URUN PENDAPAT TENTANG FATWA HARAM MEROKOK

Fatwa yang dikeluarkan oleh pengurus pusat Muhammadiah tanggal 8 Maret 2010 tentang keharaman merokok menuai protes. Protes terutama datang dari kalangan pengusaha rokok, petani tembakau, pekerja pada industri rokok. Nada keberatan pun datang dari masyarakat pemakai/ penghisap rokok. Para pengusaha tentu ketakutan akan usaha yang selama ini mendatangkan keuntungan dan penghidupan jika fatwa ini diikuti oleh masyarakat. Para petani tembakau khawatir akan kehilangan mata pencariannya. Para pekerja was-was apabila fatwa ini efektif tentu saja akan berakibat terhadap lesunya industri rokok yang selanjutnya akan berdampak terhadap pengurangan jumlah pegawai atau pemutusan hubungan kerja. Pengguna/ penghisap rokok berdalih bahwa merokok adalah hak azazi setiap orang.

Saya tidak akan mengomentari apakah fatwa haram merokok tersebut benar atau salah. Saya akan mencoba melihatnya dari perspektif kesehatan dan hak azazi manusia. Bahwa merokok menyebabkan dampak yang buruk bahkan sangat buruk dan berbahaya bagi kesehatan sudah banyak orang yang tahu. Bahkan para pamakainya pun mengaku tahu apa dampak rokok tersebut bagi kesehatan. Tentunya tidak sedikit pula penghisap rokok yang hanya mengetahui secuil atau bahkan tidak tahu sama sekali dengan bahaya rokok ini. Yang paling banyak tahu tentunya adalah orang-orang yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Barang kali kalau para penghisap rokok tersebut mengerti secara detil tentang bahaya yang ditimbulkan oleh rokok, saya kira mereka akan mendukung dikeluarkannya fatwa haram merokok tersebut.

Kalau ada yang menjawab bahwa merokok adalah hak azazi setiap orang, maka saya akan menyetujuinya asalkan pelaksanaan hak azazi tersebut tidak melanggar, merebut atau merampas hak azazi orang lainnya. Kalau para perokok tersebut merokok di tempat dimana tidak ada orang lain yang tidak merokok di sekitarnya, atau asap rokok yang diproduksi karena aktivitas merokoknya tidak sampai terhirup oleh orang lain, maka baru bisa dikatakan merokok itu hak azazi perokok tersebut. Silahkan mereka merokok sampai berbungkus-bungkus pun, tidak akan ada orang yang melarang dan dirugikan.  Tapi kalau mereka merokok di dalam bis seperti yang sering saya lihat saat naik metro mini, atau di tempat-tempat umum lainnya, maka tentu saja perokok ini sudah melanggar hak azazi orang lain untuk hidup sehat. Banyak perokok yang dengan santainya merokok di tengah-tengah orang yang tidak merokok dengan santainya tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun.

Ahli kesehatan dan ahli kimia pasti mengetahui bahwa di dalam rokok terdapat bahan kimia yang bisa menimbulkan ketergantungan. Jadi pernyataan dari para perokok perlu juga dipertanyakan. Siapa tahu apa yang mereka ucapkan tidak murni berasal dari pemikiran jernihnya, melainkan berasal dari pemikiran yang sudah dipengaruhi oleh zat candu dalam rokok. Barang kali zat candu ini pulalah yang membuat sebagian perokok kehilangan etikanya sehingga dengan semena-mena merokok diantara orang lain yang tidak merokok.

Alasan bahwa industri rokok telah menampung banyak tenaga kerja dan turut menopang ekonomi bangsa juga bisa dilihat dari dua sisi. Benar bahwa ada sebagian masyarakat yang ekonominya tergantung pada industri ini yang menurut salah satu informasi mencapai 6 juta orang, tapi informasi lain mengatakan bahwa sekitar 80 juta orang akan mendapatkan resiko yang buruk akibat terpapar oleh rokok ini. Sekarang tinggal menghitung-hitung saja untung dan ruginya. Apakah mau menyelamatkan yang 6 juta orang atau yang 80 juta orang. Idealnya tentunya semua masyarakat terselamatkan. Untuk itu pemerintah seharusnya memikirkan dengan serius tentang langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam mengatasi masalah ini. Nasib 6 juta orang harus di selamatkan tetapi tidak dengan mempertahankan industri rokok yang menyebabkan kerugian pada 80 juta orang lainnya. Langkah-langkah tersebut hendaknya dilakukan secara cepat, tepat dan dalam waktu yang sudah ditargetkan.

SIAPAPUN BOLEH MEROKOK ASALKAN YANG TERKENA DAMPAKNYA ADALAH DIRINYA SENDIRI. MEROKOKLAH  ASAL ASAPNYA TIDAK SAMPAI TERHIRUP OLEH ORANG LAIN DI SEKITAR. ORANG LAIN ITU BISA PASANGAN HIDUP, ANAK, ORANG DALAM SATU KENDARAAN DAN LAIN SEBAGAINYA. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: