MENGENAL PROFESI APOTEKER ( BAGIAN 2 )

Seperti yang disampaikan pada tulisan sebelumnya, bahwa sebelum menyandang gelar profesi apoteker, calon apoteker wajib melafalkan sumpah yang disaksikan oleh pemuka agama sesuai dengan agama yang dia anut. Berikut lafal Sumpah tersebut :

 

SUMPAH APOTEKER

  1. Saya bersumpah/ berjanji akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan
  2. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker
  3. Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan
  4. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian
  5. Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, kepartaian, atau kedudukan sosial
  6. Saya ikrar sumpah/ janji ini dengan sungguh-sungguh dengan penuh keinsyafan

 

Dari sumpah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa profesi ini hadir guna membaktikan dirinya dalam bidang kesehatan pada umumnya dan farmasi khususnya untuk kepentingan kemanusiaan. Kepentingan kemanusiaan di sini tentu saja bagaimana profesi ini mampu memberikan jaminan bahwa mereka memberikan pelayanan, arahan atau bimbingan terhadap masyarakat agar mereka dapat menggunakan sediaan farmasi secara benar. Sediaan farmasi terutama obat bukanlah zat atau bahan yang begitu saja aman digunakan. tanpa keterlibatan tenaga profesional. Di Amerika Serikat saja yang bidang kesehatannya termasuk farmasi sudah sangat maju, pada tahun 2002 obat dilaporkan sebagai penyebab kematian nomor tujuh melampaui kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan, bunuh diri, bahkan HIV/ AIDS.

Idealnya ketika masyarakat menemukan permasalahan-permasalahan yang terkait dengan obat, maka apoteker adalah profesi yang paling tepat untuk dimintai jawaban. Analoginya adalah sebagai berikut : ketika masyarakat ingin mencari pemecahan masalah keluarga, maka mereka bisa berkonsultasi dengan seorang psikolog; saat mereka memiliki masalah yang berkaitan dengan hukum, profesi yang tepat untuk dimintai solusinya adalah pengacara ; manakala mereka mempunyai persoalan tentang jual beli rumah, yang pas adalah pergi ke notaris, ketika mereka ingin berkonsultasi tentang penyakit, tentunya dokter merupakan profesi yang paling tepat, dan jika permasalahan tersebut terkait dengan obat, tentunya apotekerlah profesi yang paling pas untuk memberikan solusinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: