TERNYATA JADI PROFESOR DI JEPANG HARUS SIAP JUGA BEKERJA SERABUTAN

              Kemarin saya mengikuti sebuah seminar di kampus. Ini merupakan kali kedua saya mengikuti seminar di Jepang. Berbeda dengan terdahulu, seminar ini juga melibatkan pihak eksternal kampus. Kebetulan topik yang dibahas sangat berhubungan dengan apa yang akan saya teliti, maka profesor pembimbing meminta saya untuk hadir pada acara itu. Acara dimulai kurang lebih jam 13.00 dan berakhir pada pukul 18.00 waktu setempat. Saat sampai di acara baru saya menyadari bahwa ternyata seminar ini diadakan oleh profesor pembimbing saya tersebut. Saya datang kira-kira 10 menit sebelum acara dimulai. Waktu itu saya melihat profesor sedang berada di bagian depan ruangan tepatnya di meja tempat laptop penyaji makalah berada. Ia sibuk mengutak-atik laptop tersebut, barangkali sedang mempersiapkan bahan yang akan disajikan oleh presenter. Ia sempat juga menyapa saya dan mempersilahkan untuk memilih kursi dimana saja di bagian depan.

              Rasa tidak enak mulai muncul ketika saya melihat sang profesor memindahkan/ menggeser beberapa meja dan kursi ke tempat lain yang mungkin disebabkan karena posisinya yang belum pas. Dia melakukannya seorang diri. Ada keinginan saya untuk membatunya  tapi rasa ragu juga terbersit dalam hati. Rasa ingin membantu timbul karena menurut saya adalah hal yang sangat wajar mengingat saya adalah mahasiswa bimbingannya. Betapa banyak profesor tersebut telah membantu saya selama ini. Sementara keraguan juga muncul yang disebabkan fikiran saya mencoba untuk membanding-bandingkan antara pelaksanaan seminar di kampus Jakarta dan di Jepang ini. Ketika di Jakarta seingat saya ketika ada seminar biasanya ada kepanitiaan yang bahkan dikukuhkan dengan SK Dekan atau pejabat lain. Sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksaan acara seminar akan ditangani oleh panitia yang kadang-kadang terkesan kebanyakan orang. Tapi akhirnya saya segera bertindak karena saya tidak tega dan tidak enak juga dengan profesor yang baik tersebut. Segera saya berdiri dan ikut merapikan kursi yang baru saja digeser tersebut.  Akhirnya seminarpun dimulai, sang profesor langsung merangkap sebagai MC dan moderator. Tidak ada kata-kata sambutan dari pihak lain seperti dekan atau lainnya.

              Seminar menghadirkan tiga orang pembicara. Pembicara pertama orang Amerika yang tentunya menyampaikan materi dalam bahasa Inggris. Dua pembicara berikutnya adalah orang Jepang yang tentunya materi disampaikan dalam bahasa Jepang. Peserta kira-kira berjumlah 20 an orang yang berasal dari beberapa instansi. Waktu istirahat antara pembicara sekitar 10 menit, salah satu diantaranya adalah coffea break. Coffea breaknya sangat sederhana. Tidak ada kue atau makanan ringan lain. Hanya sebuah minuman kemasan. Acara ditutup dengan diskusi yang menghadirkan ketiga narasumber.

              Saat peserta seminar sudah mulai berdiri dan ada yang beranjak meninggalkan ruangan, saya kembali melihat profesor pembimbing tadi kembali sibuk menggeser dan menarik meja serta kursi. Ada juga beberapa orang lain melakukan hal yang sama. Saya menduga mereka adalah teman sesama pengajar di kampus. Akhirnya saya menanyakan ke profesor apa yang bisa saya bantu. Profesor bilang bahwa meja ini akan dikembalikan keposisi semula yakni berbentuk lingkaran dari posisi berjajar ketika seminar. Jadilah saya turut serta bersama profesor dan teman-temannya bekerja merapikan ruangan.

              Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya setelah menghadiri seminar tersebut. Pertama apakah seorang profesor di Jepang biasa menangani langsung segala sesuatunya seperti yang baru saja saya saksikan; merapikan ruangan seminar, menyambut tamu-tamu yang datang, mempersiapkan peralatan presentasi, MC merangkap moderator, bahkan merapikan sampah-sampah seminar seperti kemasan minuman beserta? Kedua apakah untuk mengadakan sebuah acara di Jepang tidak selalu harus dibentuk kepanitiaan? Ketiga saya tidak melihat ada petugas kebersihan, penyedia konsumsi dan lain sebagainya seperti yang biasa berlaku di Indonesia. Keempat acara seminar dimulai sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, tidak seperti beberapa seminar yang pernah saya ikuti di Indonesia yang sering molor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: