APA YANG KITA DAPAT HARI INI

Manusia hidup tentu memiliki tujuan. Tujuan tersebut adalah mengumpulkan amaliah atau perbuatan baik sebanyak-banyaknya sebagai bekal kelak ketika waktu menghadap yang pencipta telah tiba. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka seyogiayanyalah setiap masa yang dilewati dalam derap langkah kehidupan memilki nilai ibadah dan pahala.

 

Terkadang kita lupa akan tujuan hidup. Sering kita menjalani hari-hari tanpa ada sesuatu yang bermakna yangn kita perbuat. Tiada perbuatan tentunya tak akan ada pula yang didapat. Atau mungkin kita telah berbuat sesuatu atau beberapa hal, tetapi karena dilakukan dengan cara yang tidak maksimal, hasil yang didapatpun hanya sedikit. Coba saat ini kita bertanya kepada diri masing-masing, apa yang telah kita dapatkan hari ini. Apakah ada hasil  positif dan bermakna yang telah kita dapatkan hari ini atau hari kemarin atau di hari-hari lain yang telah kita lewati? Kalau jawabannya ada, pertanyaan selanjutnya adalah apakah hasil tersebut telah maksimal sesuai dengan waktu yang telah kita gunakan untuk menghasilkannya? Jka jawabannya ada dan maksimal, maka kita pantas untuk tersenyum karena kita termasuk orang-orang yang beruntung dan orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Apabila jawabannya tidak ada atau ada tapi tidak maksimal, maka kita seharusnya harus menyisihkan waktu kita untuk merenung kenapa hal itu bisa terjadi, karena sesungguhnya kita adalah termasuk orang-orang yang merugi.

 

Jika kita saat ini adalah seorang pelajar, hendaknya di setiap malam menjelang tidur, kita sempatkan diri kita untuk bertanya apakah yang telah saya pelajari dan dapatkan hari ini?  Rumus-rumus baru apa yang telah kita hafal dan pahami? Pengetahuan baru apa yang sudah kita dapatkan hari ini sebagai tambahan dari pengetahuan yang telah kita kuasai sebelumnya. Berapa bab buku yang telah kit abaca dan kuasai hari ini? Kalau kita ingin menjadi pelajar yang beruntung, maka seharusnya di setiap hari kita harus ada target menambah pengetahuan dan informasi-informasi keilmuan yang baru sehingga kita layak menyandang gelar sebagai seorang pelajar.

 

Jika kita seorang ayah atau ibu, di akhir aktivitas harian hendaknya kita bertanya, apakah yang telah saya lakukan dan dapatkan hari ini? Apakah kita telah membimbing anak-anak kita menjadi anak-anak yang nantinya bisa tumbuh menjadi anak yang soleh/solehah? Apakah ada hal-hal baru yang telah kita ajarkan kepada anak-anak kita. Apakah kita telah meluangkan waktu bersama-sama mereka? Sudahka kita mengajarka mereka mengaji, membaca dan sebagainya? Jika jawabannya yaa, maka kita pantas tersenyum dan bermimpi indah dalam tidur kita karena kita adalah orang tua yang beruntung. Apabila jawabannya tidak ada atau ada tapi tidak maksimal, maka kita pantas bersedih karena kita orang tua yang telah mengalami kerugian di hari itu dan hari esok harus kita timbulkan tekat dalam hati untuk memperbaikinya.

 

Jika kita seorang pekerja, kita pantas bertanya apakah yang sudah kita lakukan dan dapatkan hari ini? Sudahkah kita memberikan pelayanan yang ramah dan baikk kepada pelanggan yang datang ke tempat kita? Sudahkah kita membuat atasan kita tersenyum karena seluruh tanggung jawab kita telah kita kerjakan dengan benar? Sudahkah kita membuat bawahan kita tertawa karena mendapatkan bimbingan kita di saat mereka menemukan kendala? Kita boleh tersenyum dan tidur nyeyak jika jawabannya sudah dan ada yang kita dapat. Tapi jika belum atau ada tapi tidak maksimal, mari kita bersedih dan segera bertekat untuk memperbaikinya mulai besok saat kita bangun pagi.

 

Jika kita seorang suami atau istri. Hendaknya sebelum kita beranjak menuju peraduan, kita Tanya dulu pada diri kita apakah yang telah kita perbuat dan dapatkan hari ini? Sudahkah kita membuat pasangan kita tersenyum dan bahagia hatinya? Apakah kita telah ikut bersamanya memikul beban keluarga? Jika yaa maka kita layah tersenyum dan tiduk nyeyak di atas peraduan kita karena kita adalah orang yang beruntung. Kita patut bersedih jika jawabannya ternyata hari ini kita lebih banyak membuat pasangan kita bersedih hati dan letih karena membiarkannya sendirian memikul beban keluarga. Semoga kita termasuk kepada kelompok orang-orang yang selalu mendapatkan sesuatu dan banyak hal di setiap harinya. Sehingga masa hidup yang singkat ini tidak menjadi penyesalan kelak di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: