PERKIRAAN BIAYA HIDUP DI JEPANG

Belajar memang tidak mengenal usia dan status. Terkadang kesempatan untuk menuntut ilmu ke tingkat yang lebih tinggi, justru datangnya setelah kita berkeluarga. Belajar saat masih single dan ketika telah berkeluarga tentu saja tidak sama. Terlebih jika kesempatan itu adalah belajar ke luar negeri. Jika hanya kita sendiri yang pergi ke negeri orang tersebut, konsekuensinya adalah kita akan kehilangan banyak kesempatan dalam kebersamaan dengan keluarga. Jika kita memiliki anak-anak yang masih kecil-kecil dan dalam tahap perkembangan, maka kita akan kehilangan waktu dalam mengamati perkembangan mereka yang terkadang ada saja hal-hal baru yang terjadi setiap harinya. Di sisi lain apabila keluarga kita ajak serta pergi bersama, pertimbangan ekonomi tentu menjadi hal utama. Apakah jumlah beasiswa yang kita terima dapat mencukupi segala kebutuhan keluarga selama di negeri orang nantinya. Kita tahu bahwa biaya hidup di Negara-negara maju yang biasanya menjadi tempat tujuan menimba ilmu tidaklah murah. Dalam tulisan ini saya akan mencoba menguraikan tentang pengetahuan dan pengalaman saya sehubungan dengan besarnya biaya hidup yang mungkin dibutuhkan oleh sebuah keluarga ketika sedang berada di Jepang tentunya dalam kacamata seorang mahasiswa penerima beasiswa.

 

Sebelumnya saya ingin menceritakan terlebih dahulu tentang pengalaman kecil saya ketika berkonsultasi dengan Staf Kawasaki International Centre ( instansi yang menyediakan layanan konseling untuk orang asing ). Saat itu  saya mengutarakan tentang rencana untuk mengajak keluarga pindah ke Jepang. Staf tersebut balik bertanya, berapa jumlah beasiswa yang saya terima tiap bulannya. Ketika saya sampaikan jumlahnya ( 185 ribu yen ), ia lalu menjelaskan bahwa jumlah tersebut untuk hidup di Jepang seorang diri bisa jadi cukup, tapi jika untuk membiayai kehidupan keluarga, akan sangat sulit mengigat biaya hidup yang tinggi di Tokyo Metro. Informasi tersebut saya terima sambil mencoba menganalisanya. Saya anggap itu adalah penilaian dilihat dari sisi pandang orang Jepang dengan lifestyle mereka. Jika mereka yang diberikan uang senilai tersebut maka mungkin kejadiannya akan seperti itu. Tapi lifestyle kita orang Indonesia ( khususnya saya )  tentu saja berbeda dengan mereka. Apa yang kita makan, minum, pakai dan sebagainya mungkin tidak sama dan ini tentunya akan berhubungan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk hal-hal tersebut.  

 

Berikut saya coba menguraikan beberapa pos biaya rutin :

1. Tempat tinggal/ apartemen

Ini adalah komponen biaya terbesar yang harus kita anggarkan. Sewa apartemen akan lebih tinggi di Tokyo dibandingkan daerah sekitar. Dan semakin dekat jarak apartemen ke stasiun, semakin tinggi pula harga sebuah apartemen. Untuk ukuran satu kamar harga yang agak mudah di dapat di Tokyo 65.000 yen ke atas. Tapi bukan berarti tidak ada yang lebih murah, karena dari beberapa yang saya lihat dari harga yang sering di pajang di agen penyewaan apartemen, ternyata ada juga yang harganya di bawah itu. Kalau berkeluarga tentu saja satu kamar tidak cukup, minimal 2 kamar dan harganya pastinya akan lebih mahal. Beberapa teman menyewa apartemen yang berada di luar Tokyo seperti Chiba. Ukuran 2 kamar di Chiba tersebut bisa didapat dengan harga sewa 40 ribuan yen per bulan. Konsekuensinya adalah jarak yang harus ditempuh setiap kali ke kampus yang ada di Tokyo menjadi lebih lama, bisa 1 sampai 1,5 jam. Apartemen saya dengan ukuran 1 kamar di daerah Kawasaki ( luar Tokyo ), sewanya 57.000 yen sebulan ( luas 14,5 m persegi, dilengkapi AC, tempat masak dengan 1 kompor listrik yang berada di ruangan yang sama dengan tempat tidur, shower dengan pemanas air, air, listrik dan gas). Jarak apartemen saya ke kampus kira-kira 8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 40 menit sekali jalan dengan kereta api plus jalan kakinya.

2. Listrik

Ukuran satu kamar、masak setiap hari dengan kompor listrik, sebulannya kira-kira 3.500 yen ( AC bisa dikatakan tidak dinyalakan ). Di musim dingin atau panas dengan menyalakan AC tentu saja biayanya akan menjadi lebih tinggi, terlebih jika dinyalakan sepanjang siang dan malam hari karena ada penghuni yang tinggal di rumah ( bisa jadi mencapai 7.500 – 10.000 yen)

3. Air

Pemakaian minimal sekitar 1.200 yen ( pengalaman nih ). Tagihan datang biasanya dua bulan sekali. Semakin banyak pemakaian akan berbanding lurus dengan biaya yang harus di bayar.

4. Gas

Pemakaian minimal kira-kira sama dg air 1.200 yen (pengalaman nih ). Biasa digunakan untuk pemanas air saat akan mandi. ( Musim dingin dan semi biasanya akan selalu digunakan ). Jika digunakan untuk menyalakan kompor saat memasak tentu akan menambah biaya pemakaian di satu sisi, dan mengurangi  biaya pemakaian  listrik di sisi lain karena pengalihan sumber energinya.

5. Transportasi

Besarnya sangat tergantung dari jarak tempat tinggal ke kampus. Dari pengalaman teman yang tinggal di luar Tokyo, ongkos kereta api langganan bulanan ( sudah harga diskon mahasiswa ) antara 10.000 – 12.000 yen. Teman lain yang juga tinggal di luar Tokyo menghabiskan uang transport sekitar 5.000 yen. Kalau mau bebas biaya transportasi tentu saja dengan mencari apartemen di sekitar kampus. ( tinggal menghitung cost and benefitnya antara apartemen dan transportasi ).

6.  Internet dan telepon

Biaya berlangganan internet antara 5.000 – 7.000 yen ( unlimited ). Sedangkan telepon tentu sangat tergantung pemakaian. Salah satu provider yakni Softbank, pemakaian minimal kira-kira 1.000 yen ( sejenis biaya abondemennya lah : murah karena nelpon ke sesama provider ini gratis dari jam 1 dini hari sampai jam 21.00 malam ). Jadi kalau kolega yang biasa kita telepon juga pengguna Softbank tentunya sangat menguntungkan. Softbank merupakan salah satu yang terbesar.

7. Biaya konsumsi

Sangat tergantung pada pilihan yang kita ambil. Jika setiap saat memilih makan di luar yang harga rata-ratanya sekitar 500 – 600 yen, maka untuk satu orang dg 3 kali makan sehari, sebulan kira-kira 45.000 yen. Pilihan lain dengan masak sendiri ala masakan Indonesia. Biaya ini bisa hanya 1/3 nya alias 15.000 yen. Sudah empat sehat lima sempurna deh. Untuk mendapatkan bahan-bahannya walau tidak semudah di Jakarta, tapi bisa dibilang mudah. Tidak perlu berfikir untuk mengimpor cabe, bawang atau yang lainnya dari Indonesia. Di Tokyo juga ada. Untuk keluarga tinggal dikalikan saja dengan jumlah anggotanya.

8.  Biaya asuransi

Asuransi kesehatan di Jepang berjalan baik. Bagi yang tidak ditanggung oleh perusahaan tempat bekerja, kita diikutkan dalam asuransi nasional. Saya bayar 1.900 yen sebulan. Jika sakit kita hanya tinggal membayar 30% dari biaya rumah sakit atau obat.

Kesimpulannya  menurut saya biaya hidup hemat untuk satu orang di Tokyo Metro berkisar antara 100.000 – 120.000 yen. Jika dengan keluarga 2 anak yang kecil, 170.000 – 185.000 yen cukup ( relative memang ).

Jangan lupa baca tips tinggal di Jepang dan berbagai kemudahan di Jepang

11 Tanggapan to “PERKIRAAN BIAYA HIDUP DI JEPANG”

  1. hai sist/bro..
    mau nanya nih kl mau pegi jalan2 ke jepang kira2 duit yg dibawa hrs minimal brp ya?
    trus ada ga ya apartmn/ rumah kontrakan/ hostel yg nyewain perhari gt?
    kl ada kira2 brp ya biaya nya? kl ada yg bersedia ngasi nginep gratis diterima dengan senang hati (ngarep ;p). trus tmpt2 wisata yg bagus ada dmn aja?
    trims buat jawabannya.

    • Kalau hitung-hitungan saya kira-kira begini :
      – tiket pesawat 8 jutaan PP
      – penginapan murah 4000 yen = 400 ribuan semalam cek di http://www.sakura-hotel.co.jp/sakura-hotel_rates.html
      – sekali makan rata2 70 rb – 100 rb an ( kalau biasa makan mie kemasan 15 ribuan cukup )
      – transportasi utama kereta api. Tersedia paket-paket wisata hemat cek di http://www.jreast.co.jp/e/ .
      Jalan-jalan satu minggu di Jepang menurut saya 15 sampai 20 juta rupiah cukup ( sangat tergantung style orangnya, bisa kurang atau juga lebih ). Kalau laki-laki mah mau nginap di tempat saya juga boleh. Hitung-hitung menghemat uang penginapan

  2. Hmmm….mahal jg yah biaya hidupnya….

    • MAHAL OR MURAH ITU SIFATNYA RELATIF. kALAU PENDAPATANNYA KITA PAKAI STANDAR INDONESIA TERUS PENGELUARANNYA DI jEPANG TENTU SAJA JADI MAHAL. tAPI KALAU PEMASUKAN DAN PENGELUARAN DIHITUNG DENGAN STANDAR JEPANG, MUNGKIN AKAN JADI BERBEDA

  3. Di chiba kampus terdekat apa ya ..

  4. Tiara Zikra Says:

    Mahasiswa yang menerima Beasiswa itu boleh part-time gak gan?

    • Maaf sudah lama gak buka blog lagi. Setahu saya bisa. Izin kerja part time bisa dilakukan di kantor imigrasi. Saya sendiri pernah mengurus izin kerja tersebut, cuma belum sempat dimanfaatkan karena kesibukan kuliah

  5. Kalo di jepang ada universitas yang ada asrama nya?

    • Setahu saya ada. Seperti di Tokyo Institute of technology, saya punya beberapa kenalan di sana yang tinggal di asrama kampus dengan harga yang lebih murah dibandingkan apartemen biasa.

  6. mantep ini artikel memberikan gambaran yang pengen ke jepang… met kenal ya.. semoga dikasih rejeki bisa mampir ke tokyo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: