PERTANYAAN SENSAI YANG SULIT DIJAWAB TENTANG APOTEKER INDONESIA

Kemarin siang di laboratorium ada seminar internal. Mahasiswa magister yang baru saya menyelesaikankan praktek kerja di rumah sakit, memaparkan hasil pengamatan mereka di hadapan profesor dan dua orang sensai. Seperti biasa seluruh mahasiswa yang bekerja dalam satu lab ( laboratorium ) juga ikut mendengarkannya. Susah bagi saya untuk mengerti apa yang mereka presentasikan karena disajikan dalam bahasa Jepang. Salah seorang penyaji ternyata mengerti akan kesulitan yang saya alami sehingga dia memberikan saya selembar kertas yang berisi ringkasan tentang apa yang akan dia sampaikan. Persis seperti dugaan saya bahwa dia menyajikan laporan hasil kerja praktek farmasi klinik yang sedikit banyak caranya mirip dengan apa yang pernah saya lakukan beberapa tahun lalu.

Setelah presenter pertama selesai menyajikan materinya, kemudian profesor menjelaskan secara singkat kepada saya tentang apa yang baru saja saya saksikan. Penjelasan tersebut bukan mengenai isi materi tetapi tentang jenis kegiatannya. Profesor juga bertanya kepada saya apakah hal serupa juga dilakukan di Indonesia. Ia juga menanyakan apakah apoteker di Indonesia juga melakukan pelayanan klinis ke pasien di rumah sakit. Pertanyaan lain yaitu bagaimana peran apoteker di Indonesia. Saya berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk jawaban atas pertanyaan pertama, pada pendidikan farmasi di Indonesia juga mengenal praktek farmasi klinik di rumah sakit. Pada tingkat apoteker dan magister farmasi klinik. Mahasiswapun diminta untuk mempresentasikan apa yang mereka amati selama melaksanakan kegiatan tersebut. Jadi situasi antara di Jepang dan di Indonesia kurang lebih sama. Selanjutnya saya mencoba untuk menjawab dua pertanyaan berikut. Apoteker yang bekerja di rumah sakit Indonesia secara umum belum melaksanakan praktek farmasi klinis yaitu bagaimana apoteker terlibat secara langsung dalam menangani masalah pengobatan pasien. Apoteker lebih banyak disibukkan oleh masalah pengadaan dan manajemen logistik obat. Bagaimana apoteker bisa terjun ke pelayanan klinis kalau di sebagian rumah sakit hanya memperkerjakan 1 atau 2 orang apoteker? Profesor mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Saya juga menjawab pertanyaannya tentang jumlah apoteker yang ada di Indonesia yang banyaknya sekitar 28 – 30 ribu orang.

Kemudian salah seorang sensai juga mengajukan pertanyaan. Ia menanyakan tentang peran apoteker di apotek komunitas. Saya jawab waktu itu sebagai berikut. Sebagian besar apoteker yang bekerja di apotek Indonesia tidak hadir setiap saat di apoteknya atau malah bisa dibilang jarang hadir. Ada sebagian kecil apotek yang memang mewajibkan apotekernya untuk hadir di apotek setiap saat seperti salah satu jaringan apotek milik pemerintah. Pekerjaan kefarmasian banyak ditangani oleh asisten apoteker. Sensai tadi kembali bertanya bagaimana jika pasien ingin mendapatkan informasi obat dari apoteker. Jawab saya tentu sulit karena apotekernya tidak ada di tempat. Lalu ia bertanya lagi, bagaimana dengan jumlah apoteker di Indonesia yang sekitar 30 ribuan tadi, apa yang mereka lakukan, bukankah jumlah tersebut sangat banyak ? Terus terang pertanyaan tersebut cukup sulit saya jawab karena pada saat itu saya juga jadi ikut berfikir tentang kemana apoteker Indonesia yang ternyata jumlahnya puluhan ribu orang tersebut?  Profesor, sensai dan teman-teman yang ada dalam pertemuan itu sepertinya merasa heran dengan kondisi yang terjadi dengan nasib apoteker Indonesia. Terakhir saya juga menginformasikan kepada mereka bahwa saat ini asosiasi apoteker Indonesia sedang berupaya untuk menggugah anggotanya untuk terus meningkatkan peranannya dalam membatu masyarakat di bidang kesehatan baik di rumah sakit maupun di apotek.

 

2 Tanggapan to “PERTANYAAN SENSAI YANG SULIT DIJAWAB TENTANG APOTEKER INDONESIA”

  1. Salam kenal

    Wah, benar-benar pertanyaan yang sulit dijawab oleh seorang farmasis.
    Jumlah 30 ribuan apoteker ini bahkan menurut organisasi profesi dirasa masih kurang, tapi di lapangan, perannya di komunitas masih banyak dipertanyakan. Semoga ke depan masalah ini dapat diperbaiki.

  2. pelangi cintaku Says:

    klo ditanya kemana……..? pada jd penganggurannnnnnnnnnnn
    semoga dibuka lowongan kerja yg bs menampung lulusan2 apoteker..jd kerjanya kan bs bagi2😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: