NOMOR UNDIANKU MASUK DALAM PENGUMUMAN HASIL UNDIAN APARTEMEN PEMERINTAH JEPANG

              Tadi pagi saya pergi ke Nakahara ward office ( kecamatannya kita ). Tujuan saya ke sana adalah untuk mengetahui apakah hasil dari proses pengundian untuk mendapatkan apartemen murah milik pemerintah sudah dipublikasikan. Sebenarnya menurut jadwal, publikasi pengumuman tersebut sudah bisa dilihat sejak kemarin. Akan tetapi saya tidak menemukan pengumuman tersebut di dalam situs yang tertulis di buku panduan pengisian dulu. Sekali lagi karena kesangat terbatasan kemampuan bahasa Jepang, sayapun memberanikan diri bertanya ke bagian informasi kantor tersebut. Kebetulan ia adalah salah seorang volunteer yang ikut mengajar kelas bahasa Jepang. Saya kemudian menunjukkan surat yang berisi nomor undian yang saya terima beberapa waktu lau, dan staf tersebut langsung menunjukkan lokasi pengumuman kepada saya yang kebetulan hanya beberapa langkah dari meja kerjanya.

              Dengan perasaan harap-harap cemas, saya mengamati sati persatu nomor-nomor yang ada di lembaran pengumuman tersebut. Sampai akhirnya saya menemukan nomor saya dan nomor teman saya juga ada di lembar pengumuman tersebut. Hal itu tentu saja membuat saya sangat senang karena dalam bayangan saya waktu itu kami termasuk orang-orang yang mendapatkan peluang tinggal di apartemen murah milik pemerintah Jepang. Seketika itu juga saya bermaksud hendak menelepon teman untuk memberitahukan kabar gembira tersebut. Sebelum niat saya untuk menelepon teman tersebut kesampaian, staf informasi tadi mendekati saya, barangkali dia ingin mengetahui apa yang sedang saya alami. Saya sampaikan kepada dia bahwa nomor saya ada di lembaran pengumuman tersebut. Lalu dia lihat dan setelah itu di memberi tahu saya bahwa nomor saya dan teman saya berada pada urutan kedua. Artinya jika orang yang nomornya berada pada urutan pertama tidak jadi/ membatalkan untuk tinggal di apartemen tersebut, maka kami yang berada di urutan kedualah yang akan menggantikannya.

              Informasi ini langsung menurunkan tensi kegembiraan saya seketika. Saya berfikir, apa mungkin mereka yang telah mendapatkan kesempatan tersebut ( nomor jadi ) akan membuang kesempatan itu. Bukankan ketika mereka mengajukan aplikasi mereka telah mendapatkan informasi yang cukup lengkap mengenai kriteria apartemen yang dipilih ( tipe, ukuran, jarak dari stasiun kereta api terdekat, lokasi, tahun bangunan didirikan, jumlah ruangan, dsb ). Dalam logika saya,  peluang mereka untuk tidak mengambil kesempatan tersebut sangat kecil walaupun tetap ada.  Kesempatan untuk tinggal di apartemen yang sewanya jauh lebih murah dibandingkan apartemen lain. Sebagai perbandingan  sewa apartemen saya saat ini yang hanya 1 ruangan ukuran 14 meter persegi 57.000 yen, sedangkan apartemen pemerintah tersebut dengan luas yang lebih dari dua kalinya ( 40 – 60 meter/ 3 ruangan ) dari range harga sewa yang terdapat di buku panduan yaitu 16.000 – 29.000 yen. Barangkali hal yang paling tepat saya lakukan saat ini adalah berdoa. Bukan berdoa agar mereka yang mendapatkan kesempatan pertama tersebut membatalkan niatnya untuk mengambil peluang itu, tetapi berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik bagi saya. Kalau itu adalah menjadi rezeki saya, maka dia tidak akan pergi kemana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: