APOTEKER ADALAH PEMILIK KURANG LEBIH 50% APOTEK, IS THIS TRUE ?

Ada hal yang sangat menarik perhatian saya ketika membuka situs ISFI ( Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia) yang sekarang telah bermetamorfosa menjadi IAI ( Ikatan Apoteker Indonesia ). Hal menarik yang saya maksud di situs www.isfinational.or.id tersebut adalah berkenaan dengan data jumlah apotek yang ada di Indonesia. Data tersebut membagi apotek berdasarkan kepemilikannya yaitu apotek yang dimiliki oleh apoteker dan yang dimiliki oleh pemilik modal yang non apoteker ( PSA ). Setelah saya coba menjumlahkan apotek berdasarkan kepemilikannya ini, didapatkan angka berikut :

  • Milik apoteker 5.264 ( 51%)
  • Milik PSA 5.106 ( 49% )

Angka ini menarik, apalagi setelah mengetahui komposisi kepemilikannya. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa jumlah apotek yang dimiliki oleh apoteker dan PSA ternyata berimbang dengan selisih yang sangat tipis.

 

Komposisi ini sebetulnya cukup mengagetkan saya. Kekagetan ini disebabkan karena selama ini saya beranggapan bahwa apoteker yang sekaligus menjadi pemilik apotek sangat sedikit. Bagi saya angka 51% tersebut merupakan angka yang sangat menggembirakan, kenapa? Karena sudah banyak apoteker yang bisa lebih fokus mengabdikan profesinya di apotek. Lebih fokus karena dia bukan lagi sebagai orang gajian tetapi sebagai pemilik penuh yang bisa menjadikan motivasi baginya untuk lebih optimal mengelola apoteknya. Tentunya ke depan angka tersebut diharapkan terus bergerak naik, kalau bisa mencapai 100%.

 

Itu adalah satu sisi. Di sisi lain, muncul satu pertanyaan di benak saya masih berkaitan dengan angka-angka ini. Ada terbersit keraguan terhadap keakuratan data ini. Keraguan ini timbul setelah menganalisa data-data tersebut satu persatu. Dari data ini disebutkan bahwa di propinsi Banten, DKI, Jawa tengah, Jawa timur, dan Sulawesi Utara, dengan jumlah total apotek sebanyak 3.691 seluruhnya masuk ke dalam kolom milik apoteker. Apakah benar apotek di kelima propinsi ini dimiliki oleh apoteker seluruhnya? Kalau tidak, saya berharap agar IAI segera mengkoreksi atau memperbaharui data-data ini. Satu lagi data tersebut adalah data jumlah apotek per April 2008. Seyogianya sudah terjadi perubahan dalam kurun waktu hampir 2 tahun ini.

 

MAJULAH APOTEKER INDONESIA, BANGKITLAH FARMASI INDONESIA

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: