TULISAN TERMAHAL

Yaa!  ini memang tulisan  paling mahal yang pernah saya buat. Bukan mahal dari segi nilai jual, melainkan mahal dilihat dari biaya yang harus saya keluarkan untuk melahirkan tulisan ini.  Betapa tidak, saya harus mengeluarkan uang sebesar 2.500 yen atau setara dengan 250 ribu rupiah. Detil kejadiannya seperti berikut ini.

Kira-kira satu minggu yang lalu saya dan salah seorang teman seperti hari-hari biasanya, berangkat ke kampus dengan mengendarai sepeda. Sudah satu bulan terakhir kami bersepeda menuju stasiun kereta api yang terdekat dari apartemen. Sesampainya di stasiun, sepeda tersebut kami parkir di area dekat stasiun dimana di tempat ini biasa kami lihat sepeda-sepeda masyarakat Jepang lainnya diparkir. Selama menggunakan sepeda kami selalu memarkir sepeda tersebut  di lokasi yang sama. Tiap harinya kami mulai parkir kira-kira jam 9 pagi dan diambil ketika pulang dari kampus sekitar jam 7 malam. Beberapa kali posisi sepeda kami berubah dari semula yang kami duga mungkin disebabkan karena petugas parkirnya mencoba untuk merapikan sepeda-sepeda yang ada yang memang banyak jumlahnya. Selama ini kami tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya parkir karena memang kami kira tidak ada biaya untuk itu. Walaupun terkadang kami bertanya-tanya baik dalam hati masing-masing atau saling melontarkan pertanyaan karena beberapa kali kami juga bahwa terkadang ada beberapa sepeda yang diberi kertas bertuliskan angka 50 yen, 80 yen. Apa maksud dari lembaran ini? begitu pertanyaan yang sering terucap dari mulut kami. Mungkinkah ini sejenis biaya parkir untuk sepeda yang menempati lokasi di sana?  Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan tersebut kami abaikan begitu saja.

Nah pada hari tersebut, kebetulan kami pulang sangat larut sekitar jam 11 malam. Kebetulan ada acara makan malam bersama dengan orang kampus yang datang dari Jakarta. Sesampainya di stasiun, kami langsung menuju tempat kami memarkir sepeda. Betapa terkejutnya kamni setelah mengetahui bahwa kami tidak bisa menemukan sepeda tersebut walaupun setelah mencoba berulang kali menyusuri lokasi sepanjang stasiun tersebut secara bolak-balik karena awalnya kami masih menduga jangan-jangan sepeda kami berubah tempat lagi seperti biasa. Tapi akhirnya kami benar-benar sadar bahwa sepeda tersebut memang tidak bisa kami temukan. Mungkinkah sepeda kami dicuri? Pertanyaan antara yakin dan tidak mengingat selama ini kami menilai bahwa Jepang adalah negara yang bersih dari pencuri.

Beberapa saat kemudian kami berdua pergi melapor ke pos polisi terdekat. Kami ceritakan peristiwa yang baru saja kami alami dengan bahasa Jepang yang sangat terbatas, dicampur sedikit dengan bahasa Inggris dan dibumbui dengan bahasa isyarat yang tidak sedikit jumlahnya. Singkatnya maksud yang ingin kami sampaikan sepertinya diterima dengan benar oleh petugas polisi tersebut dan dengan penuh empati mereka berupaya melayani kami dengan baik. Dari mereka kami mendapatkan informasi bahwa sepeda kami terkena razia dari petugas tramtibnya Jepang. Mereka bilang bahwa kami parkir di tempat yang tidak dibolehkan karena sebenarnya ada lokasi khusus parkir di sekitar stasiun. Dan untuk itu ada sejumlah biaya yang harus dibayar. Kami berupaya menyampaikan ke mereka kalau kami tidak tahu tentang itu dan kami hanya mengikuti orang-orang yang juga memarkir sepeda mereka di tempat yang sama. Sepertinya apa yang kami sampaikan tersebut tidak bisa merubah keadaan dan mengembalikan sepeda kami pada saat itu. Dari polisi ini juga kami diberi tahu bahwa saat tersebut sepeda kami ada di suatu tempat yang mereka sebut bicycle centre dan untuk mendapatkan sepeda kembali, kami harus menebusnya dengan uang sebesar 2.500 yen.

Selanjutnya hari Minggu berikutnya ( karena kami punya kesempatan pada hari itu ), kami segera menuju bicycle centre yang jaraknya 2 stasiun dari stasiun terdekat kami. Sesampainya di sana, kami melihat sepeda yang sangat banyak. Kami segera menemui petugas yang ada. Dia menanyakan kepada kami nama stasiun tempat kami parkir dan pada bulan apa. Setelah kami jawab, petugas tersebut mengajak kami ke salah satu barisan sepeda dan meminta kami untuk menemukan sepeda kami. Akhirnya kamipun menemukannya dan setelah itu segera kami menyelesaikan segala urusan yang diperlukan untuk penebusan sepeda itu. Mereka kami menunjukkan KTP dan membayar uang senilai 2.500 yen. Kamipun bisa mendapatkan sepeda kami kembali. Dan jadilah tulisan ini

 

 

Satu Tanggapan to “TULISAN TERMAHAL”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: