MEMPERINGATI HARI LEPRA SEDUNIA

Tanggal 31 Januari merupakan salah satu tanggal yang penting bagi dunia kesehatan Hari Lepra Sedunia diperingati setiap tanggal tersebut. Peringatan menjadi bermakna karena sampai saat ini jumlah kasus penderita lepra masih tinggi terutama pada beberapa Negara berkembang. Khusus bagi Indonesia tanggal ini menjadi lebih penting untuk diperingati karena di negeri ini terdapat kasus penderita lepra atau kusta yang jumlahnya termasuk salah satu tertinggi di dunia. Dari data terbaru WHO ( laporan tahunan 2009 ), pada tahun 2007 Indonesia menduduki urutan kedua dalam jumlah kasus penyakit lepra setelah India. Di bawah Indonesia menyusul beberapa negara miskin dan berkembang lainnya yaitu Kongo, Bangladesh, Nigeria, Nepal, Ethiopia. Jumlah kasus lepra di Indonesia hampir dua belas kali lipat jumlah kasus yang terjadi di Cina yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Menurut data yang didapat dari situs menkokesra, diperkirakan setiap tahun tercatat 17 ribu hingga 20 ribu kasus lepra baru. Jumlah ini merupakan jumlah yang terdeteksi, belum termasuk jumlah yang tidak dilaporkan. Diperkirakan jumlah penderita secara keseluruhan mencapai 400 ribu – 500 ribu orang. Daerah yang menjadi kantong-kantong penderita lepra di Indonesia adalah Aceh, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, daerah pantai utara Jawa, Jawa Timur, Madura dan Papua.

Lepra atau penyakit Hansen merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh sejenis bakteri yaitu Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa saluran pernapasan. Lesi pada kulit merupakan tanda yang dapat diamati dari luar. Bila tidak cepat ditangani, penyakit dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak dan mata. Tidak seperti mitos yang berkembang di tengah manyarakat, penyakit ini tidak menyebabkan lepasnya anggota tubuh dengan mudah.

              Secara umum penyakit kusta dapat dikenali dengan tenda-tanda sebagai berikut :  adanya bercak putih seperti panu pada tubuh manusia yang awalnya hanya sedikt, tetapi lama kelamaan semakin melebar dan banyak, Kerja kelenjar keringat berkurang sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat, adanya bintil-bintil kemerahan yang tersebar di kulit, alis, rambut rontok, muka benjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina ( muka singa ). Bagian tubuh yang paling banyak diserang adalah tangan dan wajah.

              Penularan penyakit biasanya melalui hubungan yang intim dengan penderita dan pemaparan yang lama terhadap bakteri penginfeksi. Infektan bisa masuk ke tubuh manusia melalui bakteri yang bersumber pada sekret atau cairan hidung yang dikeluarkan oleh penderita atau cairan yang berasal dari lesi/ luka penderita. Berita baiknya adalah bahwa hampir 95% orang memiliki kekebalan tubuh alami atau yang lebih dikenal dengan sistem imun alami yang dapat membunuh infektan yang masuk ke tubuh tanpa menyebabkan penyakit. Upaya terpenting yang bisa kita lakukan guna menghindari terjangkitnya penyakit lepra adalah menjaga higienitas diri dan lingkungan, melaporkan pada pusat pelayanan kesehatan jika mengetahui ada kasus lepra di sekitar lingkungan kita ( karena penyakit ini bersifat menular ), dan mematuhi proses pengobatan sampai penyakit tersebut sembuh total. Pengobatan biasanya memakan waktu yang cukup lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: