KELAS BAHASA JEPANG GRATIS DI TEMPAT KEDUA LEBIH TERPOLA

Seperti yang pernah saya sampaikan di dalam tulisan beberapa bulan yang lalu bahwa pemerintah setingkat kecamatan tempat saya tinggal, menyelanggarakan kelas bahasa Jepang secara gratis bagi pendatang asing yang menjadi warganya. Sejak awal sampai sebulan yang lalu saya dan seorang teman Indonesia sekali seminggu ikut dalam kelas tersebut. Kebetulan tempatnya berada di jalur kereta api langganan rute apato-kampus sehingga kami tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi khusus/ekstra untuk mengikuti kelas bahas itu. Sebenarnya kelas bahasa Jepang diselenggarakan 3 kali dalam seminggu, tetapi karena kesibukan kampus kami tidak bisa mengikuti semua jadwal tersebut.

 

Terdorong keinginan untuk mencari suasana baru, saya dan teman tadi sebulan belakangan ini berpindah jalur kereta api langganan. Konsekuensi dari pergantian jalur langganan ini adalah kami tidak melewati tempat kelas bahasa Jepang gratis tadi. Karena rasa sayang kehilangan kesempatan belajar bahasa Jepang, sebelum perpindahan jalur saya telah berusaha mencari dan akhirnya mendapatkan informasi tentang tempat lain yang menyelenggaran kelas bahasa gratis. Dan Alhamdulillah, di sekitar stasiun jalur langganan yang baru ini ada juga kelas bahasa Jepang gratis sejenis yang diselenggaran oleh pemerintah kecamatan lain yang kebetulan bertetangga dengan kecamatan saya tinggal. Akhirnya kamipun mendaftarkan diri dan langsung bisa mengikuti kelas tersebut.

 

Sama dengan kelas sebelumnya, tenaga pengajar di tempat baru ini juga merupakan tenaga sukarelawan yang mereka sebut dengan volunteer. Pada umumnya mereka telah berusia tua ( di atas 50 an atau bahkan 60 an ? ) walau ada juga yang masih sangat muda. Temapt baru ini di daerah Takutsu-ku dekat stasiun Mizonokuchi, Kawasaki-Shi. Perbedaan yang bisa saya tangkap adalah system belajar di tempat ini lebih terpola dibandingkan sistem di tempat terdahulu. Setiap kali belajar selalu ada buku pegangan dan fotokopi materi yang dibagikan kepada peserta kelas. Di kelas terdahulu, saya belum pernah melihat sensai/ guru membawa buku pegangan walau terkadang fotokopi materi juga dibagikan.

 

Kelas bahasa gratis ini tentu saja tidak bisa kita dibandingkan dengan lembaga kursus bahasa regular yang telah memiliki sistem yang terpola dengan baik. Tetapi keberadaannya tetap sangat bermanfaat karena kita jadi punya kesempatan untuk bisa berkomunikasi langsung dan sekaligus mendapatkan pengajaran bahasa dengan segala keterbatasan tenaga volunternya yang asli orang Jepang. Agar kegiatan kelas ini menjadi lebih efektif, sebaiknya kita telah bisa menguasai huruf hiragana dan katakana. Bagi yang belum bisa kelas ini tetap saja bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: