PANAS TAPI DINGIN ?

              Judul tulisan ini mungkin membingungkan bagi yang membacanya. Kebingungan itu sebenarnya juga saya rasakan. Siapapun pasti sudah tahu bahwa panas dan dingin adalah sesuatu yang sangat berlawanan alias bertolak belakang. Jadi akan aneh rasanya apabila kita bisa merasakan panas dan dingin pada waktu bersamaan, dari benda yang sama dan oleh alat indera yang sama pula. Tetapi kata-kata itu sering kami ( saya dan teman ) ucapkan pada awal-awal kedatangan kami di Jepang. Kami menginjakkan kaki di tanah sakura ini pada saat musim dingin atau yang oleh masyarakat Jepang disebut dengan Fuyu.

              Panas tapi dingin ini sering kami ucapkan untuk menggambarkan suasana siang di Jepang pada saat matahari begitu garang menampakkan dirinya sementara udara yang kami rasakan di kulit tidak panas melainkan dingin. Menganalisa kata-kata tersebut membuat saya jadi berfikir. Ada sesuatu yang aneh dengan kalimat itu. Apa mungkin rasa panas dan dingin itu bisa saya rasakan bersamaan. Jawabannya tentu saja tidak. Tidak mungkin sesuatu yang bertolak belakang dapat dirasakan bersamaan. Saya kemudia mencoba mencari istilah yang tepat untuk mendiskripsikan kondisi udara seperti itu. Dan istilah tersebut yakni cerah tapi dingin. Kata cerah tentunya bukanlah lawan kata dari dingin sehingga kedua kondisi ini bisa dinikmati atau dirasakan secara simultan. Cerah menggambarkan hari yang terang, disinari oleh sinar matahari. Sementara dingin adalah suhu udara yang dirasakan oleh kulit.

              Istilah panas tapi dingin tersebut terucap oleh kami mungkin disebabkan karena masih terbiasa dengan kondisi di Indonesia. Teriknya sinar matahari identik dengan panas atau gerahnya hari. Ini dikarenakan posisi Indonesia yang berada di daerah tropis yang tidak mengenal musim dingin. Situasi berbeda ternyata kami rasakan untuk pertama kalinya di Jepang, negeri dengan empat musim, panas, gugur, dingin dan semi. Ketika musim dingin berlangsung, seberapapun terik sang surya bersinar, tidak akan menyebabkan udara terasa panas. Yang terjadi paling hanya peningkatan suhu udara yang lebih tinggi dibandingkan malam hari, tetapi tidak untuk mengusir rasa dingin dari badan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: