KETINGGALAN TAS DI KERETA API JEPANG

Peristiwa ini baru terjadi kemarin saat saya ingin mengantarkan saudara yang datang dari Jakarta ke salah satu stasiun di area Tokyo Metro sebelum meneruskan perjalanan ke kampus. Tidak seperti biasanya dimana tas kuliah selalu saya sandang di belakang atau dibagian depan, saat itu untuk pertama kalinya tas tersebut saya letakkan di rak barang yang ada pada bagian atas gerbong kereta. Karena belum terbiasa, ketika kami sampai di stasiun kereta tujuan, saya langsung bergegas turun sambil membawa  salah satu barang bawaan saudara tadi, sedangkan tas kuliah lupa saya bawa. Setelah sekitar setengah jam, saya baru menyadari kalau tas tersebut tidak ada di tubuh saya. Rasa kaget, khawatir, cemas bercampur aduk saat itu. Betapa tidak, banyak benda-benda beharga yang ada di dalam  tas tersebut, mulai dari kartu ATM, buku tabungan, kartu identitas penduduk, dan uang  beasiswa bulanan yang baru saya terima yang sebagiannya hendak saya gunakan untuk membayar sewa apartemen pada hari tersebut. Di tengah rasa keterkejutan dan kekhawatiran itu, saya segera pergi ke salah satu counter petugas stasiun, saya melaporkan kejadian yang saya alami dengan bahasa Jepang yang masih sangat terbatas. Syukur bahwa salah satu petugas tersebut ada yang bisa berbahasa Inggris walaupun tidak lancar. Petugas tersebut mancatat apa yang saya sampaikan dengan penuh rasa empati. Kemudian ia membawa saya ke bagian pelaporan kehilangan dan penemuan barang.

Petugas bagian ini kemudian mencoba melacak  laporan saya dengan sistem komputer yang dimilikinya. Sebelumnya mereka meminta kepada saya untuk menyebutkan rincian kejadian seperti dari stasiun mana saya naik, di stasiun mana turun, pukul berapa saya menaiki kerete tersebut, di gerbong nomor berapa saya naik, apa ciri-ciri tas tersebut dan isi yang ada di dalamnya. Setelah menunggu beberapa lama petugas tersebut menyampaikan kepada saya bahwa mereka tidak menemukan tas yang saya maksud. Kekhawatiran semakin melanda diri saya. Kekhawatiran yang sebelumnya berupaya saya kendalikan karena beberapa waktu lalu saya pernah mendengar cerita dari teman yang mengatakan apa yang mereka alami berhubungan dengan kehilangan barang di Jepang. Pada akhirnya mereka menemukan barang mereka yang hilang itu tampa kurang suatu apa. Tapi laporan petugas itu membuat saya menjadi ragu apakah saya akan bisa menemukan tas saya kembali. Petugas itu lalu memberikan kepada saya beberapa nomor telepon dan menyarankan agar saya menghubungi nomor-nomor  tersebut. Dia bilang nomor itu adalah nomor perusahaan pengelola line kereta api lain yang kebetulan dilewati oleh kereta yang saya naiki. Mereka tidak bisa melacak lewat sistem komputer untuk line kereta  di luar perusahaannya. Akhirnya saya coba kembali ke stasiun awal tempat naik semula. Kembali saya melapor kepada petugas, mereka melakukan hal yang sama dengan petugas di stasiun pertama, dengan hasil yang sama pula. Pada akhirnya petugas tersebut juga menyarankan hal yang sama dengan petugas sebelumnya.

Karena kemampuan bahasa Jepang yang sangat terbatas, sulit bagi saya untuk melakukan komunikasi lewat telepon. Akhirnya saran petugas itu saya ikuti dengan cara pergi langsung ke stasiun akhir dari kereta yang saya tumpangi tempat tas hilang itu. Perjalanan yang cukup panjang, kurang lebih 1,5 jam. Tempat tersebut  belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Setelah sampai di stasiun akhir, saya langsung bertanya kepada petugas yang ada di dekat gerbang stasiun, petugas tersebut langsung menunjukkan kepada saya bagian kehilangan dan penemuan barang. Saya ditemani oleh seorang teman Indonesia langsung menuju bagian yang ditunjukkan oleh petugas tadi. Kehadiran kami langsung disapa oleh petugas yang ada di dalam. Saya sampaikan ke dia kehilangan yang baru saja saya alami. Dan betapa senangnya hati saya ketika petugas tersebut langsung mengambilkan tas yang saya maksud dan membawanya kepada saya. Lalu saya diminta untuk mengisi selembar form yang disertai dengan tanda tangan. Dia juga menanyakan apa isi tas tersebut. Saya jawab dan pada akhirnya semuanya berakhir dengan bahagia.

Dari peristiwa ini ada beberapa hal yang dapat saya petik. Pertama kejadian ini sebagai pengingat kepada saya agar selalu berhati-hati dalam segala kegiatan dan tindakan. Kedua saya semakin mengagumi kejanggihan sistem transportasi yang ada di Jepang ini, dimana dalam waktu yang tidak terlalu lama sistem ini bisa melacak suatu kejadian. Ketiga saya semakin takjub dengan jaminan keamanan yang diberikan oleh negara ini kepada warganya. Keempat saya menjadi bertambah yakin bahwa Jepang memang negara yang bebas dari pencuri, pencopet atau sejenisnya. Last but not least, cara masyarakat Jepang ( petugas stasiun )  dalam memberikan pelayanan sangat membanggakan dan mampu memberi kenyamanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: