TERIMA KASIHKU UNTUK PEMERINTAH JEPANG

Hampir dua tahun sudah saya menjalani kehidupan sebagai  mahasiswa di negeri Sakura. Banyak sudah suka yang telah saya reguk. Sementara  satu-satunya duka yang saya rasakan adalah hidup terpisah dari istri dan anak.  Tapi itupun saat ini telah sirna karena sudah beberapa bulan ini kami berkumpul  bersama untuk  eraih kebahagiaan hidup di negeri yang sebagian masyarakatnya  sangat menyukai SUSHI ini ( makanan yang berasal dari hewan laut segar ).  Hidup dengan lima  anggota keluarga di kawasan Tokyo  metro dengan hanya mengandalkan beasiswa tentunya memerlukan pengaturan yang  ketat dari segi anggaran. Seperti yang pernah saya tulis pada tulisan terdahulu  bahwa uang beasiswa bulanan yang didapat bisa diatur sehingga mampu memenuhi  perputaran roda rumah tangga, tentunya dengan menerapkan berbagai macam tips  hidup hemat. Tapi bukan hal itu yang akan saya sampaikan pada ulasan kali ini.  Dalam suasana yang masih fitri ini saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih  yang begitu dalam kepada pemerintah Jepang atas kemudahan yang telah mereka  berikan kepada saya dan keluarga selama ini. Kemudahan yang mungkin belum tentu  kami dapat sekalipun itu di negeri sendiri.

Kemudahan-kemudahan tersebut sangat  besar artinya bagi kami dalam mengarungi kehidupan beberapa tahun di Jepang.  Kemudahan-kemudahan tersebut sangat melegakan hati kami di tengah keraguan dan  ketakutan akan tingginya biaya hidup di Tokyo  area. Terlebih beasiswa yang selama ini saya terima sebenarnya diperuntukkan  untuk biaya hidup mahasiswa sebagai pribadi tidak untuk anggota keluarga.  Adapun kemudahan-kemudahan yang telah saya saya dan keluarga peroleh selama ini  dari pemerintah Jepang adalah sebagai berikut :

  • Kami diberi kesempatan untuk tinggal di apartemen milik pemerintah yakni pemeritah Kota Kawasaki ( salah satu kota yang ada di propinsi tetangg Tokyo ). Tentunya tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini karena jumlah apartemen yang tersedia jauh dibawah jumlah peminat. Biaya sewa bulanan yang tidak sampai sepertiga biaya sewa apartmen beberapa teman mahasiswa yang tinggal di apartemen nonpemeritah, tentunya membuat kami bisa agak melongarkan ikat pinggang. Biaya deposit yang lebih ringan serta tidak adanya uang kunci dan fee agen pada saat awal penyewaan apartemen seperti yang lazim ada jika kita hendak menyewa apartemen nonpemerintah, juga sangat menggembirakan hati kami.
  • Kami tidak harus membayar pajak pendapatan karena mahasiswa dianggap sebagai masyarakat dengan pendapatan zero yen. Meskipun tercatat sebagai mahasiswa penerima beasiswa, saya termasuk ke dalam masyarakat yang tidak perlu membayar pajak penghasilan yang kata teman saya yang bekerja di Jepang, nilainya cukup besar.
  • Kami membayar asuransi kesehatan yang relatif ringan setiap bulannya. Langkah bijak untuk menyiasati biaya kesehatan yang menurut saya mahal di Jepang adalah dengan cara ikut serta sebagai peserta asuransi kesehatan. Sebagai penerima beasiswa, saya telah didaftarkan sejak awal pada asuransi kesehatan pemerintah. Besarnya uang premi bulanan ditentukan berdasarkankan penghasilan masyarakat. Dengan latar belakang mahasiswa perpendapatan zero yen, maka saat ini kami sekeluarga ( seorang istri dan tiga anak ) setiap bulannya dikenakan premi antara 3.800 sampai 4.400 yen. Dan alhamdulillah sekali bahwa biaya premi ini dicover oleh beasiswa. Asuransi kesehatan ini menanggung 70 persen dari total biaya kesehatan ( dewasa dan anak mulai usia sekolah dasar ) serta 20 persen bagi anak-anak usia pra sekolah dasar ke bawah

  • Dua orang anak kami yang berumur di bawah 6 tahun ( pra sekolah )  mendapatkan kartu berobat dari pemerintah Kawasaki. Kartu berobat tersebut mencover 20 persen biaya kesehatan yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan. Sehingga dalam beberapa kesempatan, ketika kami harus membawa kedua anak kami berobat ke dokter karena ada masalah dengan kesehatan, kami nyaris tidak membayar satu yen pun untuk kedua anak kami tersebut. Kartu berobat ini oleh pemerintah Kawasaki diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan tertentu. Dan Saya sebagai mahasiswa penerima beasiswa termasuk salah satunya.

  • Anak pertama kami yang saat ini duduk di kelas satu sekolah dasar, juga mendapatkan kemudahan dari pemerintah Kawasaki. Kemudahan tersebut berupa bantuan biaya untuk keperluan sekolah seperti biaya buku, minum susu siang di sekolah dan lain sebagainya ( sementara biaya sekolah memang gratis ).  ehingga bisa dikatakan kami tidak harus menyiapkan anggaran khusus untuk keperluan ini. Bantuan sekolah ini kami ajukan pada saat pertama anak kami mendaftar sekolah dulu. Menurut salah seorang teman yang telah lebih dulu mendapatkan kemudahan ini, pengajuannya bantuan sekolah ini harus  diperbaharui setiap tahun.
  • Ketiga anak kami seperti anak-anak yang lain di seluruh Jepang, juga mendapatkan tunjangan anak ( child allowance ) setiap bulannya dari pemerintah Jepang yang besarnya 13.000 yen per anak. Tunjangan yang nilainya sangat melegakan.
  • Kami bisa menikmati jalan-jalan sekeluarga dengan menggunakan bus milik Kawasaki City dengan membeli tiket keluarga yang sangat ekonomis. Dengan 600 yen, kami bisa naik turun bus tersebut dimanapun sehari penuh. Sebagai perbandingan, ongkos bus normal dewasa satu kali perjalanan sebesar 200 yen, sementara anak SD ke atas 100 yen.
  • Pemerintah Jepang menyiapkan banyak taman tempat anak-anak kami bermain secara gratis di berbagai kawasan. Taman-taman tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas bermain yang sangat disenangi oleh anak-anak. Sehingga kami merasa nyaman untuk merencanakan rekreasi keluarga yang menyenangkan bersama anak-anak kami.
  • Pemerintah Jepang telah menyiapkan sarana transportasi yang sangat nyaman dan memadai untuk mobilitas kami selama berada di Jepang

Sehingga patutlah kiranya saya mengucapkan rasa terima kasih  yang begitu besar kepada pemerintah Jepang yang telah memperlakukan kami dengan  sangat-sangat baik meskipun kami merupakan warga pendatang di negeri ini. Arigato  Gozaimasu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: