KERACUNAN OBAT PARASETAMOL

Siapa yang tidak mengenal obat parasetamol ini. Obat dengan nama lain asetaminofen ini memang sangat luas digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Obat ini memiliki khasiat utama sebagai penurun panas dan penghilang rasa sakit. Di Indonesia parasetamol dijual dengan berbagai merek dagang dalam bentuk obat generic bermerek antara lain Tempra, panadol, dumin dan lain sebagainya. Memang sampai saat ini parasetamol merupakan obat pilihan utama dalam menurunkan panas tubuh di saat demam sehingga begitu banyak pabrik atau produsen farmasi yang memproduksi obat tersebut dengan berbagai nama masing-masing. Obat ini juga dijual dalam bentuk generiknya yang harganya tentu saja lebih murah baik dalam bentuk tablet maupun sirup.

 

Beruntung sekali karena obat ini termasuk ke dalam golongan obat bebas dengan tanda logo lingkaran bewarna hijau sehingga kita bisa membelinya dengan mudah di toko obat atau apotek tanpa resep dokter. Akan tetapi walaupun termasuk ke dalam obat bebas bukan berarti parasetamol dapat dikonsumsi secara sembarangan. Dosis dan aturan pemakaiannya harus tetap diperhatikan agar kita mendapatkan manfaat yang terbaik dari obat tersebut serta terhindar dari efek samping atau efek racun yang mungkin ditimbulkannya.

 

Seperti halnya obat lain, parasetamol juga merupakan benda asing bagi tubuh kita yang jika dikonsumsi akan memberikan efek terhadapnya. Baik efek menyembuhkan maupun efek yang tidak dinginkan. Efek yang tidak diinginkan tersebut bisa akibat efek racun yang dapat terjadi akibat pemakaian obat dengan dosis tinggi baik secara sengaja maupun tidak. Kemudahan dalam memperoleh obat ini terkadang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya peristiwa keracunan obat tersebut. Di pasar farmasi obat ini tersedia dalam dosis antara lain 250 dan 500 mg tablet dan sirup dengan kadar 125 mg atau 250 mg tiap sendok takarnya.

 

Bentuk keracunan yang disebabkan oleh parasetamol adalah sebagai berikut :

  • Kerusakan hati . Salah satu hasil  dari metabolisme tubuh terhadap parasetamol bersifat toksik/ racun . Dalam dosis normal zat yang bersifat racun ini  bisa dinetralisir oleh sel-sel hati akan tetapi pada over dosis kemampuan untuk menetralisir sel hati menjadi tidak mencukupi sehingga zat toksik ini dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
  • Kerusakan ginjal, dapat terjadi melalui mekanisme yang sama dengan kerusakan hati
  • Overdosis selama kehamilan dapat menyebabkan kematian janin dan aborsi spontan.

Berapakah dosis dari parasetamol yang dapat menyebabkan keracunan? Berikut adalah dosis toksis dari obat ini tersebut :

  • Keracunan akut, penggunaan akut lebih dari 200 mg per kilogram berat badan anak atau 6 – 7 gram oleh orang dewasa berpotensi menyebabkan kerusakan hati. Ini setara dengan apabila seorang dewasa mengkonsumsi 12 – 14 tablet parasetamol 500 mg sekaligus.
  • Keracunan kronis. Keracunan kronis ini telah dilaporkan terjadi setelah konsumsi parasetamol dengan dosis tinggi oleh pasien yang juga pencandu alcohol dan orang yang juga mengkonsumsi isoniazid ( obat TBC ). Keracunan pada anak terjadi setelah menerima 60 – 150 mg/kg/hari selama 2 – 8 hari.

 

Dengan mengetahui efek racun dari obat parasetamol ini, maka hendaknya kita harus berhati-hati di di dalam mengkonsumsi atau menyimpan obat tersebut. Gunakanlah obat tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan serta simpanlah obat tersebut di tempat yang aman jauh dari jangkauan anak-anak karena bukan tidak mungkin tanpa disengaja dan diketahui anak-anak tersebut mengkonsumsi obat yang seharusnya tida mereka butuhkan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: