JIKA OBAT YANG DIMINUM TIDAK BERKHASIAT, AWAS BARANG KALI DISEBABKAN OLEH INTERAKSI OBAT

Kalau kita berbicara tentang obat, pasti yang terlintas dalam fikiran kita adalah suatu benda  yang bisa mendatangkan kesembuhan dari suatu penyakit. Fikiran ini sejalan dengan pengertian dari obat. Menurut Departemen kesehatan obat diartikan sebagai  bahan atau zat yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral maupun zat kimia tertentu yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit dan atau menyembuhkan penyakit. Jadi kaitan antara obat dan penyakit sangat erat.

Agar obat yang kita minum dapat mendatangkan manfaat semaksimal mungkin, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Dikenal singkatan 4T1 W. yaitu Taat dosis, Taat frekuensi, Taat cara penggunaan, Taat lama penggunaan dan Waspada terhadap efek samping dari obat. Taat dosis di sini dimaksudkan agar kita mengikuti aturan tentang berapa dosis yang harus dipakai pada setiap kali minum obat. Kekuatan dosis biasanya dinyatakan dalam satuan milligram dan satuan lain yang sesuai. Tapi untuk memudahkan bagi masyarakat umum dosis dinyatakan sebagai satu tablet, satu bungkus, satu sendok makan dan lain sebagainya. Misalkan antibiotik amoksisilin harus diminum untuk setiap kalinya sebanyak satu tablet bagi orang dewasa. Satu tablet amoksisilin terebut  sebenarnya setara dengan 500 miligram bahan obatnya. Taat frekuensi pemakaian dimaksudkan agar pasien mematuhi aturan tentang berapa kali obat harus diminum dalam satu harinya. Biasanya dinyatakan dengan sehari tiga kali , dua kali, satu kali dan lain sebagainya tergantung dari obat yang akan digunakan. Satu kali sehari artinya obat diminum tiap 24 jam. Dua kali sehari artinya tiap 12 jam begitu seterusnya. Cara penggunaan obat bisa diminum dengan segelas air putih, dioleskan di kulit, atau dimasukkan lewat dubur serta cara-cara yang lain. Ada obat yang tidak boleh dipecah melainkan diminum secara utuh disebabkan oleh sifat obat yang akan mengalami kerusakan di lambung jika diminum dalam keadaan terpecah seperti antibiotika amoksiklav. Ada juga obat yang sebaiknya dikunyah agar efeknya lebih baik seperti antasida. Untuk lama penggunaan obat sangat tergantung dari jenis penyakit dan obatnya. Pada kasus hipertensi dan diabetes misalnya, penggunaan obat cenderung lama bahkan bisa seumur hidup. Untuk pengobatan sakit kepala mungkin cukup dilakukan selama beberapa hari sampai rasa sakitnya hilang.

Berkaitan dengan efek samping obat, sering membuat pasien menjadi khawatir dan takut. Padahal sebetulnya efek samping obat merupakan hal yang wajar terjadi karena pada umumnya obat memiliki efek samping dengan jenis dan tingkat yang bervariasi. Efek samping obat tidak terjadi pada semua orang yang menggunakannya. Persentase kejadiannya ada yang 1%, 5%, 10% dan lain sebagainya. Artinya ketika pasien A minum obat B mengalami rasa pusing, kejadian yang sama belum tentu terjadi pada pasien C dan sebaliknya. Langkah bijak yang perlu dilakukan terkait efek samping obat ini adalah ketika kita ingin menggunakan suatu obat, sebaiknya kita juga mendapatkan informasi tentang efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh obat tersebut. Sehingga ketika efek samping obat terjadi, kita menjadi lebih tenang dan tidak khawatir. Jika efeknya masih bisa ditoleransi, kita tidak perlu menghentikan penggunaannya. Sebaliknya jika efeknya terasa mengganggu atau mungkin berbahaya, langkah terbaik adalah menghentikan penggunaan obat tersebut dan segera beritahu dokter pemberi obat agar bisa dicari alternatif lain.

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan saat hendak menggunakan obat, khususnya obat yang digunakan dengan cara diminum yaitu masalah yang terkait dengan interaksi obat. Interaksi obat bisa terjadi jika satu obat diminum bersamaan dengan bahan lain. Bahan lain tersebut bisa berupa obat kedua, ketiga atau seterusnya, bisa juga berupa makanan, bahan kimia lingkungan, alkohol, insektisida dan zat tambahan pada makanan. Akibat dari interaksi ini, efek suatu obat bisa jadi berkurang bahkan bisa saja kehilangan khasiatnya atau malah menjadi toksik/ overdosis meskipun sebetulnya obat tersebut diminum sesuai dengan dosis normalnya.

Masalah interaksi obat semakin menjadi perhatian oleh para peneliti sejak beberapa dekade terakhir ini. Peluang terjadinya interaksi obat ini semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya jumlah obat yang diminum. Satu studi di rumah sakit menunjukkan bahwa kejadian efek yang tidak diinginkan dari obat sebesar 7% pada pasien yang menggunakan 6 – 10 obat dan 40% pada mereka yang menggunakan 16 – 20 obat. Penjelasan terhadap efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat-obat ini adalah karena obat-obat tersebut berinteraksi.

Penelitian lain menemukan 37% kejadian interaksi obat pada 639 pasien geriatri/ pasien berusia lanjut yang menjadi sampel penelitiannya. Penelitian lain di Perancis menemukan bahwa 16% resep pasien yang menerima obat antihipertensi  terdapat kontraindikasi atau tidak tepat sementara pada kelompok lainnya hanya ditemukan sebesar 1%. Dari beberapa penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak obat dapat berinteraksi pada beberapa pasien tetapi tidak pada pasien yang lain karena sebagian pasien dapat mentolerir dengan baik efek interaksi obat ini. Di sisi lain dokter-dokter yang berpengalaman melakukan langkah-langkah yang sesuai berkaitan dengan efek interaksi obat ini dengan cara menaikkan dosis obat atau sebaliknya dengan menurunkan dosis. Di sinilah perlunya komunikasi antara pasien dengan sumber informasi obat seperti dokter dan apoteker menjadi penting guna mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam mengantisipasi kejadian interaksi obat ini.

Langkah terbaik yang dapat dilakukan oleh pasien ketika menggunakan obat adalah berhati-hati dalam mengkonsumsi bahan-bahan lain ketika sedang menggunakan obat. Informasi tentang apakah obat berinteraksi dengan obat lain bisa ditemukan pada sebagian leaflet obat. Beberapa peneliti juga telah menemukan kejadian interaksi obat dengan obat-obat herbal, minuman dan lain sebagainya. Beberapa hasil dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut : Pemakaian obat bersama 240 ml jus grapefruit dapat meningkatkan efek obat antihipertensi amiodaron, obat pilek terfenadin dan obat penurun kolesterol atorvastatin. artinya adalah bahwa langkah yang harus dilakukan pada kasus ini seharusnya dilakukan penurunan dosis obat jika diminum bersamaan dengan jus tersebut guna menghindari efek overdosis dari obat tersebut. Jus grapefruit sudah diketahui berinteraksi dengan lebih dari 20 jenis obat. Contoh lain adalah penggunaan ginkobiloba pada pasien yang juga sedang menggunakan aspirin dapat menyebabkan meningkatnya resiko pendarahan. Jus apel dapat menyebabkan berkurangnya efek obat flue fexofenadin. Kapsul garlic atau bawang putih dilaporkan menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah yang drastis pada pasien yang sedang mengkonsumsi lisinopril, suatu obat antihipertensi. Alkohol diketahui dapat mengurangi khasiat banyak obat begitu juga dengan kopi, dan rokok. Jadi jangan heran jika perokok, peminum kopi atau pecandu alkohol minum obat pada dosis yang normal tidak akan mendapatkan efek obat seperti yang diinginkan. Susu juga berinteraksi dengan beberapa obat. Susu dapat menyebabkan tidak efektifnya antibiotik tetrasiklin karena menghalangi proses penyerapannya ke darah. Itu sebabnya sebaiknya jika tidak diketahui dengan pasti, jarak antara minum obat dan susu diperhatikan. Langkah tepat yaitu obat diminum satu sampai dua jam sebelum  minum susu.

 

Satu Tanggapan to “JIKA OBAT YANG DIMINUM TIDAK BERKHASIAT, AWAS BARANG KALI DISEBABKAN OLEH INTERAKSI OBAT”

  1. Kunjungan siang, silahkan mampir juga ke site kami gujahe & gulajoss, ada program kemitraan senilai 3,5 juta nett, jika anda berminat silahkan email ke info@gujahe-kbm.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: