Mengenal Penyakit Hipertensi

              Hipertensi atad yang kita sebut dengan penyakit tekanan darah tinggi bukanlah merupakan penyakit yang tunggal melainkan merupakan suatu sindrom dengan multi penyakit. Hipertensi secara umum terbagi menjadi dua yakni hipertensi esensial atau hipertensi primer yakni penyakit hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui dan tipe ini merupakan jumlah yang terbesar. Seiring dengan  Penemuan-penemuan tentang mekanisme penyakit hipertensi belakangan ini semakin memperkecil persentase hiperten jenis ini. Jenis yang kedua adalah hipertensi sekunder yakni hipertensi yang penyebabnya diketahui. Contoh hipertensi yang masuk kategori sekunder adalah hipertensi yang disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal, hipertensi akibat penggunaan obat yang mengandung hormone estrogen, dan lain sebagainya. Secara persentase hipertensi esensial yang penyebabnya tidak diketahui mencapai kurang lebih 88% dan sisanya merupakan hipertensi sekunder.

              Kapan seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi? Tensi darah dikatakan normal apabila tekanan sistoliknya < 120 mmHg dan tekanan diastoliknya < 80 mmHg. Kalau kita pernah melihat hasil pengukuran tekanan darah, maka biasa ditulis dengan sistolik/ diastolic ( 120/80 mmHg ). Seseorang yang memiliki tekanan darah antara nilai normal sampai dengan 140/90 mmHg, maka ia dikategorikan sebagai pre hipertensi dan ia memikirkan strategi untuk mulai mengatur pola hidup sehat agar tekanan darahnya bisa terkendali dan kembali normal. Tekanan yang berada di atas nilai pre hipertensi tersebut baru dikatakan sebagai keadaan hipertensi.

              Hipertensi sendiri sebenarnya tidak memberikan gejala-gejala klinis. Sakit kepala, fatigue atau pusing kadang-kadang dianggap sebagai hipertensi, tetapi gejala-gejala seperti ini tidaklah spesifik dan tidak dianggap sebagai gejala hipertensi. Kondisi hipertensi biasanya ditemukan ketika seorang melakukan check kesehatan rutin atau pada saat seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan akibat mengalami komplikasi penyakit yang disebabkan oleh hipertensi. Komplikasi ini meliputi infak miokar ( myocardial infarction ), gagal jantung kongesti, stroke, hipertensi encefalopati, dan gagal ginjal. Kejadian-kejadian seperti ini lah yang menyebabkan kenapa hipertensi disebut sebagai the silent killer “ si pembunuh diam-diam “. Banyak orang yang meninggal akibat hipertensi tanpa di tahu kalau dia mengidap hipertensi. Salah satu penyebabnya adalah karena hipertensi sendiri tidak memberikan keluhan yang spesifik. Banyak kejadian orang yang selama diri merasa dirinya sehat atau dianggap orang lain sehat, tiba-tiba terdengar bahwa ia kena stroke, serangan jantung dan lain sebagainya.

              Penanganan hipertensi meliputi pengaturan pola hidup dan konsumsi obat-obatan antihipertensi. Hipertensi yang diketahui penyebabnya akan lebih mudah diatasi dengan mengatasi penyebabnya. Penangan hipertensi esensial yang penyebabnya tidak diketahui lebih bertujuan kepada bagaimana agar tekanan darah seseorang bisa terkontrol dengan baik. Banyaknya kasus hipertensi esensial pulalah yang menyebabkan kenapa hipertensi ini membutuhkan pengobatan seumur hidup. Alasannya adalah karena penyebabnya tidak diketahui dan tentu tidak bisa disingkirkan. Pengobatan Hipertensi sangat memerlukan kesadaran pasien untuk mematuhi proses terapi agar dapat memberikan hasil yang maksimal dan memperbaiki kualitas hidup pasien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: