HANAMI —- TRADISI MASYARAKAT JEPANG SAAT SAKURA BERSEMI

Kemarin siang adalah hari yang cukup istimewa bagi saya. Saya mendapatkan pengalaman baru lagi. Pengalaman yang hanya bisa didapatkan saat tinggal di wilayah kaisar Akihito. Paginya sensai yang ada di laboratorium tempat saya belajar mengatakan kepada saya bahwa ada rencana hari itu untuk pergi hanami. Dia sempat bertanya kepada saya apakah saya pernah mendengar hanami. Saya jawab bahwa saya sudah pernah mengenal istilah itu. Tapi pagi itu  salah seorang dari teman laboratorium kami tidak hadir karena suatu sebab. Sensai bilang sayang sekali kalau teman tersebut tidak bisa ikut hanamian bersama. Kami mencoba mencari alternatif, salah satunya menunda acara besok harinya. Sensai kemudian mencoba untuk melihat ramaan cuaca di internet dan ternyata hari tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan acara itu karena akan hujan. Sehingga kemarin menjadi kesempatan yang paling tepat bagi kami untukk pergi hanamian bersama. Sensai kembali menanyakan ke saya sekiranya teman yang tidak hadir tersebut bisa datang siang harinya saat acara hanami tersebut. Saya lalu mencoba menghubungi teman tersebut dan ternyata dia mengatakan bahwa ia bisa bergabung. Akhirnya kami putuskan untuk melaksanakan acara pada siang hari sekitar pukul 14.00.

Hanami adalah istilah yang digunakan oleh orang Jepang untuk menikmati keindahan bunga sakura saat bersemi. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan pergi bersama baik itu dengan keluarga atau teman ke tempat-tempat dimana banyak terdapat bunga sakura misalnya di taman-taman, di sepanjang pinggiran kali, atau di tempat-tempat lainnya. Kegiatan ini dapat dinikmati misalnya dengan menggelar tikar di area bawah pohon sakura lalu diikuti dengan makan bersama, bersenda gurau atau sekedar duduk-duduk di kursi yang banyak disediakan oleh para penjaja makanan di kawasan tersebut. Suasana di pusat-pusat bunga sakura akan sangat ramai terlebih lagi saat liburan. Hanami ini termasuk kegiatan yang langka karena hanya terjadi saat musim sakura bersemi dan itupun hanya berlangsung dalam waktu yang singkat. Dari beberapa informasi yang saya dengar, ada yang mengatakan bahwa bunga ini hanya bersemi selama 10 hari, dan ada pula yang bilang hanya satu minggu. Maka tidak salah kalau kesempatan ini dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Bunga sakura memang indah. Dia akan membuat areal tempat ia bersemi menjadi bewarna ping muda. Pohon yang dominan dihiasi oleh bunga-bunga tanpa daun. Tidak salah kalau salah satu julukan dari Jepang adalah negeri sakura. Orang Jepang memang pantas berbangga akan anugerah yang diberikan tuhan kepada mereka. Puncak musim sakura ini di bulan April.

2 Tanggapan to “HANAMI —- TRADISI MASYARAKAT JEPANG SAAT SAKURA BERSEMI”

  1. waah ! ingin nya saya kesana ! >.< beasiswa harus jalan nih ! ganbarimasu !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: