UDARA TOKYO YANG BEGITU MENGGERAHKAN

Saya baru saja mengunduh situs tentang perkiraan cuaca. Saya ingin sekali mengetahui berapa suhu udara di Tokyo saat ini. Keinginan ini muncul karena sudah tiga hari ini ( sejak hari Minggu ), saya merasakan udara yang begitu terik menyengat kulit. Berbeda dengan kondisi udara pada 2 minggu pertama bulan ini yang terasa cukup nyaman dimana sering terjadi angin atau hujan. Kegerahan udara dalam 3 hari ini membuat saya terpaksa menyalakan pendingin ruangan, hal yang sangat jarang saya lakukan selama ini. Dari informasi yang ada di situs tersebut saya ketahui bahwa suhu udara saat ini ( sekitar jam 2.30 siang ) adalah 32 derajat celcius tetapi terasa seperti 40 derajat celcius, begitu istilah yang disampaikan di dalam perkiraan cuaca tersebut ( current temperature 32 celcius degree, feels like 40 celcius degree). Pantas saja kegerahan begitu terasa, ternyata setara dengan 40 derajat celscius, suhu udara yang mungkin belum pernah saya rasakan ketika berada di Indonesia sebelumnya.

 

Dari situs yang sama saya ketahui pula bahwa suhu udara rata-rata Tokyo dalam setahun mengalami puncaknya di bulan Agustus ( rata-rata tinggi 31 derajat celcius, rata-rata rendah 24 derajat celcius ) dan terendah berada di bulan Januari ( rata-rata tinggi 9 derajat celcius,rata-rata rendah 1 derajat celcius ). Sungguh suatu perbedaan suhu yang mencolok. Jika kita melihat angka-angka suhu udara berdasarkan perkiraan cuaca tadi, barang kali kita akan menyimpulkan bahwa udara pasti paling panas sepanjang bulan agustus. Tetapi dari pengalaman pribadi saya, suhu udara pada 2 minggu awal blan Agustus ini terasa lebih nyaman dibandingkan bulan Juli lalu sedangkan suhu udara dalam tiga hari belakangan ini merupakan yang tergerah yang saya rasakan.

 

Sebetulnya saya tidak terlalu merasakan gerahnya musim panas ataupun dinginnya saat winter. Hal ini karena saya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam laboratorium kampus. Di dalam ruangan/ gedung terpasang pendingin/ pemanas ruangan. Jadi baik saat musim panas ataupun musim dingin, udara di dalam kampus tetap terasa nyaman. Udara lapangan sesungguhnya baru saya rasakan ketika berada di luar misalnya saat ingin berbelanja ke supermarket atau saat berangkat ke / pulang dari kampus dan ketika tidak pergi ke kampus alias libur di rumah. Satu hal lagi di musim panas ini, warna kulit orang Jepang banyak yang berubah menjadi lebih gelap. Terkadang warna kulit mereka ada yang mirip dengan warna kulit saya. Bedanya nanti ketika musim panas berakhir. Kulit mereka akan cepat berubah menjadi lebih terang/putih, sementara kulit saya akan tetap gelap. Kalaupun berubah menjadi sedikit terang, perubahan itu bisa diabaikan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: