TISSUE BERSLOGAN 3 ( TIGA ) R

Entah kenapa pagi ini saya begitu tertarik dengan sebungkus tissue yang saya peroleh di salah satu stasiun kereta api yang biasa saya lalui setiap harinya dalam perjalanan menuju kampus. Sebenarnya tissue tersebut tidak jauh berbeda dari tissue-tissue yang pernah saya peroleh di tempat sejenis di waktu-waktu sebelumnya. Berukuran sama yakni ukuran tissue saku. Yaa selama hampir setahun di negeri tempat lahirnya Oshin ini, bisa dibilang kalau saya tidak pernah membeli tissue sendiri. Tissue gratis yang dibagi-bagikan oleh beberapa orang yang sering ditemukan di kawasan stasiun atau pusat keramaian sudah cukup memenuhi kebutuhan saya akan kertas lembut beraneka fungsi tersebut. Kesamaan lainnya adalah di dalam plastik transparan pembungkus tissue juga sama-sama berisi selembar kertas yang memuat iklan atau informasi. Karena memang ditulis dalam bahasa Jepang yang mengandung begitu banyak tulisan kanji, maka tentu saja saya tidak paham maksud dari informasi yang ada di kertas tersebut. Tetapi dugaan kuat saya adalah informasi yang ada, kebanyakan berupa iklan produk atau jasa.

              Hal berbeda yang menarik perhatian saya terkait dengan tissue yang saya maksud adalah pada kertas yang sebutkan tadi terdapat tulisan yang saya mengerti karena sebagian ditulis dalam bahasa/ istilah Inggris. Tulisan tersebut adalah 3R ( Reuse, Recycle, Reduce ). Terdapat pula gambar bumi. Informasi selebihnya tentu saja disajikan dalam bahasa lokal. Tanpa mencoba untuk menanyakan apa maksud dari informasi yang ada kepada orang yang mengerti bahasa Jepang karena memang hal tersebut tidak bersifat urgen, saya berupaya untuk menerka-nerka informasi yang hendak disampaikan oleh si pemberi tissue tersebut dari slogan 3R nya tadi.

              Tebakan saya tentang informasi tersebut adalah bahwa informasi itu berupa ajakan kepada masyarakat luas untuk melakukan tindakan penyelamatan terhadap bumi. Tindakan tersebut berupa mengurangi jumlah pembuangan barang-barang yang sudah dipakai dengan cara menggunakan kembali benda tersebut selagi bisa dan melakukan daur ulang. Saya mencoba untuk mengingat-ngingat apa kira-kira hubungan slogan tersebut dengan kenyataan yang saya temukan sehari-hari selama berada di Jepang. Masyarakat Jepang sangat terbiasa dengan mengkonsumsi segala sesuatu dalam kemasan. Minuman, makanan, dan cemilan tersaji dalam kemasan. Makan siang banyak dijual di toko-toko dalam kemasan. Begitu banyak kemasan yang dibuang oleh masyarakat setiap harinya. Begitu pula dengan benda-benda non makanan. Entah kenapa, terkadang sering terlihat barang-barang rumah tangga seperti kulkas, televisi, radio, microwave, sepeda yang dibuang meski masih bisa digunakan. Teman saya tidak perlu membeli televisi untuk bisa menonton siaran televise Jepang karena dia mendapatkannya di sebuah pinggir jalan. Teman lain juga memperoleh sepeda, microwave dan lemari es dalam kondisi yang masih berfungsi. Mungkinkah hal-hal tersebut yang menjadi alasan kenapa 3R ini digalakkan?

              Kalau saya menyebutkan begitu banyak sampah kemasan di Jepang, jangan dibayangkan jika kita akan mudah menemukan sampah-sampah yang berserakan di Jepang. Karena hal ini sudah sangat diperhatikan di sini. Masyarakatnya sudah begitu sadar akan kebersihan. Jadi kenapa slogan ini masih digalakkan? Bagaimana dengan di negeri ku tercinta yang sampah begitu mudahnya ditemukan dimanapun. Bahkan di kota-kota besar, pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang masih menjadi persoalan besar yang belum terpecahkan, sebut saja DKI Jakarta, atau Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: