APA YANG TERJADI DENGAN NEGERI DAN BANGSAKU

Walau saat ini saya hidup jauh di negeri orang, namun kabar berita tentang negeri Indonesia tercinta tetap menjadi salah satu perhatian penting. Perkembangan teknologi dan informasi termasuk internet, telah membuat sekat antar wilayah menjadi sangat tipis. Beberapa berita yang sangat ini lagi hangat-hangatnya di Indonesia cukup membuat hati saya sebagai salah seorang anak bangsa merasa miris. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi dengan bangsaku? Kenapa kekacauan, kejahatan, kemelaratan menjadi gambaran sehari-hari negeriku? Mengapa negeri yang mayoritas penduduknya Muslim menampilkan gambaran yang seharusnya tidak akan pernah terlukis seandainya seluruh pemeluknya melaksanakan ajaran agamanya dengan paripurna.

 

Berita tentang anak-anak korban perkosaan yang terjadi di Bali seakan semakin menggenapkan beberapa peristiwa serupa yang terjadi sebelumnya. Rasa aman dan nyaman orang tua dalam melepas kepergian anaknya ke sekolah telah direnggut oleh ketakutan serta kekhawatiran akan nasib serupa yang ditakutkan terjadi pada anak-anak mereka. Apa yang dapat dilakukan oleh pemeritah untuk mengembalikan rasa aman kepada segenap warganya. Kenapa para pemerkosa bisa berkeliaran dengan bebasnya mencari mangsa. Apakah ini mereka lakukan karena mereka tidak takut akan hukuman yang akan diberikan oleh aparat penegak hukum yang saat ini pun dirundung masalah dan sebagian ada juga yang menjadi terhukum ? Bukankah hampir seluruh warga Indonesia merupakan pemeluk salah satu agama yang menurut saya pasti melarang penganutnya untuk berbuat bejat seperti itu? Dimanakah peran para pemuka agama selama ini?

 

Suasana yang bertolak belakang mengapa saya temui di negeri sakura ini. Di negeri yang bisa dibilang warganya tidak memeluk salah satu agama langit, justru mampu memperluhatkan kehidupan yang aman dan damai. Anak-anak ketika mereka mulai bersekolah di SD dihimbau untuk mampu berangkat ke sekolah sendiri tanpa diantar oleh orang tua atau keluarga. Berangkat dengan berjalan kaki dan menempuh jarak yang lumayan jauh untuk ukuran mereka. Tidak pernah terdengar kabar seperti yang terjadi di Indonesia. Berbedakah kemampuan dan mental pemerintah, aparat penegak hokum serta warga Jepang dengan Indonesia? Saya rasa untuk hal ini seharusnya sama. Kebutuhan akan rasa aman adalah kebutuhan yang bersifat universal. Semua orang tidak peduli dimanapun mereka membutuhkan itu.

 

Kabar lain yang sangat memalukan adalah merebaknya kasus-kasus korupsi. Tertangkapnya Gayus Tambunan dan beberapa orang lain seolah mengokohkan prediket Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Prediket yang sangat memalukan. Barang kali korupsi inilah sebagai salah satu penyebab susahnya negara ini mencapai kemajuan dan memberikan kemakmuran bagi rakyatnya. Karena ternyata prediket korupsi berbanding terbalik dengan kemakmuran. Singapur dan Jepang adalah contoh-contoh negara dengan indeks korupsi kecil, walhasil siapa yang akan menyangkal bahwa kedua Negara ini termasuk Negara makmur  di dunia. Kemelaratan dan kejahatan adalah sesuatu yang sangat dekat. Banyak orang berbuat jahat karena kemelaratan hidup yang dialaminya. Dan korupsi adalah salah satu penyebab kemelaratan tersebut.

 

Wahai para pemimpin negeri, di tanganmu kami percayakan pengelolaan negeri ini. Tolong laksanakan amanah wargamu dengan penuh tanggung jawab. Wahai aparat penegak hukum, di tanganmu kami taruh harapan untuk mendapatkan rasa keadilan. Tegakkanlah rasa keadilan itu di negeri ini. Semoga negeriku segera terbebas dari segala penderitaan dan bencana.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: