LENGANGNYA JALAN RAYA DI TOKYO

Terlintas dalam benak saya peristiwa sekitar 7 bulan yang lalu saat pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bumi Kaisar Akihito ini. Sungguh sebuah masa yang sulit untuk dilupakan. Orang bilang cinta pertama adalah yang paling berkesan. Sepertinya setiap yang pertama selalu memberi kesan yang mendalam dalam kenangan kita. Masih jelas teringat betapa dinginnya udara Jepang saat pertama kali saya keluar dari pesawat. Yaa waktu itu adalah musim dingin telah berlangsung beberapa minggu. Dinginnya udara memaksa semua orang mengenakan baju beberapa lapis dan tentunya termasuk saya yang datang dari daerah tropis yang selalu hangat/panas.

 

Dari bandara saya, seorang teman dan seorang penjemput yang kebetulan berkebangsaan Jepang naik bis menuju Tokyo. Di sepanjang perjalanan saya sempat berfikir, ternyata Tokyo berbeda dari apa yang saya bayangkan selama ini. Dalam bayangan saya Tokyo adalah kota besar yang sangat padat penduduknya, kita dengan mudah menemukan orang berseliweran di jalan-jalan raya, kendaraan bermotor yang hilir mudik seperti halnya dengan kondisi yang terjadi di Jakarta. Yaa saya selalu membandingkan Tokyo dengan Jakarta karena keduanya adalah sama-sama kota besar dan merupakan ibu kota negara.

 

Saya sengaja memilih tempat duduk di pinggir agar bisa leluasa melihat-lihat suasana lokasi di sepanjang perjalanan. Apa yang saya saksikan adalah kelengangan. Lengang dari manusia yang berlalu lalang, sepi dari kendaraan bermotor yang berseliweran. Jalan-jalan yang berukuran besar-besar tampak kosong. Di trotoar hanya sesekali terlihat orang yang berjalan atau sedang bersepeda. Ternyata apa yang saya lihat ketika itu tidak berbeda dengan apa yang saya saksikan sekarang. Jalan-jalan raya di Tokyo dan sekitarnya memang lebih sering terlihat lengang. Jalan-jalan dengan berbagai ukuran terkesan sepi dari kendaraan bermotor. Kemacetan sepertinya merupakan hal yang langka di Tokyo ( setidaknya begitu yang saya lihat sampai saat ini )

 

Kelengangan ini antara lain disebabkan oleh sangat majunya sistem transportasi masal yakni kereta api. Baik jalur yang berada di atas permukaan tanah maupun di bawah tanah. Jalur bawah tanah tentu saya sangat berperan dalam mengurangi kemacetan jalan akibat perlintasan kereta api. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa jumlah warga yang memanfaatkan kereta api jauh lebih besar dibandingkan bis atau motor. Jadi kalau kita ingin melihat keramaian di Jepang, maka tempat yang paling pas untuk itu adalah stasiun kereta api. Salah satu stasiun terpadat di Tokyo yakni Sinjuku station konon setiap harinya disinggahi oleh tidak kurang 2 juta orang. Hal ini membuat stasiun menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Pusat-pusat bisnis yang besar umumnya berada di kawasan stasiun.

2 Tanggapan to “LENGANGNYA JALAN RAYA DI TOKYO”

  1. pengalaman yang menarik ^^ saya suka membaca bloh anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: