BUKU TABUNGAN TEMANKU TERTINGGAL DI MESIN ATM JEPANG

              Ada yang membuat teman saya panik tadi pagi. Kepanikan tersebut terjadi pada saat ia hendak melakukan penyetoran uang di salah ATM milik salah satu bank besar di Jepang. Kebetulan saat itu saya ada bersamanya karena memang kami dalam perjalanan menuju kampus. Untuk diketahui bahwa mesin-mesin ATM yang bisa menerima penyetoran uang oleh nasabah secara mandiri sudah sangat umum di Jepang yang letaknya tersebar di berbagai wilayah baik yang berada satu atap dengan bank ataupun yang tidak. Keberadaan ATM tentu saja membuat proses penyetoran uang menjadi lebih gampang dan nyaman.

              Pagi tadi teman saya menggunakan buku rekening ketika menyetor. Penyetoran atau pengambilan maupun update transaksi dengan menggunakan buku tabungan tidak memerlukan nomor PIN seperti ATM, dengan kata lain ketika buku tabungan dimasukkan ke dalam tempat yang tersedia, maka proses transaksi bisa langsung dilaksanakan. Ini berarti pula bahwa siapapun bisa  menggunakan buku tabungan tersebut ketika bertransaksi karena tidak memerlukan PIN tadi, ini berarti juga bahwa jika buku tabungan kita hilang dan digunakan oleh orang lain, maka uang yang ada di dalam tabungan kita terancam raib.

              Kembali pada peristiwa yang menimbulkan kepanikan tadi. Setelah teman saya melaksanakan prosedur penyetoran seperti yang telah pernah saya lakukan sampai pada proses konfirmasi jumlah uang yang disetor, maka tahap selanjutnya adalah pencetakan transaksi di buku tabungan. Pada tahap inilah masalahnya timbul. Setelah ditunggu beberapa lama ternyata buku tabungan tidak kunjung keluar sampai akhirnya muncul petunjuk di monitor yang mengatakan bahwa proses transaksi tidak lengkap dan teman saya diminta untuk menghubungi call centre. Karena ini pertama kali terjadi dan menyangkut uang, rasa cemas dan bingung tentu saja terjadi baik pada diri teman saya maupun saya. Kami tidak tahu mau bagaimana cara menelepon, jika mau menelepon jangan-jangan pakai bahasa Jepang, dan saat itu kebetulan tidak ada orang lain di dekat ATM tersebut. Sejenak kami berfikir apa yang terjadi dan kira-kira apa langkah yang akan diambil. Di tengah ketermenungan tersebut, tiba-tiba terdengar suara dering telepon. Dan ternyata dering tersebut berasal dari gagang telepon yang menjadi bagian dari mesin ATM yang teman saya pakai tadi. Segera saja telepon tersebut kami angkat dan ternyata berasal dari pihak bank.

              Singkat cerita, petugas tersebut yang kebetulan bisa berbahasa Inggris memberi tahu kami bahwa masalah yang terjadi adalah buku tabungan tidak bisa diprint. Dia juga mengkonfirmasi siapa nama penyetor dan berapa jumlah yang disetor. Setelah itu petugas tersebut juga mengatakan bahwa dia akan mengeluarkan buku tersebut dari mesin dan kami diminta untuk pergi ke salah satu kantoer cabang bank untuk melakukan penggantian buku dengan buku baru. Tentu saya teman saya tadi menjadi girang karena permasalahannya selesai. Bayangkan kalau seandainya kami imeninggalkan mesin ATM dan tiba-tiba bukunya bisa keluar dan diambil oleh orang lain, bisa ludes isi tabungan tersebut. Tapi apakah itu mungkin terjadi di Jepang yang sistemnya sudah sedemikian canggih dengan tingkat kejujuran masyarakatnya yang baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: