PENGALAMAN DI KEDUTAAN BESAR INDONESIA TOKYO ( nunggunya kok lama yaa )

Hari Jum’at yang lalu saya dan seorang  teman sesama penerima beasiswa studi di Jepang pergi ke Kedutaan Besar Indonesia yang ada di Tokyo. Kami ditemani oleh seorang kenalan yang sudah tahu lokasi kedutaan tersebut. Teman ini bukan seorang mahasiswa. Ia bekerja di Tokyo dan kebetulan pernah ke kedutaan untuk melaporkan kedatangannya ke bagian imigrasi. Sesampainya di tempat tersebut, kami melapor kebagian sekuriti dan menyampaikan maksud kedatangan kami untuk melapor kepada atase pendidikan sebagai seorang pelajar di Indonesia yang studi di luar negeri. Oleh petugas tersebut kami diberikan pin tamu dan kamipun diminta untuk menitipkan kartu tanda pengenal masing-masing. Setelah selesai di bagian ini kami segera menuju tempat yang ditunjukkannya yakni atase pendidikan. Kembali kami melaporkan diri ke bagian resepsionis yang ada di lantai dasar gedung. Kami sebutkan lagi maksud kedatangan kami. Ia mempersilahkan kami untuk menunggu di ruangan lobi yang ada di lantai dasar tersebut. Ia bilang bahwa nanti akan ada petugas dari atase pendidikan yang akan turun ke lantai bawah dari lantai 4 untuk mememui atau memanggil kami. Karena teman saya yang seorang ibu ingin melaksanakan sholat zuhur, kamipun bertanya kepada petugas resepsionis tentang keberadaan mushollah. Dengan ramah ia menunjukkan arah mushollah kepada kami. Setelah sholat, kami kembali ke ruangan tunggu.

Kurang lebih setengah jam telah berlalu, belum juga ada petugas yang memanggil kami seperti yang disampaikan petugas resepsionis tadi. Saya kembali bertanya kepadanya kenapa kok kami belum juga dipanggil. Ia menjawab bahwa hari ini memang sedang banyak orang yang melakukan pengurusan legalisir dan sejenisnya ke atase pendidikan sehingga mungkin menjadi agak lama. Dia bilang di atas sedang banyak orang. Lagi-lagi kami kami kembali menunggu dengan perasaan yang mulai bosan. Selain kami bertiga, ada lagi beberapa orang yang punya tujuan sama dengan keperluan yang berbeda. Mereka juga sepertinya sudah mulai tidak sabar menunggu. Satu setengah jam pun berlalu. Saya dan teman tadi malah sempat tertidur di tengah lobi yang memang terasa nyaman. Tapi bukan itu tujuan kami datang ke kedutaan. Kali ini teman saya yang tidak sabar dan ia pun kembali bertanya kepada petugas resepsionis tersebut. Jawaban yang sama kembali ia berikan. Karena waktu sudah hampir jam 5 sore dan menurut informasi, kedutaan akan tutup pada pukul 5 tersebut. Kamipun kembali menegaskan kepada petugas resepsionis  itu apakah masih mungkin kami melakukan pelaporan hari itu mengingat jam kantor yang hampir habis. Ia menyarankan kepada kami untuk melapor ke imigrasi dulu. Kamipun mengikuti anjurannya. Sesampai di Imigrasi, petugas imigrasi yang dimaksud malah menyuruh kami kembali ke atase pendidikan karena ke sanalah kami seharusnya melapor, bukan langsung ke imigrasi. Dengan rasa agak bingung dan sedikit kesal, kami kembali ke gedung pertama tadi. Kembali kami bertanya ke petugas resepsionis. Saat kami sedang bertanya, petugas atase pendidikan yang warga negara Jepang lewat di lantai dasar tersebut. Resepsionis tadi mengatakan kepada kami untuk menemuinya dan menyampaikan maksud kedatangan kami. Saran tersebut kami jalankan.

Akhirnya kami diajak naik ke lantai 4 tempat atase pendidikan berada oleh petugas tadi. Alangkah kagetnya kami setelah sampai di atas. Petugas atase pendidikan yang ramah tadi mengatakan bahwa dia tidak tahu kalau ada beberapa orang yang sedang menunggu dan hendak bertemu dan berurusan dengannya di lantai dasar. Lebih lanjut dia bilang bahwa kalau seandainya dia tahu, dia pasti akan langsung meminta kami untuk ke lantai 4 dan biasanya menurut dia lagi tidak pernah ada orang yang menunggunya lebih dari 5 atau 10 menit. Dia juga mengatakan bahwa lain kali kalau ada keperluan dengan atase pendidikan langsung saja ke lantai 4, tidak perlu menunggu lama apalagi sampai lebih dari 1,5 jam seperti yang baru saja kami alami. Dan satu lagi kami pun tidak melihat ada orang lain di ruangan atase pendidikan ini. Dalam hati saya bertanya-tanya ini yang benar siapa sih. Apa resepsionis tidak mengerti prosedur rutin yang ada di sana? Bukannya tadi resepsionis itu bilang kalau dia sudah mendaftarkan kedatangan kami? Jadi bingunnnnnnnnnnnggggggggggggggggggg.

Agar kejadian yang saya dan teman alami tidak terulang lagi. Semoga bagi yang membaca tulisan ini dan jika suatu saat akan melakukan pengurusan yang sama dengan kami. Sebaiknya langsung saja pergi ke bagian atase pendidikannya di lantai empat. Jangan sampai waktu terbuang untuk menunggu seperti yang kami alami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: