UDARA JEPANG ( TOKYO METRO ) DI BULAN JUNI TERASA GERAH

Menurut salah satu sumber, musim panas di Jepang baru akan mejelang pada bulan Juli. Musim yang menurut informasi lain adalah musim yang memaksa kita harus siap menahan panasnya udara dan teriknya sinar matahari. Masa di mana siang jauh lebih panjang dibandingkan dengan malam hari.

 

Bulan Juni ini merupakan bulan Juni pertama bagi saya tinggal di Jepang. Dalam sebulan ini udara Jepang saya rasakan begitu gerahnya. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan saat musim dingin. Menurut informasi musim, sebetulnya bulan Juni masih termasuk ke dalam musim semi atau mungkin tepatnya adalah bagian akhir musim semi menjelang datangnya musim panas. Layaknya sesuati yang berada pada posisi antara, mungkin itu pula yang menyebabkan kenapa di bulan Juni ini udara terasa lebih panas jika dibandingkan dengan periode awal musim semi yakni di bulan April dan Mei. Pada kedua bulan tersebut udara terasa begitu nyaman. Terkadang terangnya terpaan sinar matahari tidak menimbulkan rasa panas di kulit kita yang diterpanya. Sedangkan selama hari-hari di bulan juni ini teriknya sinar matahari begitu terasa di kulit, kelembaban udara yang tinggi menyebabkan rasa gerah yang membuat perasaan tidak nyaman. Saya dan teman Indonesia sempat berkelakar “ kalau bulan Juni aja gerahnya sudah begini, gimana rasanya di bulan Juli dan Agustus yang dikatakan merupakan masa-masa puncaknya musim panas”.

 

Ketika berada di rumah, jika kita ingin terbebas dari kegerahan udara, maka pendingin ruangan mestinya dinyalakan. Kalau tidak tubuh rasanya seperti bergetah. Beruntung bagi saya di siang hari yang selalu berada di kampus yang seluruh ruangannya dipasang sistem pendingin. Gerahnya suasana rumah akan terasa saat hari libur dimana kita tidak ke kampus dan juga saat malam hari. Di samping udara yang terasa gerah, dengan frekuensi yang tinggi, selama bulan Juni ini juga terjadi angina yang cukup kencang. Keberadaan angin ini terkadang cukup membantu mengusir hawa gerah yang ada. Tak jarang saya membuka jendela lebar-lebar ketika berada di rumah, baik siang dan malam hari guna mengusir kegerahan dan membiarkan hembusan angin masuk ke dalam ruangan.

 

Selama bulan ini masyarakat Jepang banyak yang mengenakan paying saat berada di luar ruangan walau hari tidak hujan. Di stasiun atau terkadang di dalam kereta ada saja dijumpai orang yang sedang mengipas-ngipas tubuhnya dengan kepas, atau menyeka buka atau lehernya dengan sapu tangan. Baju jas lebih banyak yang dijinjing ketika masih berada dalam perjalanan baik menuju atau meninggalkan tempat kerja/ tempat aktivitas lainnya. Maka kalau kepada saya ditanya mana yang lebih disukai suasana pada musim dingin, semi, atau panas ( musim panas sebenarnya belum dimulai, tapi suasananya bisa tergambar di bulan Juni ), maka saya akan mengurutkannya mulai dari yang paling disukai adalah sebagai berikut : musim semi, musim dingin dan terakhir musim panas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: