MUSIM GUGUR DI JEPANG

              Bulan November sudah hampir melewati minggu ketiganya dan ini berarti musim gugur yang oleh masyarakat disebut dengan Aki, akan segera pula mencapai masa akhirnya. Hal inipun saya yakini setelah menyaksikan pepohonan yang telah ditinggal daunnya akibat berguguran. Mulai dari yang sedikit gundul, separuh gundul dan tidak sedikit pula yang sudah nyaris gundul seratus persen. Bunga sakura yang menjadi kebanggaan orang Nippon, termasuk kedalam pohon yang telah lebih dahulu mendekati kondisi gundulnya. Di sepanjang kali yang saya lewati hampir setiap pagi saya menyaksikan, bahwa semakin hari semakin banyak daun-daun sakura yang rontok meninggalkan tempatnya. Ternyata benar informasi yang say abaca sebelumnya bahwa musim gugur ternyata juga menyajikan pemandangan yang luar biasa indahnya. Dedaunan yang semula hijau berubah warna menjadi aneka ragam sebelum mongering untuk selanjutnya berguguran. Dan khusus untuk bunga sakura yang biasanya memang ditanam membentuk populasi yang berdekatan, perubahan warna yang seragam dari hijau menjadi orange tua tentu saja menampilkan sebuah pemandangan yang sungguh elok untuk dilihat.

              Selain perubahan yang terjadi pada pepohonan, perubahan cuaca/udarapun bisa kita rasakan pada musim gugur ini. Memang hari-hari dengan udara yang nyaman lebih sering kita rasakan. Udara yang sejuk agak dingin membuat kita tidak merasa lelah untuk melakukan perjalanan yang lama di luaran. Saya sendiri selalu mengenakan baju sweater selama musim gugur untuk mendapatkan kehangatan dari udara yang sejuk dan cenderung dingin tadi. Dengan frekuensi yang agak sering, hari –hari dengan angin yang cukup kencang terjadi. Dan apabila hari disertai dengan angina, maka udara dingin akan terasa menerpa kulit sehingga dalam kondisi seperti ini bagi saya tidak cukup hanya mengenakan sweater saja saat berada di jalanan, tetapi menambah selapis baju lain berupa jaket tipis.

              Selain angina, hujanpun cukup sering terjadi di musim ini. Apabila hujan kondisi udara menjadi lebih dingin lagi. Seperti dua hari kemarin, turunnya hujan membuat udara di Tokyo dan sekitarnya berada di kisaran 10 derajat Celsius. Dengan suhu seperti ini, saya pun harus mengenakan syal di leher untuk menciptakan kehangatan bagi tubuh. Selain itu ketika hujan, beberapa bagian rumah seperti lantai, dan tentunya air menjadi terasa dingin. Di musim ini tentu saja selimut tebal dan baju tebal sangat dibutuhkan ketika tidur di malam hari. Yaa musim gugur memang memberikan kesan tersendiri. Kenyamanan udara yang memang lebih banyak ditemukan membuat musim ini menjadi salah satu masa untuk melakukan perjalanan yang asyik.

2 Tanggapan to “MUSIM GUGUR DI JEPANG”

  1. Kereeeeeeeeeeeeeeeeenn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: