MENCARI RUMAH/APATO DI JEPANG

              Beberapa hari yang lalu saya bersama seorang teman berusaha untuk mencari rumah atau apato di sebuah daerah di Jepang tepatnya di sekitar stasiun miyamadaera kota Kawasaki, Kanagawa prefecture. Stasiun ini berjarak kurang lebih 45 menit dari kota Shibuya Tokyo. Lazimnya proses sewa menyewa apato di Jepang yakni melalui perantara agen property,maka kamipun pergi ke salah satu agen yang letaknya  berada di kawasan stasiun tersebut. Stasiun tersebut sengaja kami pilih karena posisinya yang terjangkau dari kampus yakni kira-kira 30 menit naik kereta api dengan hanya sekali ganti kereta.

              Di agen pertama kami hanya diberikan satu pilihan rumah. Sedangkan di agen kedua kami menemukan banyak pilihan dengan petugas yang sangat ramah dan siap membatu. Kami sampaikan kriteria apato yang kami inginkan : tipe family/ untuk keluarga : cukup dekat dengan stasiun : kisaran harga bulanan 50 ribu yen ( setara 5 juta rupiah, maklum ukuran kantong mahasiswa ). Cukup banyak apato yang yang memenuhi kriteria dalam hal  tipe dan harga. Tipe yang kami temukan umumnya 2 DK ( kamar mandi, dapur, dan dua ruangan yang bisa dijadikan kamar ) dengan luas antara 28 – 35 meter persegi. Dari segi harga antara 47 ribu sampai 55 ribu yen. Sedangkan untuk kriteria jarak dari stasiun sedikit sulit. Ada yang berjarak 8 atau 10 menit naik bis. Walau ada juga yang menginformasikan bahwa apato tersebut hanya berjarak sekitar 6, 8, 20 menit jalan kaki ke stasiun.               Pihak agen tersebut juga menginformasikan kepada kami bahwa 10 menit naik bis kira-kira setara dengan 2 kilometer.

              Setelah beberapa saat menimbang, akhirnya kami memilih dua apato dari beberapa yang ditawarkan. Selanjutnya pihak agen menawarkan kepada kami untuk bersama-sama melihat ke lokasi. Dengan mobil miliknya kamipun menuju kedua lokasi tersebut. Kedua apato  tersebut berupa bangunan 2 lantai dengan beberapa unit di setiap lantainya ( tidak seperti apartemen di Jakarta, atau mungkin lebih tepat disebut kos-kosan keluarga ). Dari segi fasilitas kami lihat tidak ada masalah. Ruangannya cukup lega. Kamar mandi dan dapur juga dalam kondisi baik bahkan salah satu lokasi apatonya dilengkapi dengan AC di setiap ruangannya.

              Hari itu kami belum memutuskan apato mana yang kami pilih karena harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan anggota keluarga. Kami janjikan untuk datang kembali satu minggu berikutnya. Pengalaman yang kami dapat pada hari tersebut adalah : Jika kita ingin mencari apato di Jepang, terlebih dahulu kita hendaknya menyampaikan kriteria apato yang kita inginkan ( kisaran nilai sewa, jarak dari stasiun terdekat — jika kita sudah punya niat untuk mencari apato di dekat stasiun tertentu, sebaiknya langsung disebutkan karena agen apato tersebut juga menawarkan apato yang tidak hanya berada di lokasi di daerah stasiun tempatnya berdomisili : berapa uang deposit yang harus kita bayar pertama kali ). Mengenai uang deposit, dari beberapa brosur rumah yang telah kami lihat ternyata besarnya berbeda-beda. Ada yang 2 kali nilai sewa dan ada pula yang 3 atau 4 kalinya. Tentunya besaran uang deposit ini perlu menjadi pertimbangan kita. Semakin dekat jarak suatu apato ke stasiun kereta api maka semakin mahal nilai sewanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: