ALHAMDULILLAH, Akhirnya saya berkesempatan tinggal di rumah milik pemerintah Jepang

Kemarin pagi menjadi salah satu pagi yang sangat membahagiakan bagi saya. Kebahagiaan ini disebabkan karena telah selesainya proses yang cukup panjang yang telah saya lewati untuk mendapatkan kesempatan agar bisa tinggal di apartemen milik pemerintah kota Kawasaki, Jepang. Yaa, kemarin pagi, saya dan seorang teman sekampus beserta seorang konsultan yang selama ini mengurusi beasiswa kami,  kemarin mendapatkan penjelasan akhir dari salah seorang staf instansi yang mengurusi apartemen pemerintah tersebut. Kamipun telah melakukan pembayaran uang deposit dan sekaligus mendapatkan surat tanda penyerahan kunci apartemen. Surat tersebut nantinya akan kami tukarkan dengan kunci apartmen yang masih dipegang oleh salah seorang penghuni apartmen di lokasi yang sama yang mungkin diberi kepercayaan oleh instansi tersebut.

            Saya katakan sebagai proses yang cukup panjang karena hampir enam bulan saya harus menanti kesempatan tersebut. Proses-proses tersebut adalah :

  • Pengajuan aplikasi. Masa pengajuan aplikasi ini hanya berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Di Kawasaki, setahun dua kali yakni di akhir Mei sampai awal Juni dan di akhir Oktober sampai awal November. Untuk apato yang akan saya tempati ini, saya mengajukan aplikasi di akhir Oktober tahun lalu.
  • Pemberin nomor undian. Nomor undian dikirim ke alamat tempat tinggal kita. Saya mendapatkan nomor undian tersebut kira-kira di awal atau pertengahan desember
  • Pengumuman nomor undian. Memuat informasi nomor siapa yang keluar pada proses pengundian yang dilakukan oleh pemerintah Kawasaki. Pengumuman ini dikeluarkan sehari setelah proses pengundian dan ditempelkan pada kantor kelurahan/ kecamatannya Jepang yang ada di area kota Kawasaki. Pengumuman  dikeluarkan di awal atau pertengahan Januari
  • Sekitar bulan Februari saya diminta datang ke kantor yang mengurusi apartemen pemerintah Kawasaki untuk menyerahkan dokumen-dokumen pendukung seperti surat penghasilan ( dari bukti pembayaran pajak ), surat domisili bagi seluruh angota keluarga, dan selembar form yang harus diisi
  • Di bulan Maret saya diminta untuk menghadiri pertemuan yang mereka sebut seminar. Pada seminar itu kita diberikan satu set berkas yang berisi antara lain buku petunjuk tentang tinggal di apartemen pemerintah dan beberapa dokumen yang harus diisi termasuk selembar surat yang memberi kesempatan pada saya untuk melihat unit apartemen yang akan saya tempati
  • Melihat apartemen. Dengan surat yang saya sebutkan sebelumnya, saya pergi ke lokasi apartemen, menukarkan surat dengan kunci kepada salah seorang penghuni apartemen di lokasi yang sama untuk seterusnya melihat apartemen. Kesempatan ini hanya diberikn satu kali. Jika kita bersedia dengan kondisi apartemen yang ada, maka proses selanjutnya bisa dilakukan. Tentu saja keputusan saya setelah melihat apartemen tersebut adalah OOOKKKK. Kenapa tidak, kondisinya yang sangat nyaman dan hampir semua isinya dalam kondisi baru, seperti tatami ( tikar jepang ), dinding yang di Jepang biasanya dibalut dengan wallpaper, dan wastafel serta kamar mandi yang dalam kondisi sangat baik.
  • Membayar uang deposit dan mendapatkan penjelasan akhir dari staf kantor pemerintah Kawassaki berkenaan dengan aturan-aturan yang harus diikuti selama tinggal di apartemen tersebut. Deposit yang harus saya bayar sebesar 31.600 yen ( sekitar 3,1 juta rupiah ). Jumlah yang sangat jauh di bawah uang muka yang harus saya bayarkan jika saya memilih tinggal di apartemen yang bukan milik pemerintah yang bisa mencapai 170.000 – 200.000 yen ( 17 – 20 juta rupiah ) untuk apartemen dengan kualitas yang sama. Satu lagi uang sewa yang harus saya bayar setiap bulannya sangatlah melegakan yakni sekitar 16.000 yen atau kurang lebih seperempat uang sewa apartemen biasa.

 

Sebagai seorang mahasiswa penerima beasiswa, mendapatkan kesempatan untuk tinggal di apartemen pemerintah ini tentunya sangatlah membantu meringankan biaya hidup di kota besar seperti Tokyo Metro ini. Barangkali tinggal di apartemen milik pemerintah di Jepang bisa dijadikan salah satu pertimbangan bagi rekan-rekan mahasiswa yang lagi studi di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: