dan lain-lain. Berbeda dengan penyakit yang tidak disebabkan oleh kuman seperti hipertensi, penyakit infeksi bisa dengan cepat berkembang menjadi parah. Hal ini disebabkan karena kuman sebagai penyebabnya merupakan makhluk hidup yang dapat berkembang biak. Perkembangbiakan kuman ini sangat luar biasa cepatnya hanya dalam hitungan menit atau jam. Dengan semakin banyaknya kuman di dalam tubuh akibat beranak-pinak, maka kemampuannya untuk menimbulkan sakit akan bertambah besar pula. Maka langkah utama untuk pengobatan penyakit infeksi ini adalah bagaimana membunuh kuman ini dengan segera. Dan obat yang dapat membunuh kuman atau menginaktifkannya disebut dengan antibiotik.

Ketika kita mengkonsumsi antibiotik, maka yang harus kita sadari adalah kita saat itu sedang berperang melawan kuman penyebab sakit. Jika senjata yang kita gunakan tepat dan cukup jumlahnya, maka kuman tersebut akan bisa dibasmi. Tepat di sini maksudnya adalah pemilihan antibiotik yang benar. Kuman tidak hanya satu macam melainkan berbagai macam, begitu pula dengan antibiotik. Kuman A bisa dibasmi dengan antibiotik M tapi tidak dengan antibiotik W. Antibiotik B yang bisa membunuh kuman A belum tentu bisa membunuh kuman C. Jadi pemilihan antibiotik yang tepat perlu menjadi perhatian. Selanjutnya tepat jumlahnya. Misalnya untuk membunuh 100 kuman berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap suatu antibiotik diperlukan 10 tablet. Maka ketika kita hanya meminum 6 tablet saja, maka keseratus kuman tersebut tidak akan mati semuanya, barangkali hanya 60, 70, atau jumlah lainnya. Sisa kuman yang masih hidup akan bisa berkembang biak kembali dan menyebabkan sakit kembali. Dan satu lagi hal yang spesifik dari kuman adalah mereka bisa membentuk zat anti terhadap obat yang sebelumnya bisa membunuh kuman jenisnya. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kuman-kuman yang resisten.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang mengkonsumsi antibiotik. Pertama pemilihannya obatnya harus tepat. Ini tentu hanya bisa dilakukan oleh ahlinya melalui proses diagnosis atau pemeriksaan laboratorium yakni oleh dokter. Yang kedua tepat dosis dan jumlah obat seperti yang digambarkan sebelumnya. Ketiga antibiotik harus diminum pada frekuensi dan jarak waktu yang tepat. Hal ini bertujuan agar jumlah obat yang masuk atau terserap ke dalam darah memadai jumlahnya untuk membunuh kuman. Keempat menggunakan obat antibiotik secara tuntas. Secara umum biasanya selama 3 sampai 5 hari, tapi pada kasus-kasus tertentu pengobatan bisa lebih lama. Yang terakhir harus waspada terhadap efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh obat tersebut. Efek samping lumrah terjadi pada penggunaan obat. Efek ini tidak terjadi pada semua orang. Efek samping bisa bersifat ringan, sedang maupun berat. Dengan mewaspadai terhadap terjadinya efek samping ini, maka kekhawatiran bisa ditekan dan tindakan cepat bisa diambil jika efek samping tersebut bersifat berat atau mengganggu.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: