MENGENAL PROFESI APOTEKER ( bagian 5 ) —– Kenapa profesi ini diperlukan ( menjamin agar obat digunakan dengan benar )

Sebelum menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu saya ingin menyampaikan data-data hasil penelitian berikut ini :

1.  Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Texas, Austin USA pada tahun 1996 di rumah sakit milik pemerintah menemukan hal-hal berikut :

  • 16,2% sampel pasien yang diteliti  masuk ICU/ unit penyakit dalam disebabkan oleh permasalahan yang terkait dengan obat ( Drug related Problem/ DRP ). Dan dari jumlah ini dapat dirinci lagi sebagai berikut :
    • 54.8% sampel mengalami kegagalan terapi
    • 32.9% sampel mengalami reaksi obat yang tidak diinginkan ( Adcverse drug reaction / ADR )
    • 12.3% sampel mengalami overdosis
  • 43.3% sampel seharusnya bisa dicegah terhadap kejadian DRP
  • 65.8% DRP terjadi karena ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat

2.  Penelitian yang dilakukan di University of Toulouse, Perancis yang dipublikasikan pada tahun 2009, menampilkan data-data sebagai berikut :

  • 8.37% pasien dirawat di rumah sakit disebabkan oleh ADR dimana ADR ini disebabkan oleh jumlah obat, pengobatan mandiri tanpa melalui pemeriksaan tenaga ahli, penggunaan obat-obat antitrombotik dan akibat penggunaan obat antibiotic.
  • ADR ini dilaporkan menjadi penyebab tingginya biaya kesehatan, pasien masuk rumah sakit dan memperlama waktu perawatan pasien di rumah sakit.

3.  Tahun 2002 di Amerika Serikat :

  • ADR menjadi penyebab kematian no 7 melebihi jumlah kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan, bunuh diri, atau HIV/ AIDS
  • Biaya yang dihabiskan untuk perawatan ADR sebesar 76,6 miliar USD
  • ADR menyebabkan 17 juta kunjungan ke unit emergensi rumah sakit

 

Data-data tersebut di atas memperlihatkan bahwa obat bukanlah benda atau bahan yang begitu saja aman dikonsumsi. Perbedaan antara obat dan racun/toksis sangat tipis hanya tergantung kepada dosis. Dalam dunia kedokteran dan farmasi, untuk setiap obat dikenal istilah dosis terapi dan dosis toksis, ada efek terapi dan efek toksis. Toksis sama dengan racun. Pada dosis yang melebihi dosis terapi/pengobatan, setiap obat bersifat sebagai racun.

 

Di sinilah antara lain peran seorang apoteker dituntut. Apoteker berfungsi untuk memberikan jaminan agar obat yang dikonsumsi oleh pasien tidak merubah menjadi racun yang disebabkan karena ketidak tepatan cara penggunaan oleh pasien. Apoteker memiliki peranan agar tujuan terapi yang sedang dijalani oleh pasien bisa dicapai dengan baik. Apoteker berkewajiban memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada pasien pemakai obat atau keluarganya agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan obat. Agar obat memberikan efek terapi yang diinginkan, dikenal istilah 4 T 1 E, yakni TEPAT DOSIS, TEPAT FREKUENSI, TEPAT INTERVAL PEMBERIAN, TEPAT WAKTU/LAMA PEMAKAIAN, SERTA WASPADA TERHADAP EFEK SAMPING.

 

Beberapa penelitian tentang pemakaian obat ini telah dipublikasikan. Dari penelitian-penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa angka ketidak patuhan pasien dalam menggunakan obat cukup tinggi. Beberapa faktor yang menyebabkan ketidak patuhan ini adalah : pemakaian obat untuk jangka waktu yang lama seperti pada pengobatan hipertensi, kencing manis ; penggunaan obat yang jumlahnya banyak/beragam : cara penggunaan yang membingungkan seperti frekuensi yang berbeda untuk tiap-tiap obat ; faktor ketidaktahuan akan obat dan penyakit ; terjadinya efek samping obat ; dan lain sebagainya. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan seperti inilah, keberadaan apoteker sebagai konselor dan informan obat diperlukan.

Satu Tanggapan to “MENGENAL PROFESI APOTEKER ( bagian 5 ) —– Kenapa profesi ini diperlukan ( menjamin agar obat digunakan dengan benar )”

  1. bagus2 artikelnya kawand..kebetulan saya jg kuliah di jrusan Farmasi Universitas Udayana.mohon kerjasamanya🙂

    kalo lagi ga sibuk mohon wara-wiri n koat-kamit di blog say http://lovenroll.wordpress.com trims, salam kenal🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: