PROGRAM PENDIDIKAN FARMASI DI JEPANG ( Showa University )

Apa yang akan saya tuliskan ini berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari salah seorang Sensai muda yang saat ini hampir menyelesaikan program PhD nya di laboratorium yang sama dengan saya. Barang kali informasi yang akan saya sampaikan ini masih jauh dari lengkap tapi tidak apa, sekedar menambah wawasan. Pendidikan farmasi belum beberapa lama ini mengalami perubahan yang mendasar. Tahun ini merupakan tahun kelima pelaksanaan kurikulum yang baru.

 

Program pendidikan farmasi sebelumnya berlangsung selama 4 tahun. Artinya setelah menyelesaikan empat tahun masa pendidikan farmasi, para lulusan bisa mengikuti ujian untuk mendapatkan lisensi sebagai farmasis. Ujian ini mereka sebut National Licence Exam. Tahun ajaran baru dimulai pada bulan April. Mahasiswa tingkat empat ( setara semester 7 ) akan mulai memasuki laboratorium untuk melaksanakan eksperimen penelitian. Setelah eksperimen selesai tentunya mereka harus mempertanggungjawabkan hasil yang mereka dapatkan untuk bisa lulus pada ujian akhir program.

 

Saat ini setelah mengalami perubahan, program pendidikan farmasi berlangsung selama enam tahun. Pada awal tahun keempat ( P4 ), yakni pada bulan April mahasiswa akan mulai melaksanakan eksperimen di Laboratorium sampai bulan Oktober ( kira-kira satu semester ). Setelahnya selama satu semester berikut, mereka kembali belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi dua jenis ujian pada bulan Desember dan Januari. Ujian ini mereka sebut OSCE ( singkatan dari ? ), yakni ujian berupa uji kemampuan teknis yang antara lain terdiri dari uji kemampuan dalam hal dispensing ( pembuatan sirup, powder ) dan juga uji kemampuan dalam memberikan konseling yang dilaksanakan pada bulan Desember . Sementara pada bulan Januari ujiannya disebut CBT ( computer based test ). Jika mereka lolos dalam ujian ini maka mereka bisa melanjutkan pada tingkat 5 ( P5 ), jika tidak lulus maka mereka harus menunggu ujian tahun depan. Pada P5, mahasiswa akan melaksanakan praktek klinik di dua tempat yakni selama 2,5 bulan di rumah sakit dan untuk waktu yang sama panjangnya di apotek ( community pharmacy ). Pada tahun ke enam ( P6 ), mahasiswa akan kembali belajar baik berupa belajar di kelas atau PBL ( problem based learning ). Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan diri mahasiswa menghadapi National Licence Exam tadi.

 

Sementara untuk program magister di sini ada dua penjurusan yakni Clinical Course dan Basic Science Course. Pada jurusan yang pertama, di tahun satu mereka akan belajar di kelas atau PBL dari bulan April sampai Agustus dan mulai Oktober sampai Maret mereka akanmelakukan praktek klinis. Praktek klinis dilaksanakan di dua tempat yakni rumah sakit selama 10 minggu dan di apotek selama 2 minggu. Pada tahun kedua yakni dimulai pada bulan april, mahasiswa akan melakukan eksperimen di laboratorium selama satu tahun berupa basic science experiment. Untuk jurusan basic science course, mahasiswa langsung melakukan eksperimen di laboratorium selama dua tahun. Tentunya bobot eksperimen jurusan ini lebih berat dibandingkan clinical course.

 

Untuk saat ini hanya demikian informasi yang saya ketahui berkenaan dengan program pendidikan farmasi di Jepang. Informasi akan terus saya update ketika ada hal-hal yang baru yang saya ketahui. Semoga bermanfaat.

3 Tanggapan to “PROGRAM PENDIDIKAN FARMASI DI JEPANG ( Showa University )”

  1. Weeh lama juga ya, padahal di indonesia rata2 lulusan farmasi antara 3,5 sampai 4 tahun

  2. thanx infonya pak.
    it’s a very nice blog.
    kalo mahasiswa asing mw ambil magister basic science course’a itu, b’arti tidak menuntut kemampuan bahasa jepang khan ya’??

    • Di laboratorium saya ada mahasiswa magister yang mengambil basic science, selama masa studinya memang dia hanya bekerja di laboratorium. Komunikasi diperlukan saat melakukan presentasi tentang perkembangan riset. Jadi kalau sensei pembimbingnya tidak ada masalah dengan bahasa Inggris, sepertinya kemampuan bahasa Jepang mungkin tidak mendesak sifatnya. Saat ini saya sedang mempelajari tentang In vitro in vivo correlation ( IVIVC ). tks for visiting this blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: