TIP HEMAT BERWISATA DI KAWASAKI ( Jepang )

Seperti biasa, ketika weekend tiba kami ( saya, istri dan ketiga buah hati ) biasanya membicarakan mau pergi kemana untuk mengisinya. Dan kemarin yakni hari Minggu, kami memutuskan untuk pergi ke Japan Open Air Museum yang terletak di salah satu kawasan Kawasaki. Kawasaki adalah salah satu kota besar yang berada di dalam naungan perfektur/ propinsi Kanagawa dan merupakan kota kedua terbesar setelah Yokohama ( ibukota Kanagawa ). Alasan kenapa kami memilih objek tersebut antara lain : pertama, istri dan anak-anak saya belum pernah pergi ke sana dan istri saya khususnya sangat ingin melihat rumah-rumah tua Jepang yang ada di dalam museum tersebut: Kedua, ada teman dari Indonesia yang kebetulan juga ingin pergi bersama ke sana : serta Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami mengingat kami masih memiliki anak yang masih kecil yang membuat kami harus berfikir panjang untuk melakukan perjalan yang jauh dan memakan waktu lama.

Objek wisata yang tidak bisa dibilang dekat dari tempat tinggal  walau masih berada di Kawasaki area, membuat kami harus naik kendaraan umum untuk mencapainya. Alternatif ini tentunya juga menjadi sesuatu yang harus kami pertimbangkan, mengingat konsekuensinya yang langsung terkait dengan besarnya ongkos yang harus kami persiapkan. Sebagaimana yang telah diketahui oleh banyak orang bahwa ongkos transportasi di Jepang tergolong mahal. Dari dua alternative yang tersedia, pilihan kami jatuh pada penggunaan bus sebagai sarana transportasi. Kami harus naik Bus sebanyak dua kali untuk sampai ke tujuan. Setelah kami hitung-hitung untuk 5 orang anggota keluarga dengan 3 orang yang wajib membayar ongkos bis karena 2 anak kami yang lain masih berusia di bawah enam tahun, kami harus menganggarkan ongkos bus sebesar 2.000 yen pulang pergi ( Dewasa 1 x Bus 200 yen sedangkan anak di atas 6 tahun separuhnya ).

Tetapi kemarin saya dan istri berniat untuk mencoba menanyakan kepada sopir Bus apakah Bus tersebut menyediakan one day open ticket. Kami berfikir untuk menayakan hal tersebut karena setelah kami beberapa kali naik bus sebelumnya, kok kami melihat ada informasi yang ditempelkan di Bus tersebut yang menurut tebakan kami informasi tersebut tentang one day open ticket tadi. Kami menyebutnya tebakan karena memang kami menebak-nebak yang disebabkan karena ketidak mampuan kami membaca dan mengartikan informasi yang ada di bus tersebut yang disajikan dalam tulisan kanji Jepang. Dan sayapun pernah sebelumnya membaca di internet bahwa bus di Jepang pun menawarkan paket-paket hemat untuk melakukan perjalanan sebagaimana halnya dengan kereta api. Nah kalau kereta api, saya sudah sering memanfaatkannya. Fikiran kami waktu itu adalah dengan membeli one day open ticket, akan ada penghematan dalam biaya transportasi, yakni dari 2.000 yen menjadi 1.250 yen ( Informasi tadi menyebutkan besarnya onkos one day open ticket 500 dewasa dan anak-anak separuhnya ). Dan akhirnya pada saat kami naik bus, saya langsung menanyakan ke sopir apakah saya bisa membeli one day open ticket. Saya bilang untuk 2 dewasa dan 1 anak. Sang sopir malah menyebut-nyebut ticket keluarga. Saya iyakan saja karena keterbatasan bahasa walaupun sekarang sudah ada kemajuan dibandingkan beberapa waktu lalu. Sang sopit tadi lalu membuka sebuah dompet yang di dalamnya saya lihat ada beberapa kartu yang mirip dengan kartu nama atau kartu ATM, lalu memberikan salah satunya kepada saya. Ketika saya Tanya berapa harganya, polisi tersbut menjawabnya 600 yen. Karena agak kurang yakin dengan apa yang saya dengar, saya kembali mengkonfirmasi tentang harga tersebut. Si sopir tetap menyebutkan besaran uang yang sama. Akhirnya saya ambil kartu tersebut, tentunya setelah membayarrnya dan seluruh anggota keluargapun akhirnya naik bus tersebut.

Saya dan istri masih merasa belum yakin apakah kartu tadi memang bisa kita gunakan seharian naik bus kemanapun, mengingat kami harus pindah rute bus. Tapi waktu kami putuskan untuk mencobanya. Sesampainya di halte dimana kami harus naik bus dengan rute yang lain, dengan agak sedikit ragu, saya coba menanyakan kepada sopir apakah saya bisa menggunakan ticket yang saya perlihatkan kepadanya. Sopir bus tersebut mengatakan boleh. Dengan perasaan senang yang tidak terkira, kami akhirnya naik bus rute kedua tersebut sampai akhirnya bus tersebut membawa kami ke objek wisata yang kami tuju. Dan setelah puas melihat-lihat rumah-rumah tua berusia ratusan tahun yang menjadi objek di museum itu, kami memutuskan untuk pulang ke rumah. Dan lagi-lagi kami bisa menggunakan ticket keluarga yang tadi sampai ke halte terdekat dengan rumah. Sungguh penghematan yang luar biasa bagi kami. Ongkos bus yang semula dianggarkan sebesar 2.000 yen, hanya terpakai 600 yen ( kurang dari 1/3 nya ). Dan kamipun sudah berencana untuk weekend-weekend mendatang,  menggunakan ticket yang sama mengelilingi Kawasaki area yang masih banyak yang belum kami kunjungi. Bus yang kami naiki tersebut adalah Bus yang memiliki logo mirip dengan logo pemerintah kota Kawasaki ( atau mungkin bus milik pemerintah ? ) dan bewarna dominan Biru. Untuk kedua rute yang telah kami lewati, kami menggunakan bus dengan warna dan logo yang sama karena pada ticket yang kami pegang juga terdapat gambar dan logo bus yang sama. Kami berfikir saat itu mungkin ticket tersebut hanya berlaku pada bus yang sama. Yang saya tahu ada dua bus yang beroperasi di Kawasaki, bewarna biru dan merah. Kedua bus tersebut berasal dari perusahaan yang berbeda

Catatan kaki ( update per 8 Desember 2011 )

  • Tiket keluarga tadi hanya bisa digunakan pada bus milik pemerintah Kawasaki ( Kawasaki City Bus )
  • Cukup banyak wilayah di area Kawasaki yang bisa dijangkau dengan menggunakan Bus ini.

3 Tanggapan to “TIP HEMAT BERWISATA DI KAWASAKI ( Jepang )”

  1. Sensei …

    Dozo Yoroshiku ^_^
    salam kenal~

  2. Thanks in support of sharing such a good thought,
    article is pleasant, thats why i have read it entirely

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: