MENGONTRAK RUMAH/ APATO DI JEPANG

Hari Sabtu kemarin saya pergi menemani salah seorang teman ke agen real estate di dekat stasiun Miyamaedaira ( berada di kawasan Kawasaki Jepang kira-kira 45 menit dari Shibuya Tokyo ). Hari itu teman saya hendak membuat kesepakatan dengan pihak pemilik apato yang diwakilkan oleh agen real estate tersebut sekaligus menandatangani surat kontrak antara kedua belah pihak. Yaa teman saya telah memutuskan untuk menyewa satu unit apato/ rumah di daerah tersebut, apato yang telah dia lihat beberapa minggu sebelumnya. Apato dengan luas sekitar 34 meter persegi tersebut terdiri dari 2 ruangan yang bisa dijadikan kamar dan/atau ruang keluarga, dapur yang cukup lega dan tentunya kamar mandi. Apato tersebut akan ditempatinya dengan pasangannya beserta kedua anaknya.

              Dari kontrak tersebut saya ketahui bahwa apato tersebut bertipe wood ( kayu ). Sepertinya di Jepang ada dua jenis apato yakni wood dan concrete ( beton ). Apato tempat teman saya akan tinggal tersebut memiliki dua tingkat dengan 5 unit pada masing-masing tingkatnya. Menurut pendapat saya apato tersebut sangat layak untuk dihuni. Teman saya tersebut beruntung karena di apato tersebut juga tinggal enam keluarga mahasiswa Indonesia lainnya. Sehingga teman saya akan memiliki teman senasib sepenanggungan, selain itu anak-anaknya juga akan segera memiliki teman bermain mereka karena beberapa dari keluarga mahasiswa tersebut juga memiliki putra-putri. Keberuntungan lainnya adalah apato tersebut hanya berjarak kurang lebih 10 menit jalan kaki ke stasiun ( jarak yang sangat nyaman untuk ukuran di jepang ) serta harga sewa yang cukup terjangkau.

              Dengan harga sewa perbulan sebesar 55.000 yen, apato tersebut bisa dikatakan sangat terjangkau. Harga tersebut bahkan lebih murah dibandingkan apato teman saya tersebut sebelumnya yang hanya berukuran 1 ruangan dengan luas tidak sampai separuhnya. Ada hal yang berbeda antara mengontrak rumah di Jakarta dengan di Tokyo Metro. Salah satu perbedaannya adalah berkenaan dengan besarnya uang yang harus kita siapkan pada saat awal masa kontrak. Teman saya tadi harus menyiapkan uang sebesar kira-kira empat kali nilai sewa bulanan tersebut di atas dengan rincian sebagai berikut : satu bulan untuk uang kunci ( untuk pemilik apato ), satu bulan sewa untuk jasa agen, satu bulan untuk uang deposit serta satu bulan untuk sewa bulan pertama. Uang kunci dan jasa agen tidak akan kembali kepada penyewa sedangkan uang deposit akan dikembalikan pada saat kontrak berakhir dengan terlebih dahulu diperhitungkan segala kerusakan yang mungkin terjadi selama penyewa menggunakan unit apato tersebut. Tapi jika dihitung-hitung sepertinya uang tersebut juga tidak akan kembali atau jika pun ada jumlahnya pasti akan berkurang karena di dalam kontrak tersebut juga disebutkan bahwa penyewa juga dikenakan biaya kebersihan yang besarnya minimal sekitar 30 – 38 ribu yen pada saat mereka pindah/ menyelesaikan kontrak. Biasanya biaya kebersihan tersebut dipotong dari uang deposit. Di dalam kontrak juga disebutkan bahwa apabila penyewa ingin memperpanjang masa kontrak, maka kepada penyewa hanya dikenakan biaya sebesar 20 persen dari nilai sewa bulanan sebagai biaya perpanjangan kontrak.

             

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: