KOK BISA, ADA SUPERMARKET DI JEPANG YANG MENJUAL DAGANGANNYA SANGAT MURAH

              Seperti yang sudah berkali-kali saya tuliskan di beberapa tulisan sebelumnya, Jepang khususnya Tokyo Metro sangat terkenal akan tingginya biaya hidup. Mahalnya biaya hidup ini pulalah yang sempat membuat saya berfikir ketika kurang lebih setahun lalu saya mengetahui kalau saya mendapatkan professor pembimbing di universitas yang ada di Tokyo. Terlintas di benak saya saat itu beberapa pertanyaan yang terkait dengan biaya hidup di Tokyo. Apakah beasiswa yang saya terima nantinya akan cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari saya selama menempuh pendidikan di sana? Bagaimana pula nanti jika saya memboyong keluarga ke Tokyo sementara beasiswa sejatinya hanya diperuntukkan untuk keperluan hidup si penerima biaya siswa saja, bukan beserta keluarganya?

              Tapi pertanyaan-pertanyaan serta keraguan-keraguan itu sekarang telah terjawab setelah hampir satu tahun saya menghabiskan waktu di Tokyo Metro. Telah banyak yang saya alami selama berada di negeri Sakura ini. Ketakutan akan tingginya biaya hidup yang sebelumnya menggelayuti fikiran, Alhamdulillah sekarang telah hilang. Hilangnya kekhawatiran ini seiring dengan saya telah menemukan tips-tips untuk bisa hidup layak dan hemat di Jepang. Salah satu dari tips inilah yang akan saya sampaikan di dalam tulisan ini.

              Pada masa-masa awal kedatangan saya di Jepang, ketika berbelanja kebutuhan pokok saya selalu memperhatikan harga barang yang akan dibeli. Rasa terkejut sering saya alami ketika mencoba mengkonversikan harga barang dari Yen ke rupiah. Betapa tidak terkejut ketika saya harus membeli seikat sayuran yang ketika di Jakarta harganya sekitar seribu rupiah, di Jepang harus saya beli dengan harga belasan ribu rupiah. Atau sewaktu membeli beras yang harganya setara dengan tiga puluh ribu rupiah per kilo gramnya. Tapi harus bagaimana lagi, lambung tidak bisa berhenti untuk diisi walau seharipun. Dengan perasaan pasrah namun tak rela, saya harus membeli juga kebutuhan pokok tersebut.

              Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak toko dan supermarket yang dilihat, akhirnya lambat laun saya mulai menemukan tempat-tempat belanja kebutuhan pokok yang murah. Barang A dan B harganya murah di toko C, sementara barang D dan E harganya lebih murah di toko lainnya. Hal ini membuat saya bisa berbelanja di beberapa tempat untuk mendapatkan barang-barang yang murah. Beli susu di toko A, Beli telur di toko B, atau beli beras di Toko C, sementara buah saya beli di toko Z.

              Suatu ketika di Minggu pagi, saat saya sedang melakukan salah satu aktifitas rutin di pagi hari yakni jogging, saya melihat begitu banyak orang berada di sebuah supermarket. Sebagian asyik memilih-milih buah ataupun sayuran sementara sebagian yang lain sedang mengantri dalam antrian yang panjang menunggu giliran untuk bembayar barang-barang yang telah mereka pilih di kasir. Sayapun mendekat untuk mencari tahu kenapa supermarket itu begitu ramai. Sayapun menemukan jawabannya yaitu karena harga barang yang dijualnya sangat-sangat murah. Memang tidak semua barang yang di jual di supermarket itu murah, bahkan terkadang ada yang lebih mahal dibandingkan supermarket yang lain. Barang-barang yang biasanya murah adalah buah dan sayuran. Supermarket ini bisa menjual pisang dengan harga 50 yen per 4 sampai enam biji, sementara di supermarket lain harganya bisa 100 atau 120 yen. Apel yang di supermarket lain dijual dengan harga 100 – 140 yen, di supermarket murah ini bisa dibeli hanya dengan 50 yen. Sayur touge yang di tempat lain per bungkusnya bisa 40 sampai 60 yen, supermarket ini hanya menjualnya dengan harga 10 yen. Begitu juga dengan bawang bombai, kentang dan beberapa produk lainnya, bisa dibeli di supermarket ini dengan harga yang kurang dari separuh atau bahkan bisa seperempat harga di tempat lain.

              Memang sampai sekarang, supermarket tersebut merupakan supermarket yang paling murah dari sekian banyak supermarket yang pernah saya kunjungi meskipun tidak untuk semua produk. Berlokasi di pasar yang ada di kawasan stasiun Musashi Shinjo, Nakahara-ku, Kawasaki, sekarang supermarket ini menjadi salah satu supermarket andalan dan kebanggaan saya untuk membeli buah dan sayuran. Tapi perlu diingat bahwa buah dan sayuran dengan harga murah ini tidak bisa ditemukan setiap hari, melainkan hanya pada hari minggu terutama pagi,, mungkin juga sepanjang hari. Karena takut kehabisan, biasanya saya berbelanja ke sana antara pukul 10 sampai 12 siang. Supermarket ini buka dari pukul 10 pagi sampai 20.30 malam.

              Harga yang sangat murah tersebut tidak hanya membuat saya senang tetapi juga bingung. Saya bingung, kenapa supermarket ini bisa menjual produk dengan harga yang sangat-sangat murah untuk ukuran Jepang. Sepertinya tidak hanya saya saja yang heran dan bingung, orang Jepang yang berbelanja di sanapun juga sering heran dan kaget. Keheranan mereka sering saya dengar dari ucapan yang keluar dari mulut mereka. Yasui yoo atau murah ya merupakan kata-kata yang sering saya dengar. So, Bagi siapa saja yang berada di sekitar lokasi supermarket yang saya sebutkan, jangan lupa untuk berbelanja di sana. Ingat yaa, hari Minggu sebaiknya di pagi hari. Kaimono o shimashoo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: