UYA KUYA DAN PERMASALAHAN BANGSA

Penyelesaian kasus hukum yang berlarut-larut sering mewarnai pemberitaan di berbagai media masa baik cetak maupun elektronik. Mulai dari kasus suap yang ditangani oleh KPK sampai pada kasus video porno mirip artis yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Lamanya penyelesaian kasus-kasus tersebut salah satunya disebabkan karena susahnya mendapat pengakuan dari pihak-pihak yang sedang menyandang prediket saksi, tersangka maupun terdakwa. Kita masih ingat bagaimana AM yang beberapa kali meralat pengakuan yang pernah dibuatnya pada kasus yang ditangani KPK. Pengakuan baru yang bertolak belakang dengan pengakuan yang pernah dibuat sebelumnya. Ada lagi artis yang belakangan ini dikabarkan telah mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya, sebelumnya dengan bersikukuh mencoba untuk membantah pemberitaan-pemberitaan tersebut. Proses pengakuan tersebut terkadang memerlukan waktu yang tidak singkat sehingga berdampak pada lamanya penangan suatu perkara hukum.

 

Mana ada maling yang mau ngaku, kalau semua maling pada ngaku tentunya penjara akan segera penuh terisi oleh para maling tersebut, begitu kata pepatah bijak yang sering kita dengar. Nah berkaitan dengan kesulitan dalam mendapatkan pengakuan dari para saksi, tersangka atau terdakwa tadi, saya jadi teringat pada salah satu acara reality show yang ditayangkan pada salah satu stasiun televise swasta yakni SCTV.

 

Acara tersebut bertajuk UYA MEMANG KUYA. Judul yang sangat erat kaitan dengan nama pembawa acaranya, siapa lagi kalau bukan Uya Kuya, salah seorang entertainer top di negeri ini. Secara singkat acara tersebut menyuguhkan kemampuan sang artis untuk menghipnotis kliennya. Dalam kondisi terhipnotis tersebut, sang klien diburu dengan beberapa pertanyaan oleh Uya Kuya dan pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan “ sepertinya sangat jujur “ oleh si klien. Jawaban yang terkadang sangat bertolak belakang dengan jawaban terhadap pertanyaan sama yang diajukan ketika klien dalam keadaan tidak terhipnotis.

 

Setelah beberapa kali menyaksikan acara tersebut, sempat juga terlintas dalam fikiran saya yang awam ini. Dengan kemampuan yang dimilikinya tersebut, sepertinya UYA KUYA bisa diajak oleh KPK atau kepolisian atau aparat penegak hukum lainnya untuk membantu mereka dalam mengorek pengakuan dari pihak-pihak yang sedang mereka periksa. Dari acara TV tersebut sepertinya dalam waktu kurang dari satu jam, pengakuan akan bisa didapat. Bukankah ini akan sangat menghemat waktu dan tenaga. Kalau cara ini belum ada paying hukumnya seperti yang selama ini sering ditakutkan oleh para penyelenggara negara, bukankah ada DPR yang punya kewenangan dalam hal itu.

 

INI HANYA PEMIKIRAN DARI SEORANG AWAM YANG SANGAT SEDERHANA. SEBUAH PEMIKIRAN YANG TERLINTAS DISAAT MATA MENGANTUK DAN PERUT TERASA SEDIKIT LAPAR.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: