HARGA SEMBAKO DI JEPANG

Pasti kita sangat butuh dengan yang satu ini ( yang sembilan ini? ), tidak perduli dimanapun kita berada. Apakah kita tinggal di Tegal, Ngawi, Ujung Berung, Tokyo, London, atau di tempat-tampat lain, si sembako ini akan selalu menyita sebagian fikiran kita. Sulit bagi kita untuk melakukan aktifitas lain jika ia tidak hadir di dapur atau lebih tepatnya lagi di meja makan ketika telah diolah. Yaa SEMBAKO begitu beharganya, begitu powerfulnya, ia bisa mendorong orang atau masyarakat berdemonstrasi manakala harganya sulit untuk dijangkau. Barangkali kalau tidak kesembilan-sembilannya, beberapa komponennya pasti merupakan bagian dari kebutuhan pokok masyarakat di negeri manapun. Karena kita masyarakat ibu pertiwi, maka biasanya walau berada di negeri yang jauh, lidah dan rasa cenderung untuk tetap Indonesia ( ? ).

Mungkin karena sesama negara Asia, atau mungkin karena pengaruh globalisasi, maka di Jepang cukup tersedia bahan-bahan sembako yang walau tidak sama persis tapi banyak yang mirip dengan Indonesia. Memang menu makanan mereka menurut saya sangat jauh berbeda dengan kita, terutama bumbu-bumbunya. Bagi yang pernah makan di restoran Jepang barangkali sudah mengetahuinya. Kita tidak perlu khawatir untuk tidak makan nasi di Jepang karena orang Jepang juga menkonsumsinya walaupun bukan merupakan hal yang utama untuk mereka. Mereka menyebutnya ‘KOME’. Daging, ikan, ayam tentunya juga dengan mudah bisa didapatkan. Sayur-sayuran pastinya juga banyak walaupun jenisnya berbeda dengan sayuran Indonesia. Kalau kita doyan dengan  sayur kankung, bayam atau daun kelor, maka memang harus bersiap-siap untuk berpuasa dalam memakan sayuran tersebut karena di Jepang mungkin tidak ada ( atau saya yang belum menemukannya ? ). Bawang merah di sini walaupun berbeda dengan yang ada di Indonesia karena memiliki ukuran yang jauh lebih besar, tapi rasa dan baunya sama persis. Ukurannya bisa sebesar apel fuji atau gala. Bawang putih lebih mudah ditemukan. Minyak sayur juga tersedia.

Bagaimana dengan harganya? Barang kali ini yang menarik perhatian  baik bagi kaum ibu yang berencana untuk tinggal beberapa waktu di Jepang atau kaum bapak yang berencana untuk masak sendiri karena khawatir akan kemahalan Jepang yang sangat terkenal itu. Yang pasti dengan memasak sendiri, biaya hidup dari segi konsumsi jauh lebih irit. Harga bahan makanan antara satu toko dengan toko lain, antara satu wilayah dengan yang lain  terkadang bisa berbeda cukup jauh, jadi jangan segan-segan untuk mencari dan mensurvei tempat yang paling ekonomis. Berikut harga-harga beberapa sembako di tempat dimana saya sering berbelanja di salah satu toko di daerah Kawasaki ( masih bagian Tokyo Metro ).

  • beras per 10 kg    2880 yen, 3480 yen, 3180 yen
  • beras per 5 kg   1680 yen, 1580 yen
  • beras per 2 kg  840 yen, 980 yen
  • minyak sayur 1 liter 238 yen
  • minyak sayur 1 kg 278
  • gula pasir 1 kg 268 yen
  • garam 0,5 kg 168
  • mie bungkus isi 5 =298 yen
  • kentang per 100 gram 25 yen, 35 yen
  • wortel ukuran besar per 3 buah  129 yen
  • ayam 1 kg 398
  • hati ayam 1 kg 298
  • telur ayam per 10 butir 99 yen, 238 yen, 138 yen, 188 yen
  • coca-cola 1500 ml 178 yen
  • susu sapi segar kotakan 1 L 139 yen, 149 yen, 168 yen, 178 yen, 210 yen ( susu bubuk sangat sulit ditemukan )
  • sayur sawi ukuran besar kira 2 kg 100 yen, 150 yen, 200 yen
  • sayuran lain per ikat 100 yen – 160 yen

note : 

  •  kurs 1 yen kira Rp 100
  • pesan beberapa teman jangan sekali-kali merupiahkan belanjaan kita karena income yang kita dapatkan dalam yen, karena kalau dirupiahkan tentu saja nilainya menjadi mahal
  • bagi yang memerlukan makanan halal, juga terdapat toko-toko halal di beberapa tempat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: