MENGENAL PROFESI APOTEKER

          Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menonton salah satu acara di Metro TV. Saya lupa nama acaranya tetapi yang saya ingat bahwa acara tersebut merangking 10 profesi yang dikenal dengan baik dan dianggap baik oleh masyarakat berdasarkan survey yang dilakukan oleh stasiun televisi tersebut. Kesepuluh profesi itu diurut dari yang paling banyak dipilih oleh responden ke yang paling sedikit. Profesi seperti dokter, pengacara, guru, dosen, dan enam profesi lainnya masuk ke dalam daftar tesebut. Yang membuat saya cukup sedih adalah ternyata profesi apoteker/ farmasis tidak termasuk satu diantara sepuluh profesi tersebut. Saya jadi berfikir apakah profesi ini belum banyak dikenal atau sama sekali tidak dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu melalui tulisan ini, saya mencoba untuk mengulas sedikit tentang profesi ini.

 

           Apoteker atau ada yang menyebutnya dengan farmasis merupakan salah satu dari profesi kesehatan. Kalau mendengar kata apoteker, barang kali yang terlintas dalam banyak benak orang adalah apotek karena memang kata yang terakhir ini sudah sangat dikenal luas. Untuk menjadi seorang apoteker, maka setelah menamatkan sekolah menengah atasnya ( SMU atau SMF/ Sekolah Menengah Farmasi atau yang sederajat ), seseorang harus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dengan memilih jurusan/ program studi  FARMASI. Lamanya pendidikan di program studi  ini adalah selama 4 tahun atau 8 semester. Setelah menyelesaikan studi yang setara dengan Strata 1/ S1 ini dan mendapatkan gelar Sarjana ( sekarang sarjana farmasi ), maka langkah selanjutnya adalah mengambil kuliah profesi selama 1 tahun atau 2 semester. Baru setelah kuliah profesi ini diselesaikan, seseorang berhak menyandang profesi apoteker yang sebelumnya harus mengucapkan sumpah profesi di hadapan pemuka agama yang didatangkan dari instansi berwenang.

 

          Selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, baik untuk tingkat sarjana maupun profesi, seseorang akan lebih banyak mempelajari tentang obat dan segala sesuatu yang terkait dengannya. Mulai dari bahan baku obat, proses pembuatan obat menjadi produk obat yang bisa digunakan oleh masyarakat, kegunaan atau khasiat obat, cara penggunaan obat, efek samping dari obat, dan lain sebagainya. Pendek kata segala sesuatu yang berkaitan dengan obat dipelajari sebelum menyandang profesi apoteker. Sehingga apoteker merupakan profesi yang seharusnya memiliki pengetahuan yang paling luas tentang obat.

 

          Dimanakah profesi apoteker bisa dijumpai ? Sesuai dengan peraturan tentang kefarmasian, maka profesi ini bisa mengabdikan profesinya di beberapa tempat. Tempat yang paling banyak menampung apoteker adalah apotek. Sesuai dengan peraturan pemerintah, apotek harus dibawah tanggung jawab seorang apoteker. Di Indonesia, satu apotek pada umumnya memiliki satu apoteker, kecuali pada beberapa apotek besar. Berbeda dengan di Jepang dimana dalam satu apotek bisa terdapat 10 atau lebih apoteker tergantung pada besar kecilnya apotek. Di apotek Indonesia, dalam menjalankan tugasnya, seorang apoteker dibantu oleh beberapa tenaga teknis seperti asisten apoteker ( lulusan SMF atau Akademi Farmasi ), juru racik ,kasir atau tenaga lainnya. Di tempat ini seharusnya apoteker lebih banyak berkomunikasi dengan pasien yang menebus obat. Kenapa komunikasi apoteker sebagai tenaga ahli di bidang obat dengan pasien diperlukan? Jawabannya adalah karena banyaknya persoalan-persoalan yang terkait dengan obat. Mulai dari aturan penggunaan, efek samping obat, interaksi obat, kepatuhan pasien dan lain sebagainya. Banyak penelitian yang telah dipublikasikan terkait masalah-masalah ini. Jadi ketika kita sebagai pasien menebus obat di apotek, ada baiknya kita meminta untuk berkonsultasi dengan apoteker. Kalau apotekernya tidak ada di tempat, silahkan buat janji atau jika memungkinkan bisa berkomunikasi lewat telepon dan sebagainya.

 

          Selain di apotek, apoteker juga banyak bekerja di rumah sakit, tepatnya di bagian instalasi farmasi. Bidang tugasnya kurang lebih sama dengan di apotek, bedanya apotek ini berada di dalam instansi rumah sakit. Selain itu apoteker juga bekerja di pabrik produsen obat. Sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa bagian produksi dan riset pabrik obat harus di bawah tanggung jawab apoteker. Apoteker juga banyak bekerja di bidang pengawasan obat seperti Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan ( BPOM ). Produsen kosmetik juga menjadi lahan kerja bagi apoteker. Karena kosmetik juga bidang studi yang dipelajari cukup luas di perguruan tinggi farmasi. Kosmetik disamping bertujuan untuk estetika, ada juga yang bertujuan sebagai terapi atau pengobatan.

17 Tanggapan to “MENGENAL PROFESI APOTEKER”

  1. menurut saya belum dikenalnya profesi farmasi krn mmg kita belum berbuat byk untuk masyarakat. Salut..mkn bagus aj nich tulisannya…

  2. Tapi tema gambarnya kok penuh misteri ya, apa penulis jg org yg penuh misteri..?

  3. afni rida Says:

    benar skli saya jg sangat menyayangkan krena tdk sdkit masyarakat yg tidak mengenal apoteker pdahal apoteker sgat berperan pnting trhadap kshatan masyarakat.
    smg aj indonesia akan scpatnya menjlni no farmasi no service agar para apoteker bs menunjukkan peran nya dan bs bermanfaat bg masyarakat byak

  4. Diperlukan tenaga Apoteker untuk Kepala Produksi Produk Natural. Penempatan di Kuta Bali. Menyukai produck development produk alami. Diutamakan yang mempunyai pengalaman di pembuatan produk kosmetik. Kirim CV dan gaji yang diharapkan ke spa_soap@yahoo.co.id

  5. menurut saya profesi apoteker kurang dikenal mungkin karena apotekr kurang interaksi langsung pada pasien,selama ini kan pasien sering berinteraksi dengan dokter dan perawat saja. penerapan pharmaceutical care -nya kurang..

    • Saya setuju dengan mb eka, pharmaceutical care yang dijalankan dengan baik akan menjalin interaksi yang baik antara apoteker dengan pasien dan tentunya akan berimbas terhadap interaksi dengan tenaga kesehatan lain

  6. kebijakan dan kewenangan pelayanan kesehatan di indonesia masih carut-marut, masih adanya dominasi kekuatan politis dan kekuatan organisasi profesi ttt, kepentingan golongan masih mengakar…hal ini perlu waktu lama dan butuh perjuangan

  7. sama sedihnya..sy di rs pemerintah…kesan apoteker adalah tukang cari diskon obat…plus pencari sponsorship kalau ada acara…yah maklum….lebih byk ngurus duit belanja obat yg lebih ‘terasa’ …boro2 mikir klinisi pasien…dispensing obat saja ogah2an…gimana mau phamraceutical care…cape de.

  8. yulisti dwi Says:

    menurut saya bahwa profesi apoteker tidak termasuk 10 dftar profesi yg di anggap kurangbaik kurang benar soalnya saya sebagai mhasiswa jurusan farmasi mendaptkan pengajarn bahwa profesi apoteker dalam posisi ke 2 bahkan ke 1 d tahun yg tepatnya sya lupa lagi, kurang d kenalnya profesi apoteker soalnya apoteker dulu lebih banyak bekerja d belakang layar,yg berperan penting dalam penyembuhan pasien sebenarnya apoteker, sekarang peraturan mengenai apoteker di benahi, apoteker tidak hany bekerja d belakang layar, dan tidak semata – mata bekerja hanya mementingkan nilai komersialya,,,

    • Apoteker masuk dalam urutan 2 atau 1 yang mbak maksud terjadi di luar negeri dimana profesi apotekernya memang telah eksis. Kalau di Indonesia posisi tersebut saat ini mungkin masih ada di dalam angan/ impian

  9. sultan ngeyel Says:

    kurikulum sarjana farmasi harus dirubah…

  10. fauji apoteker ksb Says:

    Kita sebagai apoteker Indonesia kurang beradaptasi lgsng dg pasien sehingga wajar profesi tidak dikenal oleh masyarakat.contohnya diapotek kebanyakan apoteker hanya cuman menjual profesinya aja tanpa bersadar bahwa byk pasien membutuhkan jasanya.tapi perlu di ingat tanpa apoteker profesi kesehatan lain tidak mungkin bisa mendapatkan obat krn profesi apoteker yg memproduksi semua jenis obat.

    • Saya setuju dengan mas Fauji, Gimana mau dikenal kalau apotekernya jarang berinteraksi dengan pasien. Semoga di waktu mendatang, apoteker Indonesia akan lebih pro aktif lagi dalam melakukan kontak dengan masyarakat. Tks atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: